Showing posts with label cerita sendiri. Show all posts
Showing posts with label cerita sendiri. Show all posts

Friday, January 20, 2012

Menggalau di KFC

Good Morning everyone.

Oke, mungkin gue gak biasanya beri salam pada kalian seperti ini. Dan mungkin kalian udah lama penasaran kenapa gue jarang nulis lagi di blog. Kenapa eh kenapa?

So I'll try to be true to you. I've been taken hiatus for too long, 9 months to be exact. It has been a long time, and made me wonder how busy I did in the last 9 months, while in the mean time I still could took a nap for every single day except Friday. I can't even understand how my body worked, well, until now.

Akhir-akhir ini gue makin sering tidur kepagian. Entah jam 2, entah jam 3, entah jam 4, kadang-kadang gue malah tidur jam 7. Gue mungkin insomnia, atau mungkin juga gue sedang dalam proses perubahan menjadi makhluk nocturnal.

Apa itu nocturnal?

Nocturnal merupakan sifat dimana sesuatu bekerja lebih banyak di waktu malam dan beristirahat di waktu siang. Kebalikan dari sistem tubuh manusia pada umumnya. Mungkin sifat ini muncul dalam diri gue karena gue makin banyak melakukan interaksi di waktu malam. Entah sama diri gue, atau sama orang lain. Tapi seringnya gue melakukan hal-hal yang enggak sempat gue lakukan di siang hari pada malam hari. Terlebih karena gue tinggal sama sepupu bongsor dengan massa 80 kg, yang menguasai rumah itu saat siang hari, dimana setiap langkahnya dapat menggetarkan lahan seluas 20 meter persegi, dan membuat semua semut yang sedang bekerja keluar dari sarangnya dan serempak berteriak dengan tangan mengadah ke langit, "Oh tuhan, jangan Engkau percepat kedatangan kiamat di muka bumi ini. Kami masih banyak kerjaan!".

Contoh, gue mencuci baju di malem hari dan menjemurnya di luar, berharap jam 10 pagi udah kering. Gue mempersiapkan nasi buat makan esok hari di waktu malam, gue buang sampah di waktu malam, gue begadang ngerjain tugas di waktu malam, dan yang paling terbaru : menggalau di malam hari.

Eit, jangan terkejut. Gue juga manusia. Gue juga bisa menggalau. Tapi gak seperti para anak baru kegedean yang menggalau sambil nangis-nangis di kamar, mukul-mukul bantal, dan nyoret-nyoret kertas sambil dengerin lagu-lagu galau dari Anak Terakhir (bukan yang tertukar?), Membunuh Aku di Dalam (emang ada apa di dalam? ada pistol gitu?), dll., sambil meratap, "Kenapa kamu lebih milih dia? Kenapa???", dan membiarkan matanya sembab karena kelamaan nangis. Baru paginya ditanyain sama orang tuanya, "Kamu kenapa nak? Abis berantem sama jin penghuni kamar kamu ya? Nanti bapak panggilin pak Ustadz, biar jinnya enggak ganggu kamu lagi. Kamu tenang aja ya nak, semua akan baik-baik saja".
Kalau udah di situasi itu, elo mau jawab apa?

Gue menggalau lebih pada bagaimana gue harus mengambil sikap ke depannya. Gue juga selalu ingin waktu untuk sendirian dan merenungkan apa yang telah terjadi selama ini. Enggak heran gue selalu keliatan sendirian, terlebih kalau kalian pernah melihat gue dan berinteraksi dengan gue seharian penuh. Mungkin kalian yang udah jadi teman facebook gue selalu liat status-status gue itu membingungkan, banyak teka-teki, dan enggak penting banget buat dikomentarin, itulah yang kalian pikirkan tentang gue, dan akan terefleksikan dari diri gue dengan jelas pada kalian sendiri. Oke? Semua orang juga butuh perhatian, begitu juga gue. Kalian enggak perhatiin gue, gue juga akan balas enggak akan perhatiin kalian. No hard feelings, karma berlaku sob. You'll get what you've done.

Mungkin kalian mengira gue selalu menggalau di kamar kan? Hahaha, salah besar sob. Elit dikit lah. Gue akhir-akhir ini lebih sering menggalau di KFC.

Buset, KFC!

Dan pada jam-jam segini, waktu yang enggak terlalu ramai karena semua orang tidur, meski enggak semua orang. Kenapa gue milih KFC? Ada beberapa alasan.

Pertama, KFC buka 24 jam, pertama di Pontianak. Tertinggal banget ya Pontianak? Ya begitulah, susahnya negara kepulauan.

Kedua, sambil gue makan, gue bisa memperhatikan orang-orang yang mengunjungi KFC. Dari waiter sampai pengunjungnya, dari cowok sampai cewek, dari yang normal sampai yang maho, dari yang fashionista sampai yang cuek bebek dengan penampilannya.
Gue pernah melihat ada dua orang cowok memesan makanan di depan gue. Yang satunya pake celana pendek selutut, yang satunya pake hotpants katun putih dengan motif hearts warna pink. Begitu si cowok bercelana pendek selutut yang gue rasa sebagai "the man"-nya itu meminta dia nunggu di mobil Honda Jazz silver yang diparkir di depan, cowok berhotpants yang gue rasa adalah "the woman" melenggang keluar sambil melahap sundae yang udah diterimanya dan bersandar di kap depan. Gue cuma bisa melihat sambil geleng-geleng kepala.
Pagi ini, gue ngeliat ada cewek merokok, dua cewek bergaya tomboy, dan pasangan maho, lagi. Buset, memang kehidupan seperti ini hanya bisa terlihat di waktu malam. Dimana kenyataan hidup lebih terlihat jelas. And that's what I like about the night.

Dan yang ketiga, KFC punya wi-fi. Tapi tadi gue coba koneksi malah minta kode pengaman. Lah, serius gak sih pasang label "INTERNET CORNER" di depan?

Back to kegalauan gue. Sambil mengetik, gue mencoba membongkar ingatan-ingatan gue selama 9 bulan ini. Dari yang sweet sampai yang bitter, dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan, dll.

Yang menyenangkan, gue ngerayain satu tahun hubungan gue sama pacar gue, dan berlanjut meski sempat hitungannya mentok dan dilanjutin lagi Februari 2011, dan membuat perhitungan anniversary bergeser jauh ke November. But that's not the matter. As long as we could be together, time will not divide and fade the chances to share love between us. Eaaaaaaaaaaaaaaaa #kesambet
Gue malah berencana untuk datang lagi ke Jakarta tahun ini, kali ini sendirian, dengan target lebih gede : ketemu camer. Semoga bisa terlaksana dan acara ketemu camernya sukses. Amin. I really missed her, a LOT.

Yang menyedihkan, gue kehilangan nenek gue yang meninggal dunia bulan Oktober lalu. Well, enggak terlalu menyedihkan buat gue, karena semua orang pasti akan pergi, entah sementara atau permanen. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyingkapi itu semua. Lagipula gue udah kebanyakan ngeluarin air mata gue untuk hal-hal yang percuma seperti menangisi perpisahan gue dengan mantan-mantan gue. Dua tahun lalu mungkin semua itu berarti. Tapi lama kelamaan gue mulai menegaskan pikiran gue, "Buat apa elo nangisin orang-orang yang enggak pernah mencintai elo dari hati? Percuma, bego! Mereka enggak akan ngeliat lagi ke elo. Yang ada mereka akan berpikiran kalau mereka dulu 'pernah memacari cowok childish yang takut dipukuli, lemah sama cewek dan jadi target empuk biar dompetnya (gue) tipis, sementara dompet gue (si mantan) utuh hingga akhir bulan', dan harus dilupakan biar bisa nyari cowok layaknya pangeran yang tampan, kaya, macho, setia, dll. NGIMPI!!! Kalau elo terus kayak gitu, sama aja elo melemahkan hati elo, gak berani moving on, lama kelamaan jiwa elo membusuk bersama dengan bertambahnya usia elo. Elo mau kayak orang enggak punya jiwa? Hidupnya kosong tanpa tujuan? SO LUPAIN DUA ORANG GAK BERGUNA ITU DAN MAJU TERUS!"

Pelajaran yang dapat gue ambil dari konflik hati gue adalah, elo enggak akan bisa jadi orang yang lebih baik tanpa ada sesuatu di masa lalu elo, tapi jangan biarkan masa lalu terlalu lama hidup, elo harus maju bersama waktu, karena itulah hakikat manusia yang sebenarnya.

Gue kok jadi kelamaan kesambet gini ya? Hadeh...

Gue masih gak mengerti perbedaan yang kecil bisa mempengaruhi sebuah konstitusi fundamental. Tapi setelah melakukan suatu kesalahan tertentu, gue mengerti kalau homogenitas udah terlalu lama berkembang di Indonesia. Perbedaan kecil seperti lemparan batu oleh Nabi Daud As. dapat membuat Jalut goyah dan tumbang. Itu sebabnya gue sekarang jarang online di facebook gue, karena gue gak mau asal bunyi lagi terjadi, yang bisa membuat konstitusi segede Amerika bisa kacau gara-gara kata-kata gue. Udah cukup tanda-tanda bagi gue untuk segera menghilang tanpa jejak setelah gue lulus kuliah, itu lebih baik daripada gue tetap muncul di mata mereka dan membuat kekacauan yang membuat gue dikucilkan. Gue lebih suka meng-exile diri gue sendiri dari hadapan orang lain daripada gue di-exile oleh massa. Mungkin kalian merasa aneh kan? Tapi itulah gue. Bukan elo.

At the end of this morning's posting, gue harus segera menentukan langkah gue. Gue harus bisa lebih aktif. Gue harus bisa fokus pada masa depan gue. Dan yang terakhir, gue harus tegas pada diri gue sendiri. Dan semuanya harus gue lakukan mulai sekarang. Terima kasih atas perhatian kalian semua atas postingan pagi ini. Gue akan kembali menjalani hidup gue yang penuh dengan kata "BY MYSELF". Semoga postingan ini bisa mengingatkan kembali apa tujuan gue.

Oke, selamat pagi semuanya dan selamat tidur...
Buat KFC, thanks paket super besar-nya dan ngebolehin gue nambah tagihan listrik.

Monday, April 26, 2010

Dog is the Human's Best Nemesis

Kenapa gue tulis kayak gitu?
Nanti gue jelasin. Pokoknya panjang.
Gue sering dengar kata-kata bijak (yang terkadang kedengaran aneh di telinga gue) dari barat. Entah siapa yang nemuinnya pertama kali, gue gak tau.

Contoh 1 :
Only he will dare to go to his limits, who knows that there will also be a life after reaching them.
Oke, masuk akal.

Contoh 2 :
Gaze at the stars, but watch the holes in the road.
Oke, gue setuju. Meskipun agak konyol.

Contoh 3 :
We'll never find happiness if we don't stop looking for reasons to be unhappy.
Agak rumit, tapi zuper!

Tadi itu 3 contoh kata-kata bijak yang bagus yang bisa ditemukan dalam hp gue. Tapi ternyata, yang paling konyol datang di dunia kedua gue : internet.
Pernah sekali gue liat yang kayak gini :
Sesungguhnya setiap orang itu gila, dan hanya cintalah penawarnya.

Oh gitu ya?
Kalau gitu gimana dengan orang yang lebih suka menyendiri? Apa mereka dianggap sebagai orang yang lebih gila dari orang gila?
Lalu, gimana dengan istilah 'cinta gila'? Bukankah itu artinya orang yang sedang bercinta itu lebih gila?
Dan masih banyak pertanyaan sejenis datang dari pikiran gue.
Kalau ketemu siapa yang bilang untuk pertama kalinya, gue mau tarik mulutnya yang dower itu sampai manyun selamanya.
Dasar asbun! Mikir dulu kek kalau mau bilang satu dua patah kata.
*gue emosi*

Benar, jangan lupa dan jangan sungkan untuk berpikir kembali sebelum melakukan sesuatu, apalagi yang sifatnya lisan.
Peribahasa Arab pernah bilang : 'lidah lebih tajam dari pedang'.
Peribahasa Indonesia : 'mulutmu harimaumu'
Artinya kan sama, gimana kalau kita gabungin aja.

'Lidah mulutmu lebih tajam dari pedang harimaumu'

Hoh?
Kok jadi aneh...

Tapi tetap saja, kata-kata paling konyol lebih sering datang dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh, kalimat ini.
'Dog is the human's best friend'

Bagus, sekalian aja semua temannya itu anjing. Gak perlu manusia. Pacaran juga sama anjing, nikah sama anjing, malam pertama bareng anjing, nge-date di kafe dengan anjing, ciuman dengan anjing, kalau perlu anaknya setengah anjing setengah manusia alias Weredog.

Bagaimana bisa dia mencetuskan ide berupa kata-kata itu???
Apa dia orang yang kesepian, gagal dalam asmara, karir, dan lain-lain, dan tinggal di rumah sederhana bersama seekor anjingnya yang setia, lalu dalam sepinya hidup dia hampir stres, lalu dirawat oleh anjingnya, lalu mereka jatuh cinta, menikah dan punya anak???
Mungkinkah begitu kenyataannya???

Kalau gue disuruh jawab, gue akan jawab ya. Kenapa? Setelah melihat perilaku manusia saat bersama binatang peliharaan mereka, gue mampu berkesimpulan seperti itu.
Contoh, tante gue dengan kucingnya.

"Ello, nanti kamu mandi ya. Sini bulunya dibersihin"
"Miaw"
"Ini makan malam kamu. Steak ikan"
"Miaw"
"Ello, kamu bosan ya? Yuk kita main"
"Miaw"
Lalu si kucing yang namanya ello itu digendong, lalu punggungnya ditepuk. Ajaib, tuh kucing tidur.

Ajib...

Gue jadi bingung, itu kucing... anak apa binatang peliharaan???

Gue sendiri bicara anjing itu bukan karena suka, tapi karena benci.

Awalnya gue gak terlalu benci sih, malah di halaman belakang rumah gue sering banget anjing-anjing berkeliaran, cari makan, cari pasangan, kumpul kebo. Eh, dalam hal ini kumpul anjing. Lalu tiap hari terdengarlah gonggongan anjing tanpa henti. Apalagi malam, makin suram.
Saat itu gue masih kecil, dan masih musimnya Mickey Mouse. Jadi ada anjing coklat, gue panggil Pluto.
Dan anjing tertuduh bernama Pluto itu cuma bisa bilang...
"Guk guk"

Kebencian terhadap anjing dimulai saat suatu ketika ada pelajaran Agama. Di buku, tertulis, anjing tergolong najis paling berat, najis mughallazah. Kena sedikit saja, harus dibersihkan dengan air yang dicampur dengan tanah yang benar-benar bersih 7 kali, lalu dibasuh lagi dengan air bersih sebanyak 6 kali.
Merepotkan, hanya terkena sedikit saja harus dibegituin. Apalagi kalau digigit. Rabies duluan...

Gue sendiri pernah dikejar anjing 2 kali. Pertama kali gue dikejar anjing itu saat SD.

Waktu itu gue mau main di rumah temen gue Franky. Dan sebagaimana rumah-rumah disekitarnya, rumah si Franky tentu saja punya anjing. Anjing herder coklat kehitaman ada di depan rumah waktu gue datang. Gue mencoba untuk tenang, tapi tetap aja dalam hati gemetaran.
Gue manggil Franky.
"Franky, main yooookkkk!!!"
Beberapa detik kemudian, kakaknya yang keluar dari pintu depan.
"Franky lagi tidur. Masuk dulu dek!"
"I,iya kak..."
Gue pun buka pagar, masukkan kaki sedikit, tiba-tiba...

Tuh anjing yang tadinya baring adem ayem, kepalanya tegak, menatap gue.
Gawat, jangan-jangan...

Gue mencoba untuk tetap tenang, dan memberanikan diri untuk tetap masuk ke rumah itu.
Tuh anjing mulai berdiri. Kayaknya dia udah siaga dengan kedatangan gue.

Gak sampai sedetik, kayaknya lampu ijo udah nyala buat tuh anjing. Pertanda gawat!!! Gue dikejar!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!! Tolong!!!

Gue berlari sejadi-jadinya dan se-memanusia buta-nya sambil teriak "Tolooooooooooongggggg!!! Lontooooooooooooong!!!!!!"
Eh, gak taunya ada anak kecil keluar dari rumah bilang kayak gini "Abang tukang lontongnya mana? Kok gak ada?"
Sadar salah nyebut satu-satunya kata yang bisa nolongin gue itu, gue sekali lagi bilang dengan benar, "Tolooooooooongggggg!!! Tolongggggggg!!! Tolooooooooooongin gueeeeeeeee!!!"
Tapi yang gue gak tau, gue dengan suara yang masih agak tinggi dan belom disunat, teriakan gue malah kedengaran kayak anak perempuan nangis abis dicubit.

Dalam lari dan teriakan yang diikuti dengan gonggongan anjing itu, gue berpikir "Gue harus lari terus! Gue harus bisa selamat!!! Gue gak mau kena rabies!!! Gak mau!!!"
Jalan di luar gang hampir keliatan, dan lalu lintas lagi cukup padat. Gue gak mau lari terus!!! Gue harus berhenti! Kalau gak, gue bakalan ketabrak dan mati gak elit karena beritanya 'SISWA SD TEWAS TERTABRAK MOBIL SAAT MELARIKAN DIRI DARI KEJARAN ANJING RABIES'

Makin dekat dengan jalan raya, dan belum ada tanda-tanda gue akan diselamatkan, gue mulai pasrah. Berakhirlah kisah gue, berakhir dengan tragis hanya karena anjing... Gue gak tau gue bakalan masuk surga atau neraka. Yang pasti gue gak mau ada anjing di dua tempat itu.

Gonggongan tuh anjing edan tiba-tiba berhenti. Heran, gue berhenti, ngeliat ke belakang. Rupanya Franky dan kakaknya datang dan nyelamatin gue dari kejaran anjing edan itu. Di saat nafas gue habis, kaki mau patah, tangisan tanpa henti, gue baru diselamatin...

Kejam lo Frank!!!!

"Li, katanya mau main tadi?"
"Gak jadi!!! Gara-gara anjing lo itu!"
"Hahaha..."

Anjrit, tuh anak malah ketawa lagi...

Kedua kalinya gue dikejar anjing itu Sabtu kemarin. Saat mendung panas menyengat, gue ngumpulin duit receh, mau beli minuman di warung depan jalan. Keluar rumah, ada anjing hitam tetangga menunggu mangsa. Namanya kalau gak salah Donna.
Buset, itu nama anjing atau nama banci kakap di Mempawah???

Gue berjalan perlahan-lahan, tuh anjing mulai menggonggong ke arah gue. Biarpun talinya diikat di pagar dan pemiliknya ada di samping tuh anjing, gue tetap aja gak tenang. Gue tetap berlalu sampai akhirnya terjadi hal yang gue khawatirkan.

Tali. Anjing. Lepas.

Ohhhhh, sh********tttttt!!!

Tuh anjing ngejar gue dengan brutal, dan kayaknya gak ada tanda pemiliknya mau menangkap anjingnya itu. Anjrit, binatang dengan tuannya sama aja. Brutal. Gue dikejar lagi, tapi gak lama karena akhirnya pemiliknya balik ke status 'manusia'nya lagi dan nangkap talinya.
Sementara gue sendiri, setelah teriak histeris karena hampir digigit, kesandung batu besar di jalan. Gue jatuh dan kaki kiri gue luka. Yang lebih anjrit lagi, orang-orang yang ngeliat gue bukannya bantuin gue, malah ngetawain dan bilang "Bodoh" di depan gue.

Super anjrit.

Pengen nabok tuh orang, tapi orangnya besar, gak usah ajalah...

Dan sampai posting ini diketik, luka gue belum sembuh, dan gue sekarang terpaksa jalan pincang.
Huahuahuahuaaaaa....

Dan gue harus nyanyi lagu Jamrud.

"ANJING EDAN, APA SALAHKOOOOOO????"

Monday, April 5, 2010

Dua Minggu, Rambut Baru, dan Hilangnya Titisan Edgar

4 April 2010

Telah dua minggu gue dan pacar gue jalani hubungan ini. Semoga bisa bertahan sampai akhir.
Btw, akhirnya kapan ya?

Gue gak punya ide dalam membuat sesuatu yang indah kali ini, entah kenapa. Gue coba ngirimin sesuatu, malah jadi ngegombal. Wadooooohhhh...

But hell yeah, I've enjoyed every seconds I've spent with her, even though we're not directly connected. And I could imagine what would happen if we're together. I hope something bad would never coming to both of us... :)

Back to main theme...
Hari itu gue diajak ke mall dengan keluarga berenam. Gue, adik gue, nyokap, Nadia, adik Nadia, nyokap Nadia. Setelah makan di Solaria, para adik berpisah dan main di Fun Station. Para nyokap cari-cari sepatu di Matahari. Gue dan Nadia ke salon.

Di salon Yovie, Nadia ngajak gue potong rambut. Rambut gue yang lebih mirip bara api itu akhirnya dipotong juga. Huahuahua, terharuuuuuuu...

Tapi masalahnya, gue gak punya ide rambut gue harus dipotong apa, lagipula ini adalah kali pertama gue salonan di mall. (kampungan banget)

Untuk selanjutnya, gue mohon maaf yang sebesar-besarnya buat orang-orang yang bekerja di salon kalau kalian membaca ini. To tell you the truth, gue benar-benar gak tau-menau soal salon. Jadi jika ada kesalahan penyebutan barang-barang yang ada di dalam salon, tolong dianggap wajar.

Akhirnya dengan berat hati, gue melangkah menuju tempat buat creambath. Disana, rambut gue disiram, dan gue merasakan rambut yang pernah jadi bara api itu menjadi berat, seakan-akan kini bara api itu menjadi air terjun. (tsaaaaaaahhhh, kesambet)
Tapi beneran loh! Sekarang beban di kepala gue bertambah 3x lipat.

Gue kira udah selesai, rupanya dikasih shampo, abis itu dikasih sesuatu lagi. Gak tau apa, tapi telinga gue diusap-usap. Gue mengerang kegelian (emang ada), baru tuh pegawai salon panik buat tenangin gue lagi. Tau rasa lo, jangan mainin telinga gue. Nanti alat intel yang udah terpasang disitu rusak.

Selesai creambath (atau apalah namanya) gue menuju cermin, akhirnya rambut gue dipotong juga. Aslinya gue paling benci potong rambut. Kalau dipotong gue biasanya jadi menggeliat kayak belut. Tapi kali ini karena potongnya di mall, gue terpaksa nahan hal itu, kalau gak harga diri gue yang bakalan hancur.

HARGA DIRI GITU LOH!!!

Selesai potong rambut, gue ngeliat cermin. Bukannya mau bilang gue makin ganteng, yang motongin rambut gue malah bilang...
"Ya Oloh, uban keluar semua"
Uban-uban itu berkeluaran setelah inang tempat mereka bernaung dipangkas habis.
"Kamu umurnya berapa?"
"19"
"Kok udah panen uban?"
"Gak tau juga kak"
"Kamu gak nipu umur kan???"
"Gak" (dalam hati "Anjrit ditanyain mulu, diem aja napa???")

Seakan mengerti apa yang gue bilang dalam hati, kakak yang motongin rambut gue itu langsung diem sebentar lalu nanya.
"Kamu mau diapain lagi?"
Rambut gue udah pendek, tapi gara-gara panen uban itu gue harus mikir ulang.
"Diwarnain aja kak"
"Tapi sejam loh"
"Waduh"

Dengar kata 'sejam', gue mikir 4x lebih banyak. Alhasil, gue batalin niat gue untuk punya rambut warna biru-hitam.
"Kapan-kapan aja deh kak"
"Oke, kapan-kapan datang lagi ya"

Selesai, gue disuruh balik ke tempat keramas itu. Dan rambut gue dibasahin lagi, dishampoin lagi, dikasih foam lagi. Hadoh, bikin repot aja. Lalu rambut gue dirapiin lagi. Oleh Nadia, gue dikasih rambut emo-style. (maklum tuh anak rocker, dikit-dikit emo, dikit-dikit emo, emo kok sedikit-sedikit???) Gak cocok, dia malah bilang...
"Kenapa rambut lo keriting? Coba aja lurus"
"Keriting bukan pilihan gue tau!!!"

Bagus, setelah gue liat rambut gue yang sekarang dengan gaya emo, gue bukannya terliat kayak anak emo. Gue malah mirip Clak Ken gak jadi.
Dan sekarang, rambut gue malah mirip rambut Edgar...

Ngomong-ngomong soal Edgar, perlu kalian ketahui, adik gue dan adik Nadia itu kelakuannya 90% mirip Edgar. Terutama adik gue, yang masih suka keluar rumah tanpa celana, dan tanpa ragu memperlihatkan 'titit'nya ke orang banyak.

Untungnya tuh anak gak beneran bilang "kasih titit! kasih titit!".

Dan pada hari itu, 4 April 2010, mereka hilang di A Yani Mega Mall!!!

Gue sih seneng-seneng aja mereka hilang. Kalau diculik pun gak apa. Tapi sebaiknya jangan deh. Kasian penculiknya, bukannya dapat uang, mereka malah bokek gara-gara tuh anak cuma mau hal-hal tertentu. Makan aja minimal harus ayam goreng + nasi + cola. (paket makan di KFC ya?) Kalau gak, mereka gak mau makan.

Yang paling parah, para nyokap kalap.
"Auliiiiii, cariin adekmu sampai dapet! Kalau gak kita gak pulang!!!"
Wadoh, kayak gak ada kerjaan lain aja. Mending gue di rumah, ngerjain tugas gue.

Dan terpaksa gue dan Nadia berpencar mencari mereka berdua yang nyusahin itu.

10 menit
20 menit
30 menit

Gak ketemu.

Sampai gue ketemu Nadia lagi, mereka belum dapat juga.
Balik ke nyokap, gue dan Nadia berpencar lagi.
Kaki gue udah mau patah, dari tadi berdiri berlari mulu nyariin 2 tuyul itu.

1 jam telah berlalu sejak gue dan Nadia mulai berpencar, Nadia malah ngajak gue ke Naughty dan belanja tas plastik.
Buset, nih anak masih sempat-sempatnya mikirin belanja.

Selesai belanja, kami berpencar lagi. Para nyokap udah memutuskan buat pulang, dan balik ke Sepakat 1. Waktu gue masuk ke Gramedia, Nadia nelpon gue.

"Aulot, gue udah dapat 2 tuyul ini"
"Hah?"
"Tunggu di depan Gramedia"
"Oke"

2 titisan Edgar itu akhirnya ketemu setelah selama 1 jam gue bolak-balik nyariin keliling Mega Mall.
Setelah ketemu lagi, gue langsung tebasin lengan jaket coklat gue ke pantat adek gue.
Nadia pun nanya...

"Darimana kalian berdua?"
"Fun Station"
"Kenapa tadi gak ada?"
"Lagi main Hide And Seek"

Gubrak

PS : Jangan sekali-kali tinggalkan adek-adek kalian tanpa alat koneksi. Pokoknya jangan.

On the other hand, seminggu lagi gue mid. Mungkin udah saatnya bagi gue untuk hiatus beberapa waktu ini. Tulisan gue akan absen sementara berbarengan dengan update status gue di facebook dan twitter.
Doain gue sukses di mid ya guys!!!

Kalau mau add facebook Nadia, silakan kunjungi
http://www.facebook.com/profile.php?id=100000544654354

Friday, February 26, 2010

Cerita Gue - Part 1 : Gue dan Kejahilan Gue

Well, setelah satu tahun kalian bersama denganku selama ini, apa kalian melihat sesuatu yang berbeda?
Atau merasa aku berubah?
Kalau ada, jangan lupa 'post your comment here'.
Either it's good or bad, I never care.
I'll appreciate your comment.

Kalau ngomongin soal berubah, aku selalu merasa down.
Di tahun lalu, aku gak merasa ada perubahan yang bersifat penuh manfaat terhadap orang banyak.
Kalaupun ada, itu cuma buat diri sendiri.
Senang, senang sendiri.
Sedih, sedih sendiri.
Nangis, nangis sendiri.
Itulah aku ini... (loh? kok jadi Dangdut?)
Gimana mau jadi mahasiswa yang baik dan mampu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kalau kayak gini???

Okay, let those "Triple Duty" things get aside from us for a while. (terjemahan semi-kasar dari "oke, mari kita kesampingkan masalah tri dharma dari kita untuk sementara waktu")
Hey, what the hell with "Triple Duty"?
Okay, let me explain.
Kalian udah pasti tau arti Tri kan?
Gak mungkin gak tau, tuh bahasa Inggris yang sedemikian populer bahkan punya banyak slang itu aja pake 'Tri'.
Nama orang aja ada yang pake 'Tri'.
Kartu HP juga ada yang pake 'Tri'.
Ada lagi.
Coba aja tanya mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN.
Tanya aja, "Bang/Kak, tau Tri gak?"
Paling-paling mereka bakalan jawab, "Tri? Oh, yang Mister Tri itu ya? Yang suka bilang 'Cakep, cakep, cuakep, jojing, jojing, jojing, mau, mau, mau' itu kan? Kenal dong, kan terkenal banget. Nih, yang lagi nulis note ini. Itulah Mister Tri."

TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Oh, dear god, mudah-mudahan masih ada yang gak tau masa lalu tersuram dalam hidupku...
Amin...

Dan Dharma adalah...
Kalau gak salah (dalam kamus oon di otakku) Dharma itu artinya kewajiban.
Jadi terjemahin aja.
Hasilnya Duty.
Tapi kalau 'Triple Duty', kok artinya berubah ya?
Artinya kewajiban pangkat 3.

-_-.......................................

Kebiasaan.
Sisa-sisa belajar Matematika masih melekat.
Saking malasnya nyebut jumlah pangkat, dipakailah bahasa latinnya, atau Inggris, kalau ada.
Pangkat 2 aku bilang Quadrate, pangkat 3 aku bilang Triple, pangkat 4 aku bilang Quarto, pangkat 5 aku bilang Quinta...
Oke, 2 terakhir mungkin kedengaran mengada-ngada, soalnya bawa-bawa nama kertas dan nama pemain sepak bola atau satuan berat.
Tapi begitulah yang terjadi.
Dan anak-anak IPA tempat aku minta ajarin kalau ada yang gak aku mengerti bengong-bengong sendiri.

Sebelum lanjut, aku minta izin dulu buat yang baca nih note.
"Bisa bolehin aku nulis pake bahasa gaul, atau semi-gaul menurutku, gimana?"
Kalau boleh, aku lanjut.
Kalau gak boleh, maaf, silakan cari bacaan lain yang cocok buat anda.

Tentukan pilihanmu, sekarang.

5
4
3
2
1
...

Loh? Kok jadi Choky Sitohang?

So, it's settled then.
I'll continue this silly stupid absurd note.
Tapi kalau ada yang gak berkenan di hati, ingatlah, ini bukan tempat yang tepat buat marah-marah.
No hard feelings... :-)

Mulai sekarang, gue lanjut nulis pake 'gue' sebagai subjek dan 'elo' sebagai objek.
Ya iyalah, cengok.
Emang siapa lagi modelnya? Kambing?
(Buat mas Radith yang ternyata kebetulan baca note dalam bahasa Indonesia dan bukan dalam sastra Zimbabwe ini, maafkan saya telah membawa-bawa nama anda disini. I don't mean to be mean with you. Anyway, mas Radith. Saya udah pernah nyobain tuh gaya Swahili. Dan hasilnya...., ternyata benar, ada efek samping. Lubang hidung saya mengembang 5 mm. Dan itu membuat saya lebih mudah mencabut bulu hidung saya yang panjang-panjang itu. Meskipun sakit, gak masalah. Enjoy aja. Hahaha... :-) )
Cengok lo.

Oke, gue mulai dari sekeliling rumah gue, baik di Pontianak maupun di Mempawah, kota asal gue.
Ada kesamaan yang menyelubungi kedua tempat itu.
Pertama, kedua tempat itu adalah tempat tujuan gue yang terakhir setelah selesai menuntut ilmu seharian.
Kok terakhir? Bukan yang pertama?
Ya iyalah, kutu ngesot.
Kalau gue pulang rumah duluan, gue pasti tidur.
Ngesot lo.

Kedua, suasana di dekat anak-anak kecil.
Di Mempawah, ada sepupu cewek yang baru berumur 1 tahun.
Begitu juga di Pontianak.
APALAGI KEDUANYA JAGO TERIAK-TERIAK DAN NAKALNYA MINTA AMPUN!!!
Mungkin kalau mereka bertemu, orang-orang serumahan gak bisa tidur nyenyak.
Wow...
Buat adek sepupu gue, Azura alias Rara, cepat tumbuh besar ya, tapi jangan kayak nyokap yang tomboy waktu remaja. Nanti kamu jadi kepala geng cewek 'Brandalz Girlz' atau apalah namanya, gak tau deh. Apalagi kakimu tebel kayak aspal jalan, loncat-loncat di atas lantai keramik juga gak bakalan sakit kayaknya.

Ketiga, ngeliatin tiruan 'Edgar'.
Yes, you've got damn right.
Edgar si adik bungsunya mas Raditya Dika.
Tunggu dulu, ini berarti...
Dengar dulu, cengok.
Tiap hari, gue liatin anak laki-laki main di depan rumah.
Gilanya, beberapa dari anak-anak itu gak make bawahan.
Iya, cengok, bawahan bukan atasan.
Jadi mereka berlari-lari dan membiarkan 'gajah Shinchan' mereka itu mengangkat dan menurunkan 'belalai'nya sambil diliat orang banyak.

Gue jadi mikir, kalau misalnya mereka tengah main dipotret oleh nyokap mereka dan dipajang dengan bangga oleh sang nyokap yang bilang, "Ini anakku, sehat kan?", mungkin si anak yang udah dewasa bakalan bilang, "Ma, kenapa difoto ma??? Kenapaaaaaaa???".

Tapi ada yang lebih parah lagi dalam pikiran gue.
Bukan, bukan separah yaoi dan shota-yaoi manga yang gak sengaja sering aku baca itu.
Dalam pikiran gue, "Untung mereka gak bilang 'kasih titit, kasih titit!' rame-rame."
"Kalau beneran, bakalan gue kasih makanan kucing."

Bahkan, adik gue di Mempawah yang masih SD itu, masih gak malu keluar rumah tanpa celana.
Apalagi kebanyakan celana pendek adik gue itu selangkangannya robek.
Terlebih dia sering gak pake CD.
Hebat, tontonan gratis! Sirkus 'Gajah Shinchan' menembus tenda di depan anda!! Langsung!!!
Untungnya dia gak bilang "Kasih titit, kasih titit!" di depan gue.
Kayaknya gue bakalan beli makanan kucing 2 karung.

"Kasih titit, kasih titit!"
Kata-kata yang really annoying buat gue.

Well, ketiga hal itu bener-bener bikin gue bosan tinggal di Jeruju.
Ditambah lagi tikus got raksasa banyak yang berkeliaran di antara rumah-rumah.
hiiiiiiii...

Gue pengen pindah.
Buat kalian yang baca ini, tolong bantu gue cariin rumah di Serdam.
Kalau bisa, jangan di daerah dalam.
Lama nyampe ke kampus, tau!

-----------------------------------------

Gue suka jahil.
Iya, bener.
Gue suka jahil.
Terlebih di dunia maya.
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha...

Awal kejahilan gue bermula dari kelas 3 SMA.
Akhir 2007, mulailah demam chatting yang dipelopori oleh IM3, Morange, MXit, dan Mini Friday.
Yang gue sebutin terakhir tadi itu adalah tempat gue sering jahilin orang.
Buat yang gak tau, nih gue jelasin.
Mini Friday itu adalah aplikasi chatting khusus hp symbian.
Chat di Mini Friday itu menampilkan avatar yang bisa dikustomisasi dan room yang berbentuk Bar dan Club.
Gue jahil, jadi gue membuat avatar khusus buat jahilin orang.
Yup, gue bikin avatar cewek.
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha...

Berawal dari Mini Friday, gue dapat akun MXit mereka.
Lalu mulailah usil yang sebenarnya.
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha...

Di Mini Friday, gue (pake avatar cewek) masuk bar, lalu duduk di sudut.
Belum sampai 10 detik, mulailah cowok-cowok berdatangan mengelilingi gue.
Target locked...
Mulailah mereka nanya...

Cowok 1 : Hai cewek...
Cowok 2 : Hai sayang, kenalan dong...
Cowok 3 : Cewek, kenalan dong...
Cowok 4 : Hai cewek, ml yuk...

WTF TUH COWOK 4???
Dan gue gak mau peduliin tuh cowok 4.
Dan percakapan terus berlangsung, 3 lawan 1.

Gue : Hai juga semua...
Cowok 1 : Asli dong
Gue : Pontianak (Buat temen-temen dari Mempawah, ada berita yang mengecewakan. Orang luar pada gak tau Mempawah. Bahkan ada yang bilang kayak gini, 'Apaan tuh Mempawah? Nama binatang atau nama tumbuhan?'. Jadi sekali lagi, kalau kenalan dengan orang yang bukan dari Kalbar, jangan sekali-kali bilang Mempawah)
Cowok 2 : Dimana tuh?
Gue : Kalimantan Barat, sayang...
Cowok 3 : Jauhnya...
Gue : Gak kok, kan cuma dibelah lautan... ^_^
Cowok 1 : Nama kamu dong
Gue : ***** (sorry, gak boleh dipublikasikan. rahasia, biar gue bisa ngusilin kalian lagi. haha...)
Cowok 2 : Masih skul apa kul?
Gue : Skul, mau uan nih...
Cowok 3 : Kok belum tidur? (Waktu itu jam 11 malam)
Gue : Baru abis belajar, belum bisa tidur nih... (Aslinya gue males-malesan di atas tempat tidur, sambil ngakak ngusilin mereka bertiga. HAHAHAHAHAHA...)

Puluhan menit kemudian, gue mulai capek.
Gue mau tidur.
Gue mutusin buat nyudahin aksi jahil gue dengan cara yang 'girly-like' : bilang aja mau tidur.
Yang gue gak tau, rupanya cara ini adalah cara yang ampuh buat cewek mengusir cowok rese' yang suka kirim sms sampe malem.
Dan ansrot-nya, gue pernah jadi korban cara itu.
Kurang asem tuh cewek...

Gue : Semuanya... Sorry ya, mau tidur nih, ngantuk... Aku off dulu ya...
Cowok 1 : Oke deh, met tidur ya...
Cowok 2 : Dadah sayang, i miss u...
Cowok 3 : Bye bye, c u...

WTF TUH COWOK 2???
Baru kenal aja udah berani bilang 'i miss u'.
Jangan-jangan kalau gue kasih nomor hp gue dan sms-an dengan dia, dia bakalan bilang 'i love u...'
Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...
GUE MASIH NORMAL TAU!!!

Yang tadi itu belum seberapa.
Lanjut ke MXit, gue ngusilin orang lagi.
Yang jadi korbannya adalah cowok dengan nama akun MF 'pgn_m'.
Gak tau juga sih, tapi gue rasa tadinya dia pengen make nama 'pgn_ml', tapi takut dianggap pengen begituan, karena namanya dibaca 'pengen ml'.
Hahaha, entahlah.
Gue mulai ngusilin dia, saat itu panas banget.

Gue : Hai
pgn_m : hai juga
pgn_m : lagi ngapain nih?
Gue : mau tidur siang
Gue : tapi panas...
pgn_m : oh
Gue : dari tadi udah pake yang tipis, tapi keringetan juga
pgn_m : oh
Gue : pengen buka lagi aja
pgn_m : oh oh oh
Gue : kok cuma oh?
pgn_m : ah ah oh gapapa kok
Gue : loh kok?
pgn_m : ah ah oh ah gapapa kok sayang oh ah ah

Gue gak tau mau ngakak apa merasa jijik.
Dari pengamatan gue dan cara ngomongnya tadi, gue rasa dia lagi horny lalu lagi c*mming di dalam kamarnya.
Sekalian aja bilang 'oh, oh, give it to me, baby!!! oh, oh...'
Gue log off dari MXit.
Sukses! Gue udah jadi setan yang membuat satu cowok merasa horny.
Dan waktu terus berjalan...

Tadi itu masih belum seberapa.
Gue pernah dapat yang lebih parah.
Pagi hari, gue dibangunkan oleh Nokia 6235 gue yang gue letakkan di samping gue.
Ada SMS masuk.
Gue baca dan...
Arrggggh!!!

Ini SMS-nya.

"Pancaran sinar mentari pagi merona di ufuk timur, cahaya pun datang menerangi hati yang gelap sisa-sisa gemintang malam yang kelam, aku hanya bisa menanti kabar darimu yang masih diam, you don't know how I miss you..."

Di saat itu, gue gak tau mau bersikap kayak cewek atau tetap sebagai cowok.
Jujur aja, gue luluh waktu baca sms itu.
Hati gue mulai pengen bilang, "Duh, co cweet banget... Iya sayang, aku mau jadi pacar kamu kok".
Untung gue gak bales.
Hiiiiiiiiiiiiii... Seraaaaaaaaaaaaam...

Beberapa hari setelah kejadian itu, Mobile Internet Network IM3 di Mempawah rusak.
IM3 udah gak bisa dipake buat akses Internet lagi.
Dan praktis, aksi jahil gue terhenti sementara sejak saat itu.
Bye bye usil di dunia maya...

Sekarang, gue masih jahil kok.
Tapi sayang network IM3 sering gak beres.
Gue sering keluar tiba-tiba dari Mini Friday.
Kayaknya, ini adalah karma yang gue dapet.
Hua hua...
Menyebalkan...
(Oh iya, buat yang ngirim, makasih banget SMS-nya. Gue akan simpan terus kok. Hehehe...)
Powered By Blogger