Showing posts with label masalah-lu. Show all posts
Showing posts with label masalah-lu. Show all posts

Friday, January 20, 2012

Menggalau di KFC

Good Morning everyone.

Oke, mungkin gue gak biasanya beri salam pada kalian seperti ini. Dan mungkin kalian udah lama penasaran kenapa gue jarang nulis lagi di blog. Kenapa eh kenapa?

So I'll try to be true to you. I've been taken hiatus for too long, 9 months to be exact. It has been a long time, and made me wonder how busy I did in the last 9 months, while in the mean time I still could took a nap for every single day except Friday. I can't even understand how my body worked, well, until now.

Akhir-akhir ini gue makin sering tidur kepagian. Entah jam 2, entah jam 3, entah jam 4, kadang-kadang gue malah tidur jam 7. Gue mungkin insomnia, atau mungkin juga gue sedang dalam proses perubahan menjadi makhluk nocturnal.

Apa itu nocturnal?

Nocturnal merupakan sifat dimana sesuatu bekerja lebih banyak di waktu malam dan beristirahat di waktu siang. Kebalikan dari sistem tubuh manusia pada umumnya. Mungkin sifat ini muncul dalam diri gue karena gue makin banyak melakukan interaksi di waktu malam. Entah sama diri gue, atau sama orang lain. Tapi seringnya gue melakukan hal-hal yang enggak sempat gue lakukan di siang hari pada malam hari. Terlebih karena gue tinggal sama sepupu bongsor dengan massa 80 kg, yang menguasai rumah itu saat siang hari, dimana setiap langkahnya dapat menggetarkan lahan seluas 20 meter persegi, dan membuat semua semut yang sedang bekerja keluar dari sarangnya dan serempak berteriak dengan tangan mengadah ke langit, "Oh tuhan, jangan Engkau percepat kedatangan kiamat di muka bumi ini. Kami masih banyak kerjaan!".

Contoh, gue mencuci baju di malem hari dan menjemurnya di luar, berharap jam 10 pagi udah kering. Gue mempersiapkan nasi buat makan esok hari di waktu malam, gue buang sampah di waktu malam, gue begadang ngerjain tugas di waktu malam, dan yang paling terbaru : menggalau di malam hari.

Eit, jangan terkejut. Gue juga manusia. Gue juga bisa menggalau. Tapi gak seperti para anak baru kegedean yang menggalau sambil nangis-nangis di kamar, mukul-mukul bantal, dan nyoret-nyoret kertas sambil dengerin lagu-lagu galau dari Anak Terakhir (bukan yang tertukar?), Membunuh Aku di Dalam (emang ada apa di dalam? ada pistol gitu?), dll., sambil meratap, "Kenapa kamu lebih milih dia? Kenapa???", dan membiarkan matanya sembab karena kelamaan nangis. Baru paginya ditanyain sama orang tuanya, "Kamu kenapa nak? Abis berantem sama jin penghuni kamar kamu ya? Nanti bapak panggilin pak Ustadz, biar jinnya enggak ganggu kamu lagi. Kamu tenang aja ya nak, semua akan baik-baik saja".
Kalau udah di situasi itu, elo mau jawab apa?

Gue menggalau lebih pada bagaimana gue harus mengambil sikap ke depannya. Gue juga selalu ingin waktu untuk sendirian dan merenungkan apa yang telah terjadi selama ini. Enggak heran gue selalu keliatan sendirian, terlebih kalau kalian pernah melihat gue dan berinteraksi dengan gue seharian penuh. Mungkin kalian yang udah jadi teman facebook gue selalu liat status-status gue itu membingungkan, banyak teka-teki, dan enggak penting banget buat dikomentarin, itulah yang kalian pikirkan tentang gue, dan akan terefleksikan dari diri gue dengan jelas pada kalian sendiri. Oke? Semua orang juga butuh perhatian, begitu juga gue. Kalian enggak perhatiin gue, gue juga akan balas enggak akan perhatiin kalian. No hard feelings, karma berlaku sob. You'll get what you've done.

Mungkin kalian mengira gue selalu menggalau di kamar kan? Hahaha, salah besar sob. Elit dikit lah. Gue akhir-akhir ini lebih sering menggalau di KFC.

Buset, KFC!

Dan pada jam-jam segini, waktu yang enggak terlalu ramai karena semua orang tidur, meski enggak semua orang. Kenapa gue milih KFC? Ada beberapa alasan.

Pertama, KFC buka 24 jam, pertama di Pontianak. Tertinggal banget ya Pontianak? Ya begitulah, susahnya negara kepulauan.

Kedua, sambil gue makan, gue bisa memperhatikan orang-orang yang mengunjungi KFC. Dari waiter sampai pengunjungnya, dari cowok sampai cewek, dari yang normal sampai yang maho, dari yang fashionista sampai yang cuek bebek dengan penampilannya.
Gue pernah melihat ada dua orang cowok memesan makanan di depan gue. Yang satunya pake celana pendek selutut, yang satunya pake hotpants katun putih dengan motif hearts warna pink. Begitu si cowok bercelana pendek selutut yang gue rasa sebagai "the man"-nya itu meminta dia nunggu di mobil Honda Jazz silver yang diparkir di depan, cowok berhotpants yang gue rasa adalah "the woman" melenggang keluar sambil melahap sundae yang udah diterimanya dan bersandar di kap depan. Gue cuma bisa melihat sambil geleng-geleng kepala.
Pagi ini, gue ngeliat ada cewek merokok, dua cewek bergaya tomboy, dan pasangan maho, lagi. Buset, memang kehidupan seperti ini hanya bisa terlihat di waktu malam. Dimana kenyataan hidup lebih terlihat jelas. And that's what I like about the night.

Dan yang ketiga, KFC punya wi-fi. Tapi tadi gue coba koneksi malah minta kode pengaman. Lah, serius gak sih pasang label "INTERNET CORNER" di depan?

Back to kegalauan gue. Sambil mengetik, gue mencoba membongkar ingatan-ingatan gue selama 9 bulan ini. Dari yang sweet sampai yang bitter, dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan, dll.

Yang menyenangkan, gue ngerayain satu tahun hubungan gue sama pacar gue, dan berlanjut meski sempat hitungannya mentok dan dilanjutin lagi Februari 2011, dan membuat perhitungan anniversary bergeser jauh ke November. But that's not the matter. As long as we could be together, time will not divide and fade the chances to share love between us. Eaaaaaaaaaaaaaaaa #kesambet
Gue malah berencana untuk datang lagi ke Jakarta tahun ini, kali ini sendirian, dengan target lebih gede : ketemu camer. Semoga bisa terlaksana dan acara ketemu camernya sukses. Amin. I really missed her, a LOT.

Yang menyedihkan, gue kehilangan nenek gue yang meninggal dunia bulan Oktober lalu. Well, enggak terlalu menyedihkan buat gue, karena semua orang pasti akan pergi, entah sementara atau permanen. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyingkapi itu semua. Lagipula gue udah kebanyakan ngeluarin air mata gue untuk hal-hal yang percuma seperti menangisi perpisahan gue dengan mantan-mantan gue. Dua tahun lalu mungkin semua itu berarti. Tapi lama kelamaan gue mulai menegaskan pikiran gue, "Buat apa elo nangisin orang-orang yang enggak pernah mencintai elo dari hati? Percuma, bego! Mereka enggak akan ngeliat lagi ke elo. Yang ada mereka akan berpikiran kalau mereka dulu 'pernah memacari cowok childish yang takut dipukuli, lemah sama cewek dan jadi target empuk biar dompetnya (gue) tipis, sementara dompet gue (si mantan) utuh hingga akhir bulan', dan harus dilupakan biar bisa nyari cowok layaknya pangeran yang tampan, kaya, macho, setia, dll. NGIMPI!!! Kalau elo terus kayak gitu, sama aja elo melemahkan hati elo, gak berani moving on, lama kelamaan jiwa elo membusuk bersama dengan bertambahnya usia elo. Elo mau kayak orang enggak punya jiwa? Hidupnya kosong tanpa tujuan? SO LUPAIN DUA ORANG GAK BERGUNA ITU DAN MAJU TERUS!"

Pelajaran yang dapat gue ambil dari konflik hati gue adalah, elo enggak akan bisa jadi orang yang lebih baik tanpa ada sesuatu di masa lalu elo, tapi jangan biarkan masa lalu terlalu lama hidup, elo harus maju bersama waktu, karena itulah hakikat manusia yang sebenarnya.

Gue kok jadi kelamaan kesambet gini ya? Hadeh...

Gue masih gak mengerti perbedaan yang kecil bisa mempengaruhi sebuah konstitusi fundamental. Tapi setelah melakukan suatu kesalahan tertentu, gue mengerti kalau homogenitas udah terlalu lama berkembang di Indonesia. Perbedaan kecil seperti lemparan batu oleh Nabi Daud As. dapat membuat Jalut goyah dan tumbang. Itu sebabnya gue sekarang jarang online di facebook gue, karena gue gak mau asal bunyi lagi terjadi, yang bisa membuat konstitusi segede Amerika bisa kacau gara-gara kata-kata gue. Udah cukup tanda-tanda bagi gue untuk segera menghilang tanpa jejak setelah gue lulus kuliah, itu lebih baik daripada gue tetap muncul di mata mereka dan membuat kekacauan yang membuat gue dikucilkan. Gue lebih suka meng-exile diri gue sendiri dari hadapan orang lain daripada gue di-exile oleh massa. Mungkin kalian merasa aneh kan? Tapi itulah gue. Bukan elo.

At the end of this morning's posting, gue harus segera menentukan langkah gue. Gue harus bisa lebih aktif. Gue harus bisa fokus pada masa depan gue. Dan yang terakhir, gue harus tegas pada diri gue sendiri. Dan semuanya harus gue lakukan mulai sekarang. Terima kasih atas perhatian kalian semua atas postingan pagi ini. Gue akan kembali menjalani hidup gue yang penuh dengan kata "BY MYSELF". Semoga postingan ini bisa mengingatkan kembali apa tujuan gue.

Oke, selamat pagi semuanya dan selamat tidur...
Buat KFC, thanks paket super besar-nya dan ngebolehin gue nambah tagihan listrik.

Tuesday, March 8, 2011

After the Storm...

Kembali lagi ke blog, setelah beberapa pekan terakhir ini galau, resah, gelisah, bingung tak berujung, dan nasib buruk mulai terungkap perlahan-lahan...

NASAKOM!!!


Ingat. NASAKOM ini bukan berarti "Nasionalis, Agama, Komunis" seperti yang didengungkan oleh our founding father Soekarno pada masa orde lama. NASAKOM ini berarti "Nasib Satu Koma", masalah terbesar para mahasiswa, nomor dua setelah gagal ujian skripsi.


Ya, benar sekali.


IPS ini gue dapat satu koma! Dengan nilai yang beraneka ragam seperti pelangi. Semua huruf ada!


Jangan bilang 'wow'!


Dan itulah semester terburuk dalam perkuliahan gue. Harus gue akui, hasil ini bukan semata-mata kecelakaan, tapi juga karena ulah gue sendiri yang insomnianya jadi tambah parah. Terlebih ada 2 mata kuliah yang gue ambil kelas pagi. Awalnya mungkin bisa. Tapi lama-kelamaan jadi susah. Dan begitulah jadinya, skip classes...


Namun gue udah gak mau mikirin itu lagi. Udah saatnya lepas dari masa lalu yang mengikat hidup gue. Waktu akan terus berjalan. Gue gak boleh diam sendirian. Gue harus bergerak maju, melanjutkan hidup gue...


Dan semester ini, muncul semangat baru, melihat Behavioral Accounting yang ternyata sangat menarik! Entah karena ada sosiologi dan psikologi di dalamnya atau apa, yang penting semangat gue bisa pulih kembali, terlebih setelah kuliah siang ini...


"Mahasiswa jurusan akuntansi selalu salah kaprah. Kalau skripsi, gak penting yang namanya bikin skripsi ada hitung-hitungannya! Gak usah takut kalau ditanya hitungannya dimana dan sebagainya."

Dan jadilah semangat gue balik lagi. Ditambah lagi dengan kembalinya virus merah jambu, gue berharap, semoga di semester ini gue bisa lebih baik lagi. Amin...

Monday, April 26, 2010

Dog is the Human's Best Nemesis

Kenapa gue tulis kayak gitu?
Nanti gue jelasin. Pokoknya panjang.
Gue sering dengar kata-kata bijak (yang terkadang kedengaran aneh di telinga gue) dari barat. Entah siapa yang nemuinnya pertama kali, gue gak tau.

Contoh 1 :
Only he will dare to go to his limits, who knows that there will also be a life after reaching them.
Oke, masuk akal.

Contoh 2 :
Gaze at the stars, but watch the holes in the road.
Oke, gue setuju. Meskipun agak konyol.

Contoh 3 :
We'll never find happiness if we don't stop looking for reasons to be unhappy.
Agak rumit, tapi zuper!

Tadi itu 3 contoh kata-kata bijak yang bagus yang bisa ditemukan dalam hp gue. Tapi ternyata, yang paling konyol datang di dunia kedua gue : internet.
Pernah sekali gue liat yang kayak gini :
Sesungguhnya setiap orang itu gila, dan hanya cintalah penawarnya.

Oh gitu ya?
Kalau gitu gimana dengan orang yang lebih suka menyendiri? Apa mereka dianggap sebagai orang yang lebih gila dari orang gila?
Lalu, gimana dengan istilah 'cinta gila'? Bukankah itu artinya orang yang sedang bercinta itu lebih gila?
Dan masih banyak pertanyaan sejenis datang dari pikiran gue.
Kalau ketemu siapa yang bilang untuk pertama kalinya, gue mau tarik mulutnya yang dower itu sampai manyun selamanya.
Dasar asbun! Mikir dulu kek kalau mau bilang satu dua patah kata.
*gue emosi*

Benar, jangan lupa dan jangan sungkan untuk berpikir kembali sebelum melakukan sesuatu, apalagi yang sifatnya lisan.
Peribahasa Arab pernah bilang : 'lidah lebih tajam dari pedang'.
Peribahasa Indonesia : 'mulutmu harimaumu'
Artinya kan sama, gimana kalau kita gabungin aja.

'Lidah mulutmu lebih tajam dari pedang harimaumu'

Hoh?
Kok jadi aneh...

Tapi tetap saja, kata-kata paling konyol lebih sering datang dalam kehidupan sehari-hari.
Contoh, kalimat ini.
'Dog is the human's best friend'

Bagus, sekalian aja semua temannya itu anjing. Gak perlu manusia. Pacaran juga sama anjing, nikah sama anjing, malam pertama bareng anjing, nge-date di kafe dengan anjing, ciuman dengan anjing, kalau perlu anaknya setengah anjing setengah manusia alias Weredog.

Bagaimana bisa dia mencetuskan ide berupa kata-kata itu???
Apa dia orang yang kesepian, gagal dalam asmara, karir, dan lain-lain, dan tinggal di rumah sederhana bersama seekor anjingnya yang setia, lalu dalam sepinya hidup dia hampir stres, lalu dirawat oleh anjingnya, lalu mereka jatuh cinta, menikah dan punya anak???
Mungkinkah begitu kenyataannya???

Kalau gue disuruh jawab, gue akan jawab ya. Kenapa? Setelah melihat perilaku manusia saat bersama binatang peliharaan mereka, gue mampu berkesimpulan seperti itu.
Contoh, tante gue dengan kucingnya.

"Ello, nanti kamu mandi ya. Sini bulunya dibersihin"
"Miaw"
"Ini makan malam kamu. Steak ikan"
"Miaw"
"Ello, kamu bosan ya? Yuk kita main"
"Miaw"
Lalu si kucing yang namanya ello itu digendong, lalu punggungnya ditepuk. Ajaib, tuh kucing tidur.

Ajib...

Gue jadi bingung, itu kucing... anak apa binatang peliharaan???

Gue sendiri bicara anjing itu bukan karena suka, tapi karena benci.

Awalnya gue gak terlalu benci sih, malah di halaman belakang rumah gue sering banget anjing-anjing berkeliaran, cari makan, cari pasangan, kumpul kebo. Eh, dalam hal ini kumpul anjing. Lalu tiap hari terdengarlah gonggongan anjing tanpa henti. Apalagi malam, makin suram.
Saat itu gue masih kecil, dan masih musimnya Mickey Mouse. Jadi ada anjing coklat, gue panggil Pluto.
Dan anjing tertuduh bernama Pluto itu cuma bisa bilang...
"Guk guk"

Kebencian terhadap anjing dimulai saat suatu ketika ada pelajaran Agama. Di buku, tertulis, anjing tergolong najis paling berat, najis mughallazah. Kena sedikit saja, harus dibersihkan dengan air yang dicampur dengan tanah yang benar-benar bersih 7 kali, lalu dibasuh lagi dengan air bersih sebanyak 6 kali.
Merepotkan, hanya terkena sedikit saja harus dibegituin. Apalagi kalau digigit. Rabies duluan...

Gue sendiri pernah dikejar anjing 2 kali. Pertama kali gue dikejar anjing itu saat SD.

Waktu itu gue mau main di rumah temen gue Franky. Dan sebagaimana rumah-rumah disekitarnya, rumah si Franky tentu saja punya anjing. Anjing herder coklat kehitaman ada di depan rumah waktu gue datang. Gue mencoba untuk tenang, tapi tetap aja dalam hati gemetaran.
Gue manggil Franky.
"Franky, main yooookkkk!!!"
Beberapa detik kemudian, kakaknya yang keluar dari pintu depan.
"Franky lagi tidur. Masuk dulu dek!"
"I,iya kak..."
Gue pun buka pagar, masukkan kaki sedikit, tiba-tiba...

Tuh anjing yang tadinya baring adem ayem, kepalanya tegak, menatap gue.
Gawat, jangan-jangan...

Gue mencoba untuk tetap tenang, dan memberanikan diri untuk tetap masuk ke rumah itu.
Tuh anjing mulai berdiri. Kayaknya dia udah siaga dengan kedatangan gue.

Gak sampai sedetik, kayaknya lampu ijo udah nyala buat tuh anjing. Pertanda gawat!!! Gue dikejar!!! Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!! Tolong!!!

Gue berlari sejadi-jadinya dan se-memanusia buta-nya sambil teriak "Tolooooooooooongggggg!!! Lontooooooooooooong!!!!!!"
Eh, gak taunya ada anak kecil keluar dari rumah bilang kayak gini "Abang tukang lontongnya mana? Kok gak ada?"
Sadar salah nyebut satu-satunya kata yang bisa nolongin gue itu, gue sekali lagi bilang dengan benar, "Tolooooooooongggggg!!! Tolongggggggg!!! Tolooooooooooongin gueeeeeeeee!!!"
Tapi yang gue gak tau, gue dengan suara yang masih agak tinggi dan belom disunat, teriakan gue malah kedengaran kayak anak perempuan nangis abis dicubit.

Dalam lari dan teriakan yang diikuti dengan gonggongan anjing itu, gue berpikir "Gue harus lari terus! Gue harus bisa selamat!!! Gue gak mau kena rabies!!! Gak mau!!!"
Jalan di luar gang hampir keliatan, dan lalu lintas lagi cukup padat. Gue gak mau lari terus!!! Gue harus berhenti! Kalau gak, gue bakalan ketabrak dan mati gak elit karena beritanya 'SISWA SD TEWAS TERTABRAK MOBIL SAAT MELARIKAN DIRI DARI KEJARAN ANJING RABIES'

Makin dekat dengan jalan raya, dan belum ada tanda-tanda gue akan diselamatkan, gue mulai pasrah. Berakhirlah kisah gue, berakhir dengan tragis hanya karena anjing... Gue gak tau gue bakalan masuk surga atau neraka. Yang pasti gue gak mau ada anjing di dua tempat itu.

Gonggongan tuh anjing edan tiba-tiba berhenti. Heran, gue berhenti, ngeliat ke belakang. Rupanya Franky dan kakaknya datang dan nyelamatin gue dari kejaran anjing edan itu. Di saat nafas gue habis, kaki mau patah, tangisan tanpa henti, gue baru diselamatin...

Kejam lo Frank!!!!

"Li, katanya mau main tadi?"
"Gak jadi!!! Gara-gara anjing lo itu!"
"Hahaha..."

Anjrit, tuh anak malah ketawa lagi...

Kedua kalinya gue dikejar anjing itu Sabtu kemarin. Saat mendung panas menyengat, gue ngumpulin duit receh, mau beli minuman di warung depan jalan. Keluar rumah, ada anjing hitam tetangga menunggu mangsa. Namanya kalau gak salah Donna.
Buset, itu nama anjing atau nama banci kakap di Mempawah???

Gue berjalan perlahan-lahan, tuh anjing mulai menggonggong ke arah gue. Biarpun talinya diikat di pagar dan pemiliknya ada di samping tuh anjing, gue tetap aja gak tenang. Gue tetap berlalu sampai akhirnya terjadi hal yang gue khawatirkan.

Tali. Anjing. Lepas.

Ohhhhh, sh********tttttt!!!

Tuh anjing ngejar gue dengan brutal, dan kayaknya gak ada tanda pemiliknya mau menangkap anjingnya itu. Anjrit, binatang dengan tuannya sama aja. Brutal. Gue dikejar lagi, tapi gak lama karena akhirnya pemiliknya balik ke status 'manusia'nya lagi dan nangkap talinya.
Sementara gue sendiri, setelah teriak histeris karena hampir digigit, kesandung batu besar di jalan. Gue jatuh dan kaki kiri gue luka. Yang lebih anjrit lagi, orang-orang yang ngeliat gue bukannya bantuin gue, malah ngetawain dan bilang "Bodoh" di depan gue.

Super anjrit.

Pengen nabok tuh orang, tapi orangnya besar, gak usah ajalah...

Dan sampai posting ini diketik, luka gue belum sembuh, dan gue sekarang terpaksa jalan pincang.
Huahuahuahuaaaaa....

Dan gue harus nyanyi lagu Jamrud.

"ANJING EDAN, APA SALAHKOOOOOO????"

Monday, March 22, 2010

Cinta Tyrannosaurus

Sejak dulu gue punya suatu kekhawatiran yang dalam.
Gak tau juga dapet darimana, tapi yang pasti hal itu selalu menghantui gue.
Yaitu...

"Cinta itu apa sih???"

Bukannya gue masih anak kecil sih (tapi banyak yang merasa iya) tapi gue rasa hanya hal ini yang masih gak bisa gue pahami secara live and realtime (ceileeeee...).
Jujur saja, meskipun putus nyambung putus nyambung mulu, gue masih gak paham.

Malah, dari pertanyaan yang 'sederhana' itu, mulailah muncul anak pertanyaan lainnya, seperti...
"Kenapa sih cinta itu ada? Apa benar cinta itu gak harus selalu memiliki? Kenapa sih harus ada kehilangan dalam cinta? Kenapa sih manusia harus bersaing untuk dapatkan cinta?" dan lain-lain.

Pertanyaan yang terakhir kusebut tadi adalah pertanyaan yang paling menghantui gue.

-----------------------------------------------------------------------------------

Gue flashback ingatan kabur gue, kembali ke September 2009.

"Mantan gue gak suka gue dekat sama cowok lain. Kalau ketauan, dia bakalan gak segan buat bonyokin muka tuh cowok"

Dalam hati gue bilang, "God, I will die. He's my reaper you've sent to this world. Kenapa Engkau begitu kejam???"

Gue belum siap mati hanya gara-gara ketemu reaper kayak dia.

Gue cuma bisa diam sambil nganggukkan kepala gue.

Selama beberapa hari gue mikir cara efisien buat eliminasi tuh cowok edan.
Pernah gue mikir, "Apa baiknya gue umpan dia ke kantor polisi aja ya? Jadi kalau dia mau mukul gue, dia bakalan dikejar polisi dan ditangkep. Tapi gak ah, nanti gue juga ditahan sebentar buat dimintai keterangan, lalu kalau gak ada bukti pasti, gue yang dijeblosin. Gak jadi."
Ribuan cara, taktik dan strategi gue pikirin bener-bener layaknya Shikamaru.
Tapi gue mati kutu.

Dan akhirnya gue mencapai ke 1 buah konklusi sadis : PASRAH

Posisi gue gak bagus.
Gawat sekali lah...
Kalau dia datang ke Pontianak, gue yang bakalan mampus.

Satu hal yang jadi pertanyaan gue.
Udah bergelar (konotasi hormat, sekali-kali gak masalah) mantan, kenapa masih segitunya sama mantan pacarnya?
Kalau masih cinta bilang saja, jangan berlagak tegar tapi ngolok-ngolok mantanmu dengan kata 'prostitute' di belakang.
Itu udah ngebuktiin lo lebih pengecut daripada gue.

Tapi ya sudahlah.
Cuma menangin otot apa gunanya.
Apalagi kalau diracuni dengan etanol dan nikotin.
Lo udah ngurangin nyawa lo 5 tahun.

Gue bersyukur gue bukan orang yang cepat putus asa, lalu mabuk-mabukan.
Karena gue tau masih ada hal yang lebih baik untuk dilakukan daripada minum miras yang ngabisin 500 ribu hanya buat 1 botol pembawa ajal.

-----------------------------------------------------------------------------------

Dari peristiwa itu, gue terus berpikir panjang.
Sampai rambut putih gue tampak, gue gak peduli.
Haruskah manusia mati hanya untuk cinta?
Apakah cuma itu tujuan hidup manusia?

Sekali lagi jujur, gue benci dengan yang namanya konflik dan masalah.
Gue malah berharap dunia ini aman-aman saja, tenteram, gak ada perang, gak ada permusuhan, gak ada masalah, semua terkendali.
Sayangnya harapan itu mungkin gak bakalan terwujud di dunia fana.

Kalau dalam cinta, gue selalu berharap prosesnya bakal mudah.
PDKT, nembak, pacaran, sampai nikah kalau bisa.
Tapi terkadang semua gak bisa berjalan sesuai rencana.
Pasti aja ada halangan dan gangguan.

Memang betul, cinta monyet hanya untuk anak-anak.
Di mana monyet-monyet itu bisa bebas mengekspresikan perasaan mereka terhadap monyet-monyet lawan jenis mereka tanpa syarat, tanpa beban, dan tanpa tujuan.
Tapi menginjak dewasa, segalanya berubah ganas.
Semua hal akan jadi beban, dan kita akan semakin primitif.
Bahkan lebih primitif daripada monyet yang 'setidaknya' masih terpelajar.

Kita gak akan berubah menjadi Brontosaurus yang herbivora.
Kita akan menjadi predator terhadap sesama.
Kita akan menjadi makhluk paling ganas di darat dari semua dinosaurus.
Benar...

Kita akan menjadi Tyrannosaurus.

Dan aku masih berpikir, kenapa Tyrannosaurus pernah muncul dan hidup di bumi... -_-

Friday, February 26, 2010

Cerita Gue - Part 1 : Gue dan Kejahilan Gue

Well, setelah satu tahun kalian bersama denganku selama ini, apa kalian melihat sesuatu yang berbeda?
Atau merasa aku berubah?
Kalau ada, jangan lupa 'post your comment here'.
Either it's good or bad, I never care.
I'll appreciate your comment.

Kalau ngomongin soal berubah, aku selalu merasa down.
Di tahun lalu, aku gak merasa ada perubahan yang bersifat penuh manfaat terhadap orang banyak.
Kalaupun ada, itu cuma buat diri sendiri.
Senang, senang sendiri.
Sedih, sedih sendiri.
Nangis, nangis sendiri.
Itulah aku ini... (loh? kok jadi Dangdut?)
Gimana mau jadi mahasiswa yang baik dan mampu menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi kalau kayak gini???

Okay, let those "Triple Duty" things get aside from us for a while. (terjemahan semi-kasar dari "oke, mari kita kesampingkan masalah tri dharma dari kita untuk sementara waktu")
Hey, what the hell with "Triple Duty"?
Okay, let me explain.
Kalian udah pasti tau arti Tri kan?
Gak mungkin gak tau, tuh bahasa Inggris yang sedemikian populer bahkan punya banyak slang itu aja pake 'Tri'.
Nama orang aja ada yang pake 'Tri'.
Kartu HP juga ada yang pake 'Tri'.
Ada lagi.
Coba aja tanya mahasiswa Akuntansi Fakultas Ekonomi UNTAN.
Tanya aja, "Bang/Kak, tau Tri gak?"
Paling-paling mereka bakalan jawab, "Tri? Oh, yang Mister Tri itu ya? Yang suka bilang 'Cakep, cakep, cuakep, jojing, jojing, jojing, mau, mau, mau' itu kan? Kenal dong, kan terkenal banget. Nih, yang lagi nulis note ini. Itulah Mister Tri."

TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKKKKKKK!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

Oh, dear god, mudah-mudahan masih ada yang gak tau masa lalu tersuram dalam hidupku...
Amin...

Dan Dharma adalah...
Kalau gak salah (dalam kamus oon di otakku) Dharma itu artinya kewajiban.
Jadi terjemahin aja.
Hasilnya Duty.
Tapi kalau 'Triple Duty', kok artinya berubah ya?
Artinya kewajiban pangkat 3.

-_-.......................................

Kebiasaan.
Sisa-sisa belajar Matematika masih melekat.
Saking malasnya nyebut jumlah pangkat, dipakailah bahasa latinnya, atau Inggris, kalau ada.
Pangkat 2 aku bilang Quadrate, pangkat 3 aku bilang Triple, pangkat 4 aku bilang Quarto, pangkat 5 aku bilang Quinta...
Oke, 2 terakhir mungkin kedengaran mengada-ngada, soalnya bawa-bawa nama kertas dan nama pemain sepak bola atau satuan berat.
Tapi begitulah yang terjadi.
Dan anak-anak IPA tempat aku minta ajarin kalau ada yang gak aku mengerti bengong-bengong sendiri.

Sebelum lanjut, aku minta izin dulu buat yang baca nih note.
"Bisa bolehin aku nulis pake bahasa gaul, atau semi-gaul menurutku, gimana?"
Kalau boleh, aku lanjut.
Kalau gak boleh, maaf, silakan cari bacaan lain yang cocok buat anda.

Tentukan pilihanmu, sekarang.

5
4
3
2
1
...

Loh? Kok jadi Choky Sitohang?

So, it's settled then.
I'll continue this silly stupid absurd note.
Tapi kalau ada yang gak berkenan di hati, ingatlah, ini bukan tempat yang tepat buat marah-marah.
No hard feelings... :-)

Mulai sekarang, gue lanjut nulis pake 'gue' sebagai subjek dan 'elo' sebagai objek.
Ya iyalah, cengok.
Emang siapa lagi modelnya? Kambing?
(Buat mas Radith yang ternyata kebetulan baca note dalam bahasa Indonesia dan bukan dalam sastra Zimbabwe ini, maafkan saya telah membawa-bawa nama anda disini. I don't mean to be mean with you. Anyway, mas Radith. Saya udah pernah nyobain tuh gaya Swahili. Dan hasilnya...., ternyata benar, ada efek samping. Lubang hidung saya mengembang 5 mm. Dan itu membuat saya lebih mudah mencabut bulu hidung saya yang panjang-panjang itu. Meskipun sakit, gak masalah. Enjoy aja. Hahaha... :-) )
Cengok lo.

Oke, gue mulai dari sekeliling rumah gue, baik di Pontianak maupun di Mempawah, kota asal gue.
Ada kesamaan yang menyelubungi kedua tempat itu.
Pertama, kedua tempat itu adalah tempat tujuan gue yang terakhir setelah selesai menuntut ilmu seharian.
Kok terakhir? Bukan yang pertama?
Ya iyalah, kutu ngesot.
Kalau gue pulang rumah duluan, gue pasti tidur.
Ngesot lo.

Kedua, suasana di dekat anak-anak kecil.
Di Mempawah, ada sepupu cewek yang baru berumur 1 tahun.
Begitu juga di Pontianak.
APALAGI KEDUANYA JAGO TERIAK-TERIAK DAN NAKALNYA MINTA AMPUN!!!
Mungkin kalau mereka bertemu, orang-orang serumahan gak bisa tidur nyenyak.
Wow...
Buat adek sepupu gue, Azura alias Rara, cepat tumbuh besar ya, tapi jangan kayak nyokap yang tomboy waktu remaja. Nanti kamu jadi kepala geng cewek 'Brandalz Girlz' atau apalah namanya, gak tau deh. Apalagi kakimu tebel kayak aspal jalan, loncat-loncat di atas lantai keramik juga gak bakalan sakit kayaknya.

Ketiga, ngeliatin tiruan 'Edgar'.
Yes, you've got damn right.
Edgar si adik bungsunya mas Raditya Dika.
Tunggu dulu, ini berarti...
Dengar dulu, cengok.
Tiap hari, gue liatin anak laki-laki main di depan rumah.
Gilanya, beberapa dari anak-anak itu gak make bawahan.
Iya, cengok, bawahan bukan atasan.
Jadi mereka berlari-lari dan membiarkan 'gajah Shinchan' mereka itu mengangkat dan menurunkan 'belalai'nya sambil diliat orang banyak.

Gue jadi mikir, kalau misalnya mereka tengah main dipotret oleh nyokap mereka dan dipajang dengan bangga oleh sang nyokap yang bilang, "Ini anakku, sehat kan?", mungkin si anak yang udah dewasa bakalan bilang, "Ma, kenapa difoto ma??? Kenapaaaaaaa???".

Tapi ada yang lebih parah lagi dalam pikiran gue.
Bukan, bukan separah yaoi dan shota-yaoi manga yang gak sengaja sering aku baca itu.
Dalam pikiran gue, "Untung mereka gak bilang 'kasih titit, kasih titit!' rame-rame."
"Kalau beneran, bakalan gue kasih makanan kucing."

Bahkan, adik gue di Mempawah yang masih SD itu, masih gak malu keluar rumah tanpa celana.
Apalagi kebanyakan celana pendek adik gue itu selangkangannya robek.
Terlebih dia sering gak pake CD.
Hebat, tontonan gratis! Sirkus 'Gajah Shinchan' menembus tenda di depan anda!! Langsung!!!
Untungnya dia gak bilang "Kasih titit, kasih titit!" di depan gue.
Kayaknya gue bakalan beli makanan kucing 2 karung.

"Kasih titit, kasih titit!"
Kata-kata yang really annoying buat gue.

Well, ketiga hal itu bener-bener bikin gue bosan tinggal di Jeruju.
Ditambah lagi tikus got raksasa banyak yang berkeliaran di antara rumah-rumah.
hiiiiiiii...

Gue pengen pindah.
Buat kalian yang baca ini, tolong bantu gue cariin rumah di Serdam.
Kalau bisa, jangan di daerah dalam.
Lama nyampe ke kampus, tau!

-----------------------------------------

Gue suka jahil.
Iya, bener.
Gue suka jahil.
Terlebih di dunia maya.
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha...

Awal kejahilan gue bermula dari kelas 3 SMA.
Akhir 2007, mulailah demam chatting yang dipelopori oleh IM3, Morange, MXit, dan Mini Friday.
Yang gue sebutin terakhir tadi itu adalah tempat gue sering jahilin orang.
Buat yang gak tau, nih gue jelasin.
Mini Friday itu adalah aplikasi chatting khusus hp symbian.
Chat di Mini Friday itu menampilkan avatar yang bisa dikustomisasi dan room yang berbentuk Bar dan Club.
Gue jahil, jadi gue membuat avatar khusus buat jahilin orang.
Yup, gue bikin avatar cewek.
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha...

Berawal dari Mini Friday, gue dapat akun MXit mereka.
Lalu mulailah usil yang sebenarnya.
Hahahahahahahahahahahahahahahahahahaha...

Di Mini Friday, gue (pake avatar cewek) masuk bar, lalu duduk di sudut.
Belum sampai 10 detik, mulailah cowok-cowok berdatangan mengelilingi gue.
Target locked...
Mulailah mereka nanya...

Cowok 1 : Hai cewek...
Cowok 2 : Hai sayang, kenalan dong...
Cowok 3 : Cewek, kenalan dong...
Cowok 4 : Hai cewek, ml yuk...

WTF TUH COWOK 4???
Dan gue gak mau peduliin tuh cowok 4.
Dan percakapan terus berlangsung, 3 lawan 1.

Gue : Hai juga semua...
Cowok 1 : Asli dong
Gue : Pontianak (Buat temen-temen dari Mempawah, ada berita yang mengecewakan. Orang luar pada gak tau Mempawah. Bahkan ada yang bilang kayak gini, 'Apaan tuh Mempawah? Nama binatang atau nama tumbuhan?'. Jadi sekali lagi, kalau kenalan dengan orang yang bukan dari Kalbar, jangan sekali-kali bilang Mempawah)
Cowok 2 : Dimana tuh?
Gue : Kalimantan Barat, sayang...
Cowok 3 : Jauhnya...
Gue : Gak kok, kan cuma dibelah lautan... ^_^
Cowok 1 : Nama kamu dong
Gue : ***** (sorry, gak boleh dipublikasikan. rahasia, biar gue bisa ngusilin kalian lagi. haha...)
Cowok 2 : Masih skul apa kul?
Gue : Skul, mau uan nih...
Cowok 3 : Kok belum tidur? (Waktu itu jam 11 malam)
Gue : Baru abis belajar, belum bisa tidur nih... (Aslinya gue males-malesan di atas tempat tidur, sambil ngakak ngusilin mereka bertiga. HAHAHAHAHAHA...)

Puluhan menit kemudian, gue mulai capek.
Gue mau tidur.
Gue mutusin buat nyudahin aksi jahil gue dengan cara yang 'girly-like' : bilang aja mau tidur.
Yang gue gak tau, rupanya cara ini adalah cara yang ampuh buat cewek mengusir cowok rese' yang suka kirim sms sampe malem.
Dan ansrot-nya, gue pernah jadi korban cara itu.
Kurang asem tuh cewek...

Gue : Semuanya... Sorry ya, mau tidur nih, ngantuk... Aku off dulu ya...
Cowok 1 : Oke deh, met tidur ya...
Cowok 2 : Dadah sayang, i miss u...
Cowok 3 : Bye bye, c u...

WTF TUH COWOK 2???
Baru kenal aja udah berani bilang 'i miss u'.
Jangan-jangan kalau gue kasih nomor hp gue dan sms-an dengan dia, dia bakalan bilang 'i love u...'
Hiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii...
GUE MASIH NORMAL TAU!!!

Yang tadi itu belum seberapa.
Lanjut ke MXit, gue ngusilin orang lagi.
Yang jadi korbannya adalah cowok dengan nama akun MF 'pgn_m'.
Gak tau juga sih, tapi gue rasa tadinya dia pengen make nama 'pgn_ml', tapi takut dianggap pengen begituan, karena namanya dibaca 'pengen ml'.
Hahaha, entahlah.
Gue mulai ngusilin dia, saat itu panas banget.

Gue : Hai
pgn_m : hai juga
pgn_m : lagi ngapain nih?
Gue : mau tidur siang
Gue : tapi panas...
pgn_m : oh
Gue : dari tadi udah pake yang tipis, tapi keringetan juga
pgn_m : oh
Gue : pengen buka lagi aja
pgn_m : oh oh oh
Gue : kok cuma oh?
pgn_m : ah ah oh gapapa kok
Gue : loh kok?
pgn_m : ah ah oh ah gapapa kok sayang oh ah ah

Gue gak tau mau ngakak apa merasa jijik.
Dari pengamatan gue dan cara ngomongnya tadi, gue rasa dia lagi horny lalu lagi c*mming di dalam kamarnya.
Sekalian aja bilang 'oh, oh, give it to me, baby!!! oh, oh...'
Gue log off dari MXit.
Sukses! Gue udah jadi setan yang membuat satu cowok merasa horny.
Dan waktu terus berjalan...

Tadi itu masih belum seberapa.
Gue pernah dapat yang lebih parah.
Pagi hari, gue dibangunkan oleh Nokia 6235 gue yang gue letakkan di samping gue.
Ada SMS masuk.
Gue baca dan...
Arrggggh!!!

Ini SMS-nya.

"Pancaran sinar mentari pagi merona di ufuk timur, cahaya pun datang menerangi hati yang gelap sisa-sisa gemintang malam yang kelam, aku hanya bisa menanti kabar darimu yang masih diam, you don't know how I miss you..."

Di saat itu, gue gak tau mau bersikap kayak cewek atau tetap sebagai cowok.
Jujur aja, gue luluh waktu baca sms itu.
Hati gue mulai pengen bilang, "Duh, co cweet banget... Iya sayang, aku mau jadi pacar kamu kok".
Untung gue gak bales.
Hiiiiiiiiiiiiii... Seraaaaaaaaaaaaam...

Beberapa hari setelah kejadian itu, Mobile Internet Network IM3 di Mempawah rusak.
IM3 udah gak bisa dipake buat akses Internet lagi.
Dan praktis, aksi jahil gue terhenti sementara sejak saat itu.
Bye bye usil di dunia maya...

Sekarang, gue masih jahil kok.
Tapi sayang network IM3 sering gak beres.
Gue sering keluar tiba-tiba dari Mini Friday.
Kayaknya, ini adalah karma yang gue dapet.
Hua hua...
Menyebalkan...
(Oh iya, buat yang ngirim, makasih banget SMS-nya. Gue akan simpan terus kok. Hehehe...)

Sunday, February 21, 2010

Review Gue di Tahun 2009

Ini adalah postingan pertama gue.
Sebenarnya udah posting di fb duluan.

Anyways, enjoy this release.
Kalau mau dikomen, silahkan saja.
Mau ketawa, sah-sah saja.
Mau kritik, tulis aja.
Mau marah-marah karena disebutin disini...
Maaf, bukan disini tempatnya.
Silakan temui saya di Kampus Fakultas Ekonomi Universitas Tanjungpura Mushalla Al Iqtishad setiap hari Senin dan Rabu pukul 15.00

Brief Review of 2009
____________________
Januari
Abis tahun baruan bareng keluarga (formalnya emang bareng, tapi akhirnya aku main Persona 4 di lantai atas gara-gara gak tahan sama kelakuan mereka, apalagi si gendut itu, motherf***er) bukannya makin semangat.
Bulan ini kebanyakan deadline.
Bikin kepala dan otak low voltage.
Apalagi rencana-rencana untuk 066 yang telah tersusun dengan "sempurna" pada akhirnya (shit!) gagal semua.

Ah, terserahlah. Aku gak mau mikirin itu lagi.
Berarti sekarang yang tersisa adalah tanda tangan di buku suci (mereka bilang sih begitu, tapi apa yang membuatnya begitu "suci"?) PUMA dan "DEADLY" UAS!

Pernah aku tanya si 066 tentang format buku "suci"nya, tapi dia cuma jawab, "nanti ya, aku liat dulu. kalau udah dapat, aku beritau deh".
Pada akhirnya sampai ke tanggal deadline pembuatan buku "suci" itu, dia gak ada ngasih tau aku sedikitpun.

DAMN...

Dalam hati aku bertanya, "anak K******* pada begini semua ya?".

8 bulan kemudian, baru aku dapat jawabannya.
Jawabannya iya.

DAMN lagi...

Anyways, setelah sempat copy paste format cell fill series dll (excel kali ya?) sebelum Kewarganegaraan dimulai, buku "suci" akhirnya selesai di saat jantung telah beraktifitas 120 bpm (beat per minute, kalau kalian gak tau).
Biodata diisi selengkap dan seasal mungkin, seperti orang oon kehabisan ide (sejak kapan orang oon punya ide?).

Kita lewatin itu dulu.
Habis ini ada titik balik 45 derajat dalam hidupku (tau dari mana?).

Sabtu, 10 Januari 2009
Lokasi : Kampus Fakultas Ekonomi Jurusan Manajemen Ruang B2
Sore, ada pertemuan PENSIL.
Ada R, temannya si 066 (atau E, biar lebih mudah) datangi aku yang lagi termenung.
R mulai nanya aku.

"Au"
"Ha?"
"Udah tau belum?"
"Apa?"
"Ini soal si E"
"Kenapa?"
"Udah tau belum si E ada yang disuka?"
Hebatnya, waktu itu aku dengan gampang gamblang menjawab,
"Udah"
"Hah? Masa? Siapa kalau emang udah tau?"
Aku mulanya menulis nama orangnya di udara, tapi karena dia gak ngerti aku bilang langsung.
"F kan?"
"Haaaaah??? Kok bisa tau sih???"
"Aku udah tau dari kemarin-kemarin kok" (sebenarnya sempat meramalkan kalau F pasti akan beraksi, makanya bisa ngomong begitu)
"Eh, hebat banget. Kok bisa begitu?"
"Rahasia"
"Uh, jahat nih"

Tanpa menghiraukan jawabannya, aku keluar ruangan lalu masuk WC di sampingnya.

BLAM!

Pintu ditutup.

BUK!

Aku memukul pintu.

Tertulis satu kata dalam otak.

MENYEBALKAN...

........................................................................

Keluar dari WC.
Aku liat si E dan F duduk berhadapan, lagi ketawa ketiwi.

My inner voice said,

"Yup, bener banget. F dan E berdua di sana, serasa Fakultas Ekonomi hanya milik berdua.
Hebat, kok bisa pas gitu ya? FE kan initial Fakultas Ekonomi.
Hahaha, F dan E untuk FE. Atau FE memang diciptakan untuk F dan E?
Whatever, everything was so damn straight..."

Dan sejak saat itu, aku tak pernah mau memakai lambang Fakultas yang memiliki initial itu, maupun menyebut Fakultas dengan initialnya.
Shit...

"Buat F atau E yang mungkin baca ini, jangan marah ya kalau ada disini. Ini cuma kepingan memoriku aja. Maaf kalau udah bikin citra kalian sedikit turun. Oh iya, buat E kalau ada baca ini. Kalian masih gak sih? Kok kayaknya ada sedikit renggang gitu? Apalagi F yang akhir-akhir ini sukanya bikin lelucon aneh sering ganggu waktu aku ngajar bahasa Jepang. Ada apa dengan kalian?"
____________________
Februari

Februari, menurutku adalah...
Oke, bisa dibilang waktu PUMA.
Untung bisa selesai.
Hah, cukup deh soal itu.

Eeeeh, Februari itu merupakan salah satu bulan "Terbosan" dalam tahun 2009. Entah kenapa.
Bukan 'terobosan' ya, jangan salah baca!
Tapi yang paling bikin frustasi adalah pergantian semester.
Pertama kali daftar ulang dan nyusun LIRS sendiri!!!
Nah lo!

Kedua hal itulah yang bikin aku pusing tujuh, eh bukan, sembilan keliling. Bener, aku terus bolak-balik FAKULTAS-BAAK-PUSKOM-FAKULTAS-BAAK-PUSKOM-FAKULTAS-BAAK-PUSKOM.
Gimana, udah 9 kan?

Pertama, menunggu nilai.
Nilai, cepatlah keluar.
Untungnya semester 1 aku bisa bagus, meski ada tambahan sedikit 'cheating' di MID dan UAS.
Hasilnya, 2 buah A dan 5 buah B.
Tapi, IPK-ku kok kayak sesuatu ya?
For your Information, IP saat itu 3,29.
Ada yang tau 'sesuatu' itu?

Kedua, daftar ulang.
Satu hal yang menyebalkan juga, karena sering kurang persyaratannya.
Tapi yang paling bikin kesal itu adalah, mengapa harus melakukannya di waktu libur kampus???
Dan seperti yang diduga, aku tak pulang.
Menyebalkan...

Ketiga, nyusun LIRS.
Mereka bilang, "cepat susun LIRS! Nanti gak bisa dapat kelas bagus lo!!!".
Yup, apa yang mereka bilang itu ada benarnya.
Nyusun LIRS di PUSKOM, karena rame di siang hari, datengin sore-sore.
Alamak, koneksinya lemot!!!

Mulai nyusun...
"Maaf, kelas yang anda pilih sudah penuh"
"Maaf, jadwal kelas yang anda pilih bentrok dengan jadwal mata kuliah lain"
WTF, OMG, OMFG, ini GAWAT!!!
Menyebalkan, jadwal jadi hancur...
Akhirnya, menyisakan satu mata kuliah tak terambil.
Huh...

Yah begitulah Februari kemarin...
"Mr. 3!!!"
"Cakep cakep cuakep, jojing jojing jojing, mau mau mau???"
"Aaaaaaaaaah, TIDAAAAAAAAAAAAAAAAAKKKKK!!!"
____________________
Maret

Secara umum, Maret masuk dalam daftar bulan "Terbosan" di 2009.
Tapi ada yang menyenangkan.
Untuk pertama kalinya, aku bisa merayakan hari special tanpa ada gangguan sama sekali.
Bahkan yang pada tau aja gak ada sms.

Huahua...
Terharuuuuu...

Kalaupun ada, smsnya bukan pada hari-H.
Alasannya, sms kura-kura, lama nyampe.
Hehe, peace De... ^^v
Btw makasih smsnya.

Yah, aku bisa lolos dari hujan tepung terigu dan telor ceplok itu karena 2 hal.
1. Hari-H jatuh pada hari minggu, gak kuliah.
2. Karena waktu itu aku gak punya FB, kalau sekarang, aku gak yakin bisa lolos lagi.

Aku harap, tahun ini aku gak akan dihujani tepung terigu dan telor ceplok, apalagi disiram minyak.
Kita mahasiswa, sudah seharusnya dewasa dalam berbagai hal.

Oke, back to the main theme of the month.
Pada hari itu, aku puas-puasin melakukan sesuatu yang gelok dan bersifat gak ada kerjaan lagi.
ONLINE TERUS SAMPE 5 JAM
Eh, bukan.
ONLINE TERUS SAMPE 6 JAM

Waktu itu gak punya FB, juga gak kenal yang namanya FB.
Makanya gak terlalu puas.
Huh...

Keesokan harinya...
Mulailah terdengar suara-suara ini...

"Au, kemarin ultah kan? Met ultah ya..."
"Met ultah Au, kapan kita ke PH nih?"
dan suara-suara lain yang sejenis.

Untuk suara kedua, disertai dengan suara berikut.
"PH PH, PH PH..." (Yang ini disertai ekspresi wajah, suara, dan gerakan yang menurutku childish banget)
"Jadi gak tuh Au?" (Yang ini pake nada yang biasa aja, tapi entah kenapa kedengaran bernada memelas di telingaku)

Alamak, aku gak koar-koar aja mereka udah tau kayak gini.
Gimana lagi kalau sekarang... T.T
Huh, dasar cewek ibukota.
Akhirnya aku 'terpaksa' bawa mereka ke Pizza Hut.
Tapi bukan di bulan Maret.
Bulan April.

Oh ya, buat tahun ini memang ada rencana buat ngerayain bareng.
Tapi mau ngajak siapa ya...
Gak taulah, sendiri pun jadi.
Gak peduli, males mikirnya.

"Btw, apa kabar hari kejepit ya?"
____________________
April

April juga merupakan salah satu bulan 'terbosan' dalam tahun 2009.
Tidak banyak yang gila-gilaan di bulan ini.
Bulan ini aku membuat akun fb untuk pertama kali.
Bulan ini aku nyicipin game online buat pertama kalinya.
Bulan ini MID yang gila-gilaan.
dll.

Untuk akun fb-ku, aku punya problem di nama.
Awalnya, aku gak mau namaku dipublikasikan secara luas, meskipun dalam dunia maya.
Akhirnya aku pake nama samaran.
Yaitu (kalau kalian lupa, nih aku ingatin lagi) 源光義.
Ada yang bisa baca? Ada yang bisa bacaaa???
Pasti gak bisa kan???
Huahua...
Terharuuuuuu...

Iya deh, aku kasih petunjuknya.
Nih...
みなもと みつぎ.
Ada yang masih gak bisa baca?
Kasihan deh lo...

Sejauh yang aku ingat, nama ini baru mendapatkan satu kali pujian saja.
Yaitu pada 4 bulan berikutnya.
Aku masih ingat apa yang dia bilang...
"Artinya bagus. Amin, moga aja bisa jadi kayak gitu.
Btw, cariin buat namaku juga dong..."

Iya benar, dia minta aku cariin buat namanya.
Sayangnya, aku gak punya ide buat nama dia.
Aku cuma punya ide buat masukkan 'sakura' dalam namanya.
Karena 'sakura' adalah bunga simbol bulan Maret.
Hanami (festival melihat bunga sakura) juga sering diadakan pada pertengahan sampai akhir Maret.
Makanya, headline-nya itu.
Tapi abis itu gak ada lagi.
Maaf buat dia yang sebesar-besarnya.
Sekarang, entah apa kabarnya.
Mungkin dia sudah mati, entahlah.

"Dear god, the only thing I ask of you is to hold her when I'm not around"
"Ya Tuhan, hanya satu pintaku, jagalah ia di saat aku tak di sampingnya"

................................................................................. ("_)

Loh, loh?
Kok jadi ngaco ya?
Oh, anyways, nama ini hebat banget.
Bisa bertahan hingga 5 bulan!!!
Wew... Keren...
......................................................
Gak juga ya...

"Don't stop me, right now I'm on the peak"
____________________
Mei

Mei adalah bulan tersibuk 2009.
Kenapa???
Karena banyak event yang diselenggarakan pada bulan ini.
Donor darah, fun bike, mewarnai, pelatihan zahir accounting.
Akhirnya : CAPEK!!!

Di bulan ini, ada sebuah rencana yang gagal direalisasi.
Yaitu, menyelenggarakan acara ulang tahun temanku!
Tujuannya, buat ngumpulin semua teman sekelas IPA INSIDE.

Oh iya, kalau masih ada yang belum tau background pendidikanku, biar aku beritau.
Sebenarnya aku lulusan IPS, bukan lulusan IPA.
Tapi aku suka Kimia.
Makanya aku sempat nyusup kelas IPA cuma buat belajar Kimia selama 2 tahun.
Sampai-sampai pernah dimarahin guru yang rese' abis, Ma(ta)Ker(anjang), Hi(dung)Bel(ang), dan pikirannya juga sangat kolot.
Untungnya guru Kimia yang ngajarin aku gak pernah merasa aneh kalau aku ada di kelas beliau, apalagi marah-marah, gak pernah deh.
Terima kasih, Bu.
Meskipun saat ini aku gak bisa menyalurkan ilmu Kimia yang aku peroleh, meski belum sempurna, aku ingin suatu saat aku bisa melakukannya.
Maksudnya menyalurkan ilmu Kimia itu ke dalam wadah yang tepat.
Asal jangan seperti meneteskan air pada serbuk natrium aja.
Meledak deh...
Btw, aku kangen belajar kimia lagi... -.-

Back to the main theme.
Oke, gak semua sih.
Soalnya ada teman-teman yang kuliah di luar.
Seperti Tomoe alias Tommy si Raja Alay yang kuliah di STAN, Monik di IPB, Franky di IPDN Jatinangor, Rian teman sebangku dari SMP di IPDN Bukittinggi (iya kan, Yan? Maaf kalau salah), Dilla di Universitas Paramadina, dan masih banyak lagi.
Berarti yang bisa diundang cuma teman-teman yang masih berada di Pontianak aja.
Dan aku sebagai satu-satunya event organizer (!) harus siap merogoh kocek buat menyelenggarain acara ini.

Langkah pertama
Konfirmasi dengan yang ultah.
Yang ultah bilangnya gini.
"Boleh aja, tapi diriku gak pandai masak loh. Kalau pake rumah juga gak bisa, soalnya sempit. Dan lagi, kalau gak ada ceweknya, kayaknya gak bisa deh"

Kira-kira seperti itu.
Yah, aku udah biasa dengar syarat yang nomer 3.
Tapi cuma di Mempawah.
Kok di Pontianak juga ada?
Apalagi, yang ultah kan dia dan aku yang bantu menyelenggarakan...
Rasanya jadi agak aneh.
Eh, bukan.
Aneh banget.

Langkah kedua
Cari temen cewek yang mau bantuin.
Cari cari cari, dapat deh satu.
Tinggal cari lagi yang lainnya.
Kebetulan karena aku gak punya nomor hp semuanya, aku minta dia yang meng-arrange partisipasi temen cewek.
Ini karena yang cewek pada kuliah kemana-mana, gak cuma di UNTAN.
Dapat banyak, dan mereka juga mau bantu buat masak.
A'ight!!!

Langkah ketiga
Bikin LPJ buat yang ultah.
Agak aneh ya?
Tapi begitulah, aku buat laporan tak tertulis.
Penyampaian laporan juga dilakukan secara tidak langsung.
Dan yang ultah kayaknya setuju-setuju aja tuh.
Okaaaay!!!

Mungkin 3 langkah yang kulakukan di atas mengindikasikan kalau event-nya bakalan jadi kan?
Sayang sekali, fakta berbicara lain.

Pertama, dimulailah dari ada beberapa cewek yang gak bisa datang buat bantu masak.
Salah satunya, keluarganya ada yang nikah!

Kedua, aku baru ingat kalau ada agenda acara lomba mewarnai dan pelatihan software akuntansi Zahir pada hari yang sama.
Dan sebagai panitia, aku juga dilibatkan!!!

Ketiga, setelah beberapa kali tanya-jawab (bahasa kerennya dialog) dengan para cewek, kebanyakan bilang begini.
"Juni aja deh. Kalau Juni aku bisa"
"Minggu depannya aja"
Konfirmasi lagi dengan yang ultah.
"Wah, tanggal segitu diriku ada acara, jadi gak bisa"

.....................................................................

3 LANGKAH MENUJU SUKSES HILANG DALAM 3 LANGKAH JUGA.
Whoa, kalau jadi judul buku kayaknya bakalan best seller tuh.

Akhirnya, seperti yang kalian duga, acaranya batot.
Alias batal total.

Akhirnya, hari-H.
Karena acaranya batal, mogamo aku harus menjalani hidup sebagai panitia acara HUT yang agak membosankan.
Awalnya pergi ke Matahari, tempat lomba mewarnai.
Gak taunya, malah disuruh pergi ke SMK 3 buat bantu di acara pelatihan.
Dengan muka kusut dan merengut dengan senyum kecut, aku pergi ke tempat itu.
Dan seperti yang aku duga, MEMBOSANKAN!!!
Aku gak ada bawa bacaan, apalagi hiburan.
SMK 3 berlantai 3, sesuai namanya.
Arrrgh! Capek bolak-balik turun-naik!

Kalau acaranya jadi, mungkin hidupku gak bakalan kayak gini kalee ya...

BOSAN...
____________________
Juni

Ada apa bulan Juni ya?
Aku lupa.
Kayaknya gak ada hal yang bagus buat diceritain deh.

..............................................

Oh!
Ada!
Ada status fb yang aku posting pada tanggal 26.
Masalahnya, aku lupa isinya.
Yang aku ingat, aku pasang status itu seharian.
Sambil liat berapa banyak yang komen.
Aku juga lupa berapa banyak orang yang komen.

.............................................

Kalau aja fb bisa sortir wall menurut bulan postingan ya...
Pasti lebih mudah...

Kalau gak salah, 26 Juni itu ada yang ultah deh.
Tapi siapa ya?
Aku lupa... -_-

"Lupa, lupa lupa lupa..."
____________________
Juli

Juli, adalah bulan pertama musim panas di Pontianak.
Biarpun musim panas baru mulai akhir Juli, tapi pada pertengahan tanda-tandanya udah nampak.
Contohnya, panas seharian bahkan tengah malam sekalipun!
Curah hujan yang sangat rendah.
Suhu tertinggi adalah 42 derajat Celsius.
Suhu kamar tertinggi adalah 38 derajat dan bukan 25 seperti ketetapan umum.
Dan akhirnya, asap kabut muncul menutupi pandangan.
Lebih tepatnya asap, karena sifatnya kasar, gak lembut sama sekali.
Apalagi asap kabut alias asbut itu sifatnya lethal.

Hah? Masa'?

Beneran bilang gitu kan?
Oke, ini contohnya.
Di London, pertengahan 1950-an pernah terjadi asbut yang menutupi seluruh kota.
Akibatnya 4000-an orang meninggal.
Hal yang sama juga pernah terjadi di New York.
Berikutnya...
Aduh, lupa nih.
Maaf ya.
Kalau ada kesempatan, baca deh buku paket Kimia kelas XI SMA.
Liat di bab tentang koloid.
Di situ ada contoh sekilas tentang asbut, atau bahasa Inggrisnya 'smog', kombinasi dari 'smoke' (asap) dan 'fog' (kabut).
Tapi tenang aja, asbut cuma terjadi di daerah yang tingkat polusi yang tinggi.
Pontianak kan masih ada hutan, jadi jangan panik ya.
Asal jangan bakar hutan buat buka lahan.
Itu sama aja mau membunuh kota Pontianak.
Petani jangan jadi bodoh ya...

Ada yang mengejutkan di bulan Juli.
Sebut saja, pembatalan konser 'This Is It' MJ karena MJ udah meninggal dunia akhir Juni lalu.
Lalu bom kembali meledak di Kuningan.
Setelah itu MU batal datang ke Indonesia.
Munculnya kandidat kuat, Yukio Hatoyama dari Partai Demokrat untuk menggeser Taro Aso pada pemilihan perdana menteri Agustus nanti.

Tunggu, yang terakhir lain sendiri.

Ah, wajar, soalnya saluran berita yang aku tonton itu dari mancanegara.
Bosan di Indonesia, pemilu mulu yang diomongin.
Hasilnya juga udah jelas.
So Bullshit Yankee yang menang.
Tapi kayaknya sekarang gak banyak berkutik dia.
Wakakakakakak...

Mbah Surip meninggal?
Hus! Itu bulan Agustus!
Oh iya ya...

Gak banyak yang asik di bulan Juli.
Soalnya aku ada di Mempawah terus.
Panas, tapi gak terlalu panas.
Tenang aja.
Haha...
____________________
Agustus

Agustus adalah bulan puncak musim panas.
Pontianak pun makin panas.
Gila-gilaan...
Intensitas kabut asap di bulan ini sangat tinggi.
Ditambah lagi dengan cuaca yang makin panas, membuat fenomena aneh terjadi di Pontianak.
Di seluruh kota, 'salju' turun.
Eeeeh, mungkin lebih tepat abu.
Abu-abu itu turun dari langit seperti ada orang yang membakar sampah.
Tapi, yang ini efeknya massif.
Kemana saja pasti ada.
Bahkan, motorku dalam garasi aja bisa hampir ditutupi oleh abu-abu itu.
Ckckck...

Siang hari nampak suram.
Kabut berwarna kuning.
Jalan di depan aja gak keliatan
Ditambah lagi dengan salju, suasana makin seram.
Kayak game yang pernah aku mainin, waktu menjelang akhir permainan seluruh kota tertutup kabut kuning dan kayak ada salju berwarna hitam turun.
Dan seperti dalam game itu, aku pake kacamata.
Haha...
Tau gak game apa tuh?

Sebenarnya aku malas mau cerita apa yang terjadi di bulan ini.
Happy sih, happy.
Tapi hilang gitu aja.
Gak berbekas.
Kalaupun berbekas, aku gak tau dimana lagi sisanya.
Mungkin udah diterbangkan angin ke Sahara.
Atau udah dibenamkan ke dalam inti bumi.
Bisa aja udah terbakar di gunung berapi.
Jangan-jangan udah masuk ke dalam segitiga Bermuda.
Ah, sudahlah berandai-andai.

Bulan ini adalah bulan saat lagu GIGI, My Facebook merajalela.
Saykoji Online di nomor 2.
Dan aku juga kena imbasnya.

Coba tanya, apa yang paling kamu sering lakukan di bulan ini.
Aku akan menjawab "Online".
Hehe, bisa dibilang ini adalah masa bangkitnya mobile Internet.
Ditambah dengan munculnya HP Online dimana-mana.
Makin jelas.
Plus masa liburan yang cukup panjang bagi anak kuliahan, OL pun bisa dilakukan dari saat melek sampai mau tidur lagi.
Eh, gak separah itu deng.

Lalu dengan kebiasaan sering OL, muncullah lagu GIGI itu.
"Berawal dari Facebook baruku, kau datang dengan cara tiba-tiba..."
Udah segitu aja nyanyinya, kalau dilanjutkan jadi jelek.

Yah, kau memang datang tiba-tiba.
Tiba-tiba nge-add gak jelas, ngira aku temen sekuliahan.
Mentang-mentang nama sama, emangnya yang punya nama ini cuma satu orang?

Lalu, lalu...
Apa ya?
Kesimpulannya, segala hal bisa datang kapan saja dan dari mana saja.
Bahkan dari hal yang sepele sekalipun.

Oke, aku ceritain yang buat aku ketawa di bulan ini.
Kalau gak salah ada 2.
Satu, waktu Upacara 17-an live di TV, si So Bullshit Yankee bilang 'lanjutkan' dan bukan 'laksanakan' sebagaimana umumnya upacara.
Kenapa tuh orang? Masih terbayang waktu kampanye?
Aneh.

Dua, ada orang sms aku di minggu pagi cuma bilang 2 hal.
1. Lupa arah jalan di kotanya.
2. Dia jatuh gara-gara gak konsen make motor.
Makanya, jangan sibuk update status di atas motor sambil menggerutu dengan permintaan sang Ibu. Jadinya kayak gitu deh.
Ini juga peringatan buat kalian yang baca, jangan suka menggerutu kalau disuruh-suruh, apalagi oleh ortu. Jangan deh, nanti kayak contoh yang di atas.
Sembuhnya bisa berhari-hari.
Gimana kalau minggu sorenya ada arisan?
Mau gak mau harus bantu kan?
Malamnya, ada tukang urut datang.
Lebih bagus kalau udah biasa diurut.
Kalau gak? Teriak dah.
Besoknya, mau jalan aja udah susah.
Bantu paman berdagang barang antik pun setengah-setengah.
Selasa, paling-paling cuma disuruh istirahat.
Paling banter, sembuhnya hari rabu.
Giliran masak di rumah, gak konsen lagi.
Masakannya keasinan.
Lalu dibilang kebelet pengen kawin.
Ckckck, kira-kira orang itu merasa malu gak ya?

Kalau ada yang merasa cerita pengandaian di atas mirip dengan yang kalian pernah alami, mohon maaf udah ngambil materi yang gak seharusnya aku tulis.
Tapi terlanjur, soalnya aku kan orangnya suka ngasal.
:p

Apa lagi ya?
Dilanjutin gak ya?

Tadi nanya apa?
Apa yang bikin happy?

Apa ya...
Kok jadi lupa ya?

Agustus ini adalah awal bulan puasa.
Bulan yang telah...
Telah apa ya?
Aaaah, lupa...

Itulah sebabnya aku gak mau cerita apa yang terjadi di bulan ini.
Selain karena aku lupa, ada lagi faktor lain.
Kalaupun aku ingat, aku gak mau menciptakan orang GR lagi dan gak mau memancing ke-GR-an orang lagi.
Aku paling gak suka dengan orang GR.
Biasanya orang yang kayak gitu gak pernah mau ngerti perasaan dan penderitaan orang.
Mereka bisanya cuma menganggap kalau diri mereka sajalah yang jadi buah bibir orang.
Okelah kalau positif, tapi kalau sampai negatif juga masih GR, klasifikasinya adalah orgil.

Kayak kemarin, aku pasang status isinya tentang keinginanku buat jadi penulis kayak Raditya Dika.
Ada orang GR komen, "Jangan niru-niru Radith-ku!!!"
Yaelah, nih orang kenapa sih?
Kalaupun niru, belum tentu alirannya sama kan?
Lagipula, mana aku bisa niru wajah orang.
Dasar aneh...

Tunggu, dia bilang "Radith-ku"???
Sejak kapan, jeng?
Wong Radith masih dengan Sherina, jangan lebay dengan 'possessiveness' lah ya...
Kalahkan dulu tuh Sherina, baru aku akan berhenti kepengen jadi seperti Raditya Dika.
Kalau gak salah jeng kan udah punya cowok, urus aja dia, jangan sampai dilepasin kalau perlu.
Biar gak nyesel di kemudian hari.

Yah, begitulah orang GR di dunia.
Semoga gak ada lagi orang GR kayak gitu.
Amin...

Agustus sampai disini.
Males mau nerusin.
____________________
September

September itu bulan puasa.
September itu mulai kuliah.
September itu masa puncak.
September itu jurang.

Hebat, baru aja nyampai puncak udah harus masuk ke dalam jurang.
Syukurlah masih hidup.
Meski harus menanggung beban berat setiap hari.
Uhhh...

September emang gak jelas.
Sangat-sangat gak jelas.
Nasibku makin gak jelas.
Seperti telur di ujung tanduk.
Bertahan salah, lepas juga salah.
Salahku dobel.

Akhirnya jadi beban yang susah lepas dari pundak.
Aku jadi kena shock-illness.
Dan semua berawal dari kata "tak kusangka".
Ckckck.

Dan akhirnya, berita itu sampai ke telinga Ibuku.
Selanjutnya?
Ibu marah-marahin aku, istilah melayunya "beleter".
3 jam penuh dengarin 'beleter voice'.
Telingaku sakit.
Apalagi marah-marahnya kedengaran tetangga.
Jadi merah padam muka ini.
Apes deh...

Isi marah-marahnya, "Aulia, kamu gagal. Jangan mencoba lagi, atau keluar dari rumah ini".
OMG...
My face's melting...
Masyallah, pake acara hengkang segala.
Ini kayaknya beneran kalau aku mau dipingit.
Aaaaaaaaaah, jangan!!! Gak mau!!!

Kesimpulannya, ternyata benar, First Time Hurts.
Pengalaman pertama itu menyakitkan.
Akibat insiden tadi, aku jadi bahan pembicaraan orang-orang sekeluarga.
Berita lain bilang, para tetangga juga ikut-ikutan.
Ada lagi yang bilang, orang-orang se-RT juga ikut-ikutan.
Katanya juga, jadi bahan tertawaan mereka.

............................................................
Mau aku taruh kemana muka ini...
Nangis...
Tidur.
Bangunkan aku saat September berakhir.
Wake me up when september ends...

Di bulan ini juga, aku berhasil mencomblangi temanku.
Sayangnya, mereka udah putus.
Kalau aja nature si cowok yang agak playboy dan si cewek yang cuek bisa dihilangin...
Mungkin udah mau nikah mereka itu.

Hahaha...
Comblangin orang bisa, tapi urusan sendiri gagal...
............................................................ (--_)
Nangis... T_T

Entah apa peran yang harus aku lakoni.
Jadi pemeran utama atau jadi pemeran pembantu?
Kayaknya aku bakalan jadi pemeran pembantu selamanya.
Kasian...
Yah, biarlah waktu yang berbicara.

"Kesimpulan dan saran.
Buat pemula, jangan coba-coba memulai pacaran di bulan puasa.
Bakalan nyesel."

"Jangan kasih aku permen kalau permen yang ada cuma rasa pahit"

____________________
Oktober

Oktober adalah masa penyembuhan.
Setelah masuk rumah sakit sebagai pasien untuk pertama kalinya, aku dipindahkan dari Pontianak ke Mempawah untuk pemulihan.
Saat itu aku masih depresi.
Ngerjain apapun gak semangat.
Tubuh kurus kering.
Berat badan turun hampir 10 kg.
Gak mau banyak makan.
Mual dan muntah tiap hari.
Bulemia?
Entahlah.

Setelah dinyatakan sembuh, aku pulang ke Pontianak.
Seminggu gak kuliah rasanya blank.
Tapi depresi itu masih ada.
Gak hilang-hilang juga.
Kuliah pun gak semangat.
Muka suram.
Temen kuliah juga pada serem ngeliat aku waktu itu.
Mau ngomong, mereka takut gak bisa apa-apa.
Serba salah deh mereka.

Gak banyak yang ada di bulan ini.
Cuma yang bikin benci itu pas tanggal 20 Oktober.
Pas si So Bullshit Yankee dilantik.
Ada yang jadi kelewat bangga, sampai-sampai bilang "Lihatlah TV, Papaku dilantik".

Ho oh, dilantik tapi 100 hari kemudian gak bisa berbuat banyak.
Percuma aja deh...

Oktober yang membosankan.
Membosankan sekali.
Sangat-sangat membosankan.
____________________
November

Gak ada yang special buat November.
Kalaupun ada, RAHASIA!!!
Gak mau cerita!

Well, November ini sedikit menderita, karena MID yang bikin sengsara.

Sengsara...
Sengsara...
Sengsara...

(--_)
____________________
Desember

Akhir tahun yang membosankan.
Gak ada inovasi.
Bosan...

Malam tahun baru gak ada ngapa-ngapain.
Cuma main PS di lantai atas.
Sampai aku melewatkan acara kembang api, sungkeman, dan...
Gerhana Bulan jam 2 pagi.

Eh, beneran gak sih gerhananya?
Ada yang bilang gerhana matahari.
Ada yang bilang bukan pas malam tahun baru.
Yang mana yang benar?

Entahlah.
____________________

Kesimpulan dari Review ini, aku mau mengingat lagi kalau hidup itu kayak pelangi.
Berwarna-warni menghiasi langit.
Tapi sebenarnya warna-warna itu terbentuk dari sebuah cahaya putih saja.
Dengan kata lain, apapun yang kita perbuat dalam hidup ini, semuanya akan kembali pada permulaannya.
Dari cahaya putih sebuah usaha, akan menghasilkan warna-warni pelangi kehidupan.
Namun ada saatnya warna-warni pelangi kehidupan akan memudar dan hilang.
Dan kita akan memulai lagi dengan cahaya putih usaha itu.
Jangan menyerah, teruslah berkarya dalam hidup!
Powered By Blogger