Thursday, April 5, 2012

A Little Motivation

Terkadang sebuah gambar berarti lebih dari seribu kata. Dan gue akan mencoba mengangkat hal itu kali ini. Semoga para pembaca sekalian mengerti apa yang menjadi maksud dari gambar berikut.

Cekidot guys!

Sunday, April 1, 2012

Welcome April! Welcome Blog Updating!

No, there are no April Fools here.

Well, gue baru aja melakukan sedikit update untuk blog ini, setelah gue berlama-lama di depan laptop mengecek settingan blog. Gue baru sadar alasan enggak banyaknya comment yang masuk dari pembaca, adalah karena gue mengunci sistem agar hanya yang nge-follow gue aja yang bisa kasih comment.

Yeah, I'm such an idiot. And that's what this blog's title is.

Sekarang gue udah buka lagi sistemnya, agar semua pembaca memberikan comment-nya. Dengan begini, gue harap gue bisa tau apa isi pikiran pembaca tentang blog gue. That, or perhaps there are something else?

Selain membuka comment floodgate, gue melakukan sedikit lagi adjustment di sana-sini. Dari menjadikan judul blog gue sesuai dengan EYD, mencantumkan beberapa blog yang sering gue liat di bagian "See Also", memilih WAP template untuk blog gue, menempatkan profil gue paling atas, mengganti nama alias dengan nama asli gue, dan juga mengganti tulisan di header dengan sesuatu yang lebih classy.

I hope that these changes would also give this blog a great change too.

Dear Readers, feel free to give your comments! :)

Welcome to April, and welcome midterms...

Thursday, March 29, 2012

(Selamat) Wisuda!



"Akhirnya aku wisuda!!!"

Begitulah kira-kira benak sebagian mahasiswa Ekonomi UNTAN, yang hari ini telah berhasil menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar Sarjana Ekonomi alias S.E., terlebih bagi mereka yang sangat ambisius dalam hal mendapatkan gelar sarjana ini. Hasilnya, mereka lulus dengan hasil (IPK) yang memuaskan, bahkan mendapat predikat "lulusan terpuji".

Apalagi pada kelulusan tahun ini, banyak sekali IPK bernominal bagus yang muncul ke permukaan. Yang paling tinggi (tentu saja) adalah 4,00.

Wow, bisa dibayangkan orangnya pasti pinter banget ya. Nilainya selalu A, gak pernah ada B, C, D, apalagi E. Pokoknya selain A jauh-jauh deh!

Kita tentu terheran-heran bagaimana yang bersangkutan bisa memperoleh IPK 4,00 dengan mudahnya. Pasti di pikiran kita muncul pertanyaan-pertanyaan seperti "Cara belajarnya gimana sih?", "Dia makan apa sih biar jadi pinter gitu?", "Gimana caranya biar aku juga bisa jadi kayak gitu juga ya...", "Kayaknya dia bisa jadi joki nih, minta bantu aja sama dia kali ya...", dan lain-lain.

Masih tercengang karena ada mahasiswa yang CUM LAUDE?

Itu bukan hal yang mustahil. Kemungkinan untuk CUM LAUDE pasti tetap ada, karena di setiap tahun pasti ada mahasiswa yang cemerlang prestasinya, ataupun juga yang sangat ambisius untuk meraih titel CUM LAUDE, dan hal itu bisa terlihat bahkan sejak semester-semester awal. Tidak hanya itu, perilaku seseorang juga dapat menentukan apakah dia bakalan CUM LAUDE atau tidak.

Contoh, mahasiswa, atau secara faktanya adalah mahasiswi, yang CUM LAUDE di kampus gue, adalah mahasiswi paling rajin masuk kelas, tugas-tugas dari dosen selalu terselesaikan dengan baik, selalu memperhatikan dan mendengarkan saat dosen mengajar di kelas, spontan menjawab pertanyaan-pertanyaan dari dosen, selalu mengulang bahan kuliah saat di rumah, membiasakan dirinya membaca, aktif juga dalam berorganisasi, dan selalu dekat dengan dosen.

Mau tau seperti apa mahasiswinya? Ini dia :
Maaf, bagi yang penasaran dengan mahasiswi ini, nama mahasiswi yang bersangkutan tidak ikut difoto dengan alasan privasi.

Seperti inilah "Mahasiswa Idaman" yang selalu diimpi-impikan oleh dosen-dosen. Tanpa perlu waktu lama, dia sudah meninggalkan kesan baik bagi setiap dosen yang dia temui. Mungkin ucapan "tiada kesan tanpa kehadiranmu" layak dialamatkan pada mahasiswa-mahasiswa seperti ini.

Saat bergaul dengan sesama mahasiswa dia juga bersikap ramah, dan mau membantu jika ada teman-temannya yang kesulitan dalam memahami kuliah. Begitu sempurnanya performa dia di kampus bahkan membuat mahasiswa-mahasiswa lain minder bukan main. Bayangin aja, kalau misalnya satu kelas modusnya B, tiba-tiba ada info kalau cuma satu orang yang dapat A, pasti semua udah bisa nebak "Yang dapat A pasti dia, gak mungkin yang lain.", dan memang itulah yang terjadi.

Inilah efek samping dari persaingan yang ada di kampus. Di satu sisi mengakibatkan persaingan yang baik, yang membuat mahasiswa lain termotivasi untuk berusaha lebih baik. Namun di satu sisi, persaingan ini juga berakibat munculnya gap yang sangat jelas terlihat. Seperti adanya geng-geng mahasiswa yang selalu berkumpul dengan teman sekelompoknya saja dan tidak berusaha membaur dengan mahasiswa yang lain. Mereka sering beranggapan bahwa pasti akan sangat sulit untuk berinteraksi dengan mahasiswa-mahasiswa yang lain, yang memiliki IPK yang bagus ataupun dengan geng-geng lainnya. Dan gap ini akan sangat susah dihilangkan, yang akan berlanjut hingga setelah kuliah.

Ada lagi fenomena yang mengherankan dalam kampus. Setiap kampus tentu memiliki pengumuman siapa-siapa saja yang wisuda periode ini. Namun, yang begitu terlihat jelas dalam pengumuman itu adalah :

1. Lulusan Tercepat
2. Lulusan Termuda
3. Lulusan dengan IPK Tertinggi

Semuanya soal siapa yang cepat, siapa yang muda, dan siapa yang punya IPK paling tinggi. Perguruan tinggi, tempat lanjutan bagi mahasiswa untuk menimba ilmu telah jauh berubah menjadi tempat untuk mencari gengsi. Sekarang, ukuran sukses bagi mahasiswa bukanlah soal mencari ilmu setinggi-tingginya, tapi soal mendapatkan IPK yang setinggi-tingginya, dengan berbagai cara. Dari yang halal, sampai yang curang. Dan juga satu lagi yang gue pertanyakan, kenapa enggak ada yang menghargai skripsi terbaik? Apa benar ini memang menjadi bukti kalau penelitian yang menggunakan ilmu-ilmu yang kita dapatkan selama kuliah 3-4 tahun gak ada gunanya?

Gue sendiri mencoba untuk tidak terpengaruh dengan masalah IPK itu. Gue sadar gue bukanlah mahasiswa yang cemerlang prestasinya. IPK gue seringkali jatuh. Gue juga sering enggak paham dengan materi kuliah. Gue coba menyibukkan diri gue dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan mengisi blog ini. Namun tetap saja ada banyak hal yang membuat gue enggak bisa lepas dari masalah IPK ini begitu saja. Seperti banyaknya tuntutan yang dibebankan pada gue, terlebih dari orang tua, dan juga rasa jenuh yang muncul saat datang ke kampus.

Saat ini gue sedang kembali berusaha untuk tetap tidak terpengaruh atas kelulusan hari ini. Gue mencoba untuk menyibukkan diri gue lagi, bukan hanya dengan cara menulis dan mengisi blog ini, tapi juga dengan mencoba menulis skripsi gue. Gue telah memiliki topik skripsi yang akan gue perjuangkan. Gue akan berpandangan realistis soal target, yang berarti gue lulus pada tahun depan, 2013. Terlebih banyak yang mendukung gue, sekarang gue enggak punya alasan untuk enggak serius dalam menulis skripsi. Ini sudah saatnya gue untuk lanjut, jangan terlalu banyak bermain-main, dan harus fokus. Semoga dengan begini, gue mampu meraih target gue yang gue canangkan mulai saat ini.

Oh ya, tak lupa gue mengucapkan, Selamat atas Wisudanya teman-teman mahasiswa, dimanapun kamu saat ini berada. Semoga ilmu yang teman-teman dapatkan tidak sia-sia dan dapat dipraktekkan di masyarakat dengan baik. Amin.

Wednesday, March 28, 2012

Hal-Hal yang Kepikiran di Saat Hal-Hal itu Tidak Penting untuk Dipikirkan

Kalau deodoran bisa mengurangi produksi keringat, mungkin sebaiknya gue olesin deodoran ke seluruh tubuh seperti lagi pake Vaseline.

Orang yang paling perlu dikasihani adalah orang-orang yang sudah tua karena mereka udah enggak punya kesempatan lagi buat menyembunyikan kerutan mereka.

Kenapa suami-istri bisa bertengkar kalau udah denger kata "simpanan"? Padahal kalau diterjemahin ke bahasa Inggris bakalan jelas banget kalau "simpanan" itu adalah "savings".

Kenapa cowok enggak suka warna pink? Padahal pink adalah warna pertama yang mereka pakai waktu mereka pertama kali lahir di dunia.

Apa yang akan terjadi kalau susu Anmum diberikan pada binaragawan kayak Ade Rai?

Kira-kira apa yang akan terjadi kalau gue minum L-Men dan WRP pada saat yang bersamaan?

Kalau ada orang ketawa dan menulis "xixixixixixixi", apakah itu dibaca "ksiksiksiksiksiksi" atau "sisisisisisisi"?

Pencopet : Angkat tangan! Serahkan barang berhargamu! *nodongin pisau*
Orang yang akan dicopet : Pisaunya bagus banget, saya beli ya! *ngasih 500 ribu*
Pencopet : Baiklah kalau begitu *mengambil duit dan menyerahkan pisaunya*
Orang yang akan dicopet : Serahkan uangmu! *nodongin pisau*

Anak-anak yang suka bernyanyi "bangun tidur ku terus mandi, tidak lupa menggosok gigi, habis mandi ku tolong ibu, membersihkan tempat tidurku", sesungguhnya enggak akan bisa mengetahui arti efisiensi kerja.

Mario Teguh pernah bilang, rasa takut bisa menjadi motivator manusia untuk move on. Kalau begitu bisa dibayangkan mahasiswa-mahasiswa bakalan jernih pikirannya buat nulis skripsi jika mereka ditempatkan di rumah-rumah berhantu.

Mahasiswi : Aku enggak bisa bahasa Inggris, nilai TOEFL-ku aja rendah. Gimana dong...
Mahasiswa : Kok kamu bisa pake laptop?

Kalau ada orang yang ketawanya nulis "qiqiqiqiqiqiqi", sesungguhnya dia lagi belajar jadi kuntilanak.

Kota Pontianak memang kota yang hebat. Kenapa? Karena Pontianak punya dua "Paris", sementara Prancis hanya punya satu.

Kalau Surf bisa menghilangkan noda kekuningan, mungkin sebaiknya semua orang Indonesia beramai-ramai sikat gigi pake Surf.

Kenapa beruang sangat lucu bila menjadi boneka dan sangat menyeramkan bila berada di hutan?

Monday, March 19, 2012

Review Blog

Sudah 2 tahun blog ini berjalan. Dan selama waktu itu pula gue udah mengalami banyak hal. Dari yang menyenangkan maupun yang menyebalkan udah pernah gue posting di blog. Dan dari sekian banyak waktu yang gue habiskan di blog, gue hari ini akan melakukan sedikit review tentang blog gue.

Di blog ini, gue udah rilis 28 postingan, termasuk postingan ini. Dari yang pendek sampai yang panjang, yang semuanya gue kasih kategori-kategori tertentu, sangat umum ditemukan di blogger. Setelah gue memasang fitur stats untuk blogger, gue mendapati sesuatu yang membuat gue tercengang.

Blog gue sudah dilihat 990 kali. Sebuah hal yang mengejutkan karena blog gue bukanlah blog yang gue selalu promosiin kemana-mana, dan karena follower blog gue yang enggak begitu banyak, juga karena postingan gue hanya berupa coret-coretan akan hal-hal yang terlintas di benak gue, enggak lebih dari itu. Dan setelah gue cek lagi, gue terkejut karena ada juga audience dari luar negeri dan bukan cuma di Indonesia saja. Yang terbanyak adalah dari Rusia dan Amerika Serikat.
Hal pertama yang terlintas di benak gue adalah, "What makes my blog interesting to read?". Apa yang membuat blog gue menarik untuk dibaca? Karena gue tau kemampuan gue masih cetek dalam masalah menulis. Gue masih merasa banyak kekurangan dalam blog gue. Baik berupa tulisan gue yang (mungkin) kurang menarik, joke gue yang lebay juga garing, sampai pada dokumentasi yang kurang. Gue akui hal itu, dan itu termasuk dalam salah satu hal yang coba gue perbaiki.
Dan juga yang kedua, blog gue hampir sepenuhnya menggunakan bahasa Indonesia dan hanya sedikit English. Entah apa yang membuat audience dari luar negeri yang membaca blog gue. Apakah mereka mencari referensi untuk belajar bahasa Indonesia atau yang lainnya, atau yang lainnya, entahlah.

Setelah audience dari luar negeri, gue terkejut dengan jumlah pageview yang sangat banyak pada postingan satu ini.
Postingan "Ana Uhibbuka Fillah" menempati urutan pertama dengan lebih dari 350 kali dilihat. Suatu hal yang mengejutkan buat gue karena postingan ini terbilang hanya berupa coret-coretan murni atas sebuah masalah yang ada di dalam postingan tersebut. Dan kembali, pertanyaan yang hampir sama terlempar, "What makes this post interesting to read?". Apa yang membuat postingan ini menarik untuk dibaca? Hal yang sampai sekarang masih gue kaji dan belum ketemu jawabannya.

Setelah pageview, gue beralih ke traffic source, dan lagi-lagi ada hal yang mengejutkan.Dari segi search keyword, ada banyak yang mencari blog gue dengan keyword seperti di atas. Setelah mendapati data statistik ini, gue menyimpulkan bahwa sepertinya ada beberapa orang yang menjadi pembaca rutin blog gue dan mereka mengenal gue karena langsung search dengan judul blog gue dan nama gue di google. Di samping itu, gue sepertinya mendapatkan sedikit jawaban dari pertanyaan gue di atas. Ternyata ada juga yang masuk ke blog gue karena mencari apa arti dari "Ana Uhibbuka Fillah". Dan kebetulan gue memiliki postingan dengan judul yang sama. Mungkin hal itu pula yang membuat postingan tersebut sering diakses dan (mungkin) dibaca.

Selain keterkejutan gue atas data-data statistik tersebut, gue juga menyayangkan bahwa blog gue sepi dari komentar, sepi dari followers, dan sepi dari reactions. Namun setelah melihat blog gue lagi, gue pun menyadari bahwa hal itu adalah wajar karena blog gue masih kecil, dan gue masih sebagai pemula dalam dunia blogging. Meski begitu gue tetap mengharapkan adanya feedback dari para pengunjung blog, baik berupa komentar, maupun hanya sekadar reaksi. Karena setiap bentuk feedback yang diberikan sangat berguna untuk perkembangan blog gue.

Wednesday, March 14, 2012

"Masih Mau Cuek dengan Kuliahmu?"


"Masih Mau Cuek dengan Kuliahmu?" adalah sebuah buku yang dihadiahkan mantan pacar gue pada bulan November kemarin. Buku ini berisi motivasi-motivasi bagi mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir yang bingung dengan masa depannya, termasuk dalam dunia kerja. Secara pribadi gue menilai buku ini sangat bagus dan to the point. Enggak heran buku ini selalu ada di tas gue, dan sangat jarang gue keluarin. Bukan hanya karena isi bukunya, tapi ada something special yang gue jaga di buku ini.

So? Apa hubungan antara judul postingan kali ini, dengan buku tersebut, dan isi dari postingan kali ini?

Hari ini, saat gue sedang melihat teman-teman gue lagi sidang outline, gue ditegur salah satu dosen (yang banyak mahasiswa bilang) killer yang akan menguji salah satu teman gue, karena gue terlihat paling santai di antara yang lainnya. Beliau berkata dengan lantang di depan teman-teman gue, isinya yang tentu saja menyuruh gue banyak belajar dan mempercepat penyelesaian studi, dan tentu saja hal-hal lainnya yang membuat gue kembali down.

Gue akui, gue orangnya mudah sekali down, apalagi hanya dalam beberapa sentilan mengenai hal-hal yang gue anggap sangat pribadi buat gue, yang salah satunya adalah studi gue. Bukannya gue enggak mau mikirin studi gue, gue hanya mencoba untuk realistis. Gue masih memiliki banyak mata kuliah yang harus diambil dan yang harus diulang untuk memperbaiki nilai gue, meski enggak sampai sepuluh buah, dan karena itu gue mencoba untuk lebih fokus dengan kuliah gue daripada memikirkan isi skripsi yang akan gue presentasikan di ruang sidang nanti. Dan juga satu lagi, gue belum siap.

Ya, setelah beberapa kali melihat teman-teman gue seminar, yang gue rasakan adalah down, banget. Bukan cuma berpikiran apakah gue bisa menghadapi para dosen penguji itu, tapi juga seberapa besar mental yang harus gue siapkan sebelum memasuki ruangan "angker" itu. Dari pandangan gue, masuk ke ruangan itu seperti sedang memasuki ruang audisi Indonesian Idol, berhadapan dengan juri (dosen penguji), lalu kita menunjukkan kebolehan kita dalam bernyanyi (menjelaskan isi skripsi dan juga teori-teori mata kuliah yang kita pelajari selama ini), terkadang sampai lebih dari 1 jam di sana, lalu jika selesai kita akan menerima secarik kertas yang menyatakan bahwa skripsi kita lulus, lulus dengan perbaikan, atau bahkan tidak lulus. Terlebih dalam setiap ujian skripsi, para mahasiswa yang akan ujian membawa makanan dan minuman untuk disajikan pada dosen penguji, dan juga para petugas tata usaha dan administrasi kampus (should i do that too?), yang lama-lama malah mirip orang memberikan sesajen bagi para arwah-arwah tempatnya meminta bantuan agar lulus kuliah, wisuda, dan mendapatkan gelar. Jadi bisa dibayangkan berapa banyak modal pikiran, uang, dan mental yang harus dipersiapkan untuk menghadapi satu ujian skripsi. Kalau gak lulus? Ngulang lagi? Modal yang diperlukan pun membengkak.

"Masih mau cuek dengan kuliahmu?"
Hari ini, kata-kata itu kembali muncul dalam benak gue setelah sekian lama gue mencoba untuk mengendalikan pikiran gue agar enggak stres dari sekian banyak tuntutan yang ditujukan pada gue. Pada akhirnya, kalaupun gue terus mendapatkan tuntutan, gue enggak boleh berlama-lama down dan menjadi semakin galau. Karena pada dasarnya, segala bentuk sentilan; kritikan; saran; protes keras; singgungan; dagelan; parodi; gosip; gunjingan; bertujuan baik, yaitu untuk membuat diri kita menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya, bukannya untuk membuat kita menjadi down bahkan galau tanpa akhir. Hanya saja banyak orang lebih menekankan sisi negatif yang ada dari hal-hal tersebut, tanpa melihat sisi lainnya yang bersifat membangun. Karena itu, mungkin kita perlu melihat sisi lain kehidupan yang tersembunyi dari pandangan kita. Dan mungkin karena itu pula, gue perlu membuka mata ketiga dan keempat gue agar gue bisa melihat kehidupan gue dengan sudut pandang yang lebih baik.

Sunday, February 19, 2012

Selamat Menjomblo!

Hari ini gue kembali mengucapkan "selamat menjomblo" pada diri gue.

Ya, gue kembali jomblo setelah setahun lebih kembali melanjutkan hubungan gue sama pacar gue yang sempat terputus. Dan di saat optimisme sudah mengakar dalam diri gue, gue harus kembali jomblo.

Mungkin sebagian dari kita menganggap jomblo adalah sesuatu yang mengerikan, sesuatu yang harus dibasmi, sesuatu yang harus ditanggalkan dari diri, dan lainnya.

Namun gue tetap yakin kalau di balik semua ini tentu ada hikmahnya. Mungkin tuhan menyadarkan gue untuk kembali fokus pada kuliah gue, mungkin juga gue perlu untuk berkaca kembali atas apa yang gue miliki, mungkin gue perlu untuk memperbaiki sikap, dan masih banyak lagi hal-hal yang perlu direnungi dari sebuah keadaan menjomblo. Think positive, do positive, have no regrets.

Kali ini gue gak perlu panjang-panjang nulis, karena semua udah pada tau jomblo itu kayak gimana. Yang penting adalah bukan dari bagaimana kita menyesali keadaan menjomblo, tapi bagaimana kita menyikapi maksud dari jomblo.

Salam jomblo.

Friday, January 20, 2012

Menggalau di KFC

Good Morning everyone.

Oke, mungkin gue gak biasanya beri salam pada kalian seperti ini. Dan mungkin kalian udah lama penasaran kenapa gue jarang nulis lagi di blog. Kenapa eh kenapa?

So I'll try to be true to you. I've been taken hiatus for too long, 9 months to be exact. It has been a long time, and made me wonder how busy I did in the last 9 months, while in the mean time I still could took a nap for every single day except Friday. I can't even understand how my body worked, well, until now.

Akhir-akhir ini gue makin sering tidur kepagian. Entah jam 2, entah jam 3, entah jam 4, kadang-kadang gue malah tidur jam 7. Gue mungkin insomnia, atau mungkin juga gue sedang dalam proses perubahan menjadi makhluk nocturnal.

Apa itu nocturnal?

Nocturnal merupakan sifat dimana sesuatu bekerja lebih banyak di waktu malam dan beristirahat di waktu siang. Kebalikan dari sistem tubuh manusia pada umumnya. Mungkin sifat ini muncul dalam diri gue karena gue makin banyak melakukan interaksi di waktu malam. Entah sama diri gue, atau sama orang lain. Tapi seringnya gue melakukan hal-hal yang enggak sempat gue lakukan di siang hari pada malam hari. Terlebih karena gue tinggal sama sepupu bongsor dengan massa 80 kg, yang menguasai rumah itu saat siang hari, dimana setiap langkahnya dapat menggetarkan lahan seluas 20 meter persegi, dan membuat semua semut yang sedang bekerja keluar dari sarangnya dan serempak berteriak dengan tangan mengadah ke langit, "Oh tuhan, jangan Engkau percepat kedatangan kiamat di muka bumi ini. Kami masih banyak kerjaan!".

Contoh, gue mencuci baju di malem hari dan menjemurnya di luar, berharap jam 10 pagi udah kering. Gue mempersiapkan nasi buat makan esok hari di waktu malam, gue buang sampah di waktu malam, gue begadang ngerjain tugas di waktu malam, dan yang paling terbaru : menggalau di malam hari.

Eit, jangan terkejut. Gue juga manusia. Gue juga bisa menggalau. Tapi gak seperti para anak baru kegedean yang menggalau sambil nangis-nangis di kamar, mukul-mukul bantal, dan nyoret-nyoret kertas sambil dengerin lagu-lagu galau dari Anak Terakhir (bukan yang tertukar?), Membunuh Aku di Dalam (emang ada apa di dalam? ada pistol gitu?), dll., sambil meratap, "Kenapa kamu lebih milih dia? Kenapa???", dan membiarkan matanya sembab karena kelamaan nangis. Baru paginya ditanyain sama orang tuanya, "Kamu kenapa nak? Abis berantem sama jin penghuni kamar kamu ya? Nanti bapak panggilin pak Ustadz, biar jinnya enggak ganggu kamu lagi. Kamu tenang aja ya nak, semua akan baik-baik saja".
Kalau udah di situasi itu, elo mau jawab apa?

Gue menggalau lebih pada bagaimana gue harus mengambil sikap ke depannya. Gue juga selalu ingin waktu untuk sendirian dan merenungkan apa yang telah terjadi selama ini. Enggak heran gue selalu keliatan sendirian, terlebih kalau kalian pernah melihat gue dan berinteraksi dengan gue seharian penuh. Mungkin kalian yang udah jadi teman facebook gue selalu liat status-status gue itu membingungkan, banyak teka-teki, dan enggak penting banget buat dikomentarin, itulah yang kalian pikirkan tentang gue, dan akan terefleksikan dari diri gue dengan jelas pada kalian sendiri. Oke? Semua orang juga butuh perhatian, begitu juga gue. Kalian enggak perhatiin gue, gue juga akan balas enggak akan perhatiin kalian. No hard feelings, karma berlaku sob. You'll get what you've done.

Mungkin kalian mengira gue selalu menggalau di kamar kan? Hahaha, salah besar sob. Elit dikit lah. Gue akhir-akhir ini lebih sering menggalau di KFC.

Buset, KFC!

Dan pada jam-jam segini, waktu yang enggak terlalu ramai karena semua orang tidur, meski enggak semua orang. Kenapa gue milih KFC? Ada beberapa alasan.

Pertama, KFC buka 24 jam, pertama di Pontianak. Tertinggal banget ya Pontianak? Ya begitulah, susahnya negara kepulauan.

Kedua, sambil gue makan, gue bisa memperhatikan orang-orang yang mengunjungi KFC. Dari waiter sampai pengunjungnya, dari cowok sampai cewek, dari yang normal sampai yang maho, dari yang fashionista sampai yang cuek bebek dengan penampilannya.
Gue pernah melihat ada dua orang cowok memesan makanan di depan gue. Yang satunya pake celana pendek selutut, yang satunya pake hotpants katun putih dengan motif hearts warna pink. Begitu si cowok bercelana pendek selutut yang gue rasa sebagai "the man"-nya itu meminta dia nunggu di mobil Honda Jazz silver yang diparkir di depan, cowok berhotpants yang gue rasa adalah "the woman" melenggang keluar sambil melahap sundae yang udah diterimanya dan bersandar di kap depan. Gue cuma bisa melihat sambil geleng-geleng kepala.
Pagi ini, gue ngeliat ada cewek merokok, dua cewek bergaya tomboy, dan pasangan maho, lagi. Buset, memang kehidupan seperti ini hanya bisa terlihat di waktu malam. Dimana kenyataan hidup lebih terlihat jelas. And that's what I like about the night.

Dan yang ketiga, KFC punya wi-fi. Tapi tadi gue coba koneksi malah minta kode pengaman. Lah, serius gak sih pasang label "INTERNET CORNER" di depan?

Back to kegalauan gue. Sambil mengetik, gue mencoba membongkar ingatan-ingatan gue selama 9 bulan ini. Dari yang sweet sampai yang bitter, dari yang menyenangkan sampai yang menyedihkan, dll.

Yang menyenangkan, gue ngerayain satu tahun hubungan gue sama pacar gue, dan berlanjut meski sempat hitungannya mentok dan dilanjutin lagi Februari 2011, dan membuat perhitungan anniversary bergeser jauh ke November. But that's not the matter. As long as we could be together, time will not divide and fade the chances to share love between us. Eaaaaaaaaaaaaaaaa #kesambet
Gue malah berencana untuk datang lagi ke Jakarta tahun ini, kali ini sendirian, dengan target lebih gede : ketemu camer. Semoga bisa terlaksana dan acara ketemu camernya sukses. Amin. I really missed her, a LOT.

Yang menyedihkan, gue kehilangan nenek gue yang meninggal dunia bulan Oktober lalu. Well, enggak terlalu menyedihkan buat gue, karena semua orang pasti akan pergi, entah sementara atau permanen. Yang lebih penting adalah bagaimana kita menyingkapi itu semua. Lagipula gue udah kebanyakan ngeluarin air mata gue untuk hal-hal yang percuma seperti menangisi perpisahan gue dengan mantan-mantan gue. Dua tahun lalu mungkin semua itu berarti. Tapi lama kelamaan gue mulai menegaskan pikiran gue, "Buat apa elo nangisin orang-orang yang enggak pernah mencintai elo dari hati? Percuma, bego! Mereka enggak akan ngeliat lagi ke elo. Yang ada mereka akan berpikiran kalau mereka dulu 'pernah memacari cowok childish yang takut dipukuli, lemah sama cewek dan jadi target empuk biar dompetnya (gue) tipis, sementara dompet gue (si mantan) utuh hingga akhir bulan', dan harus dilupakan biar bisa nyari cowok layaknya pangeran yang tampan, kaya, macho, setia, dll. NGIMPI!!! Kalau elo terus kayak gitu, sama aja elo melemahkan hati elo, gak berani moving on, lama kelamaan jiwa elo membusuk bersama dengan bertambahnya usia elo. Elo mau kayak orang enggak punya jiwa? Hidupnya kosong tanpa tujuan? SO LUPAIN DUA ORANG GAK BERGUNA ITU DAN MAJU TERUS!"

Pelajaran yang dapat gue ambil dari konflik hati gue adalah, elo enggak akan bisa jadi orang yang lebih baik tanpa ada sesuatu di masa lalu elo, tapi jangan biarkan masa lalu terlalu lama hidup, elo harus maju bersama waktu, karena itulah hakikat manusia yang sebenarnya.

Gue kok jadi kelamaan kesambet gini ya? Hadeh...

Gue masih gak mengerti perbedaan yang kecil bisa mempengaruhi sebuah konstitusi fundamental. Tapi setelah melakukan suatu kesalahan tertentu, gue mengerti kalau homogenitas udah terlalu lama berkembang di Indonesia. Perbedaan kecil seperti lemparan batu oleh Nabi Daud As. dapat membuat Jalut goyah dan tumbang. Itu sebabnya gue sekarang jarang online di facebook gue, karena gue gak mau asal bunyi lagi terjadi, yang bisa membuat konstitusi segede Amerika bisa kacau gara-gara kata-kata gue. Udah cukup tanda-tanda bagi gue untuk segera menghilang tanpa jejak setelah gue lulus kuliah, itu lebih baik daripada gue tetap muncul di mata mereka dan membuat kekacauan yang membuat gue dikucilkan. Gue lebih suka meng-exile diri gue sendiri dari hadapan orang lain daripada gue di-exile oleh massa. Mungkin kalian merasa aneh kan? Tapi itulah gue. Bukan elo.

At the end of this morning's posting, gue harus segera menentukan langkah gue. Gue harus bisa lebih aktif. Gue harus bisa fokus pada masa depan gue. Dan yang terakhir, gue harus tegas pada diri gue sendiri. Dan semuanya harus gue lakukan mulai sekarang. Terima kasih atas perhatian kalian semua atas postingan pagi ini. Gue akan kembali menjalani hidup gue yang penuh dengan kata "BY MYSELF". Semoga postingan ini bisa mengingatkan kembali apa tujuan gue.

Oke, selamat pagi semuanya dan selamat tidur...
Buat KFC, thanks paket super besar-nya dan ngebolehin gue nambah tagihan listrik.

Friday, September 16, 2011

Indonesia Terkini

Eit, ini bukan berita, meski ada kata terkini.
Ini cuma note beri tahu, alias kita beri agar kamu (jadi) tahu, biar bisa dimakan se-RT. Bayangin aja, tahu raksasa gitu loh!

Apa? Garing? Ya, secara gue baru aja abis makan kacang kulit dan kulitnya. Jadi jangan heran joke gue jadi garing.

Enggaklah! Gue cuma jarang nulis. Terakhir kali gue nulis itu bulan Maret, atau 6 bulan lalu. Jadi udah bisa bayangin kan, berapa banyak skill menulis gue terbuang hanya karena malas nulis.

Beuh...

Anyway, tak lupa gue ngucapin Selamat Hari Raya Idul Fitri 1432 H, mohon maaf lahir batin, semoga amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT, amin ya robbal alamin...

Jangan lupa, amplop ijonya ditunggu!

Oh iya, soda kalengan juga, jangan lupa sediain di rumah!

Selama 6 bulan vakum nulis, gue kembali melirik dunia, dunia dalam dan luar, dunia kiri dan kanan, dunia gelap dan cerah, dunia manusia dan jin (hah?), dunia kehinaan dan ketenaran, dan lain-lain. Akhirnya gue mendapatkan satu kesimpulan.
Indonesia adalah negara yang mayoritas penduduknya adalah korban.

Korban apa noh? Ada yang tau?

Pasti pada ngira maksudnya adalah korban penyiksaan, penipuan, penjarahan, pencurian, perampasan, penculikan, pemaksaan, atau bahkan pembunuhan di luar negeri.
Enggak salah, tapi juga enggak sepenuhnya cocok dengan apa yang akan gue bahas di note ini.
Percayalah!

Oke, back to the topic.

Indonesia itu korban :

1. Korban Trend
Trend apa? Oke, liat aja layar kaca. Pantengin acara infotainment. 5 menit kemudian, muncul Syahrini pake kaftan, lalu bilang ke wartawan dengan nada lirih dan pelan... "alhamdulillah ya..."
Sejam kemudian, datang ibu-ibu, berkumpul buat ngerumpi.

"Alhamdulillah ya jeung, bisnis kue kering saya lancar banget. Pas dekat lebaran, pesanan makin banyak dech"
"Iya, saya juga jeung, kaftan yang saya beli di Tanah Abang langsung laris dibeli teman-teman sekantor saya. Pada mau bergaya kayak Syahrini kali ya jeung, namanya juga lebaran, hihihi"
dan seterus terus terus terus terus terus terus seterusnya.

Sebenarnya bukan cuma sekali manusia Indonesia menjadi korban trend. Ingat remaja kegedean, Cinta Lorat? Yang terkenal dengan trend ngomong dengan aksen bule yang dipaksakan kayak, "udah becek gak ada ojek..." sampai-sampai jadi lagu rap itu? Atau si Host Fenomenal, Tokol? Terkenal dengan "katro'", "tak sobek-sobek", sampai "puas, puas"???
Gak cuma pada trademark artis, mode juga sering sekali "memakan" korban. Seperti Syahrini dengan kaftan, yang sebenarnya lebih mirip batsuit itu. Mode baju-baju asal Korea yang jadi trademark para girlband di sana. Sampai-sampai online shop pada jualan apa yang mereka bilang "KOREAN FASHION", padahal nyatanya buatan China (KW). Lalu muncul lagi soal band-band mirip-Korea menjamur. Dari SM*SH sampai Cherrybelle, dari yang menawan hati fansnya sampai yang enggak banget gayanya, dari yang berirama menghentak yang cocok buat dance sampai berirama mellow tapi dipaksain nge-dance...

Aya-aya wae...

Yah, selamat makan trend. Yang pasti gue gak ikutan.

2. Korban Sugesti
Ingat iklan Joni Blak-blakan? Semuanya hanya berawal dari pertemuan tidak sengaja antara Joni kecil dengan seorang tua yang mengatakan, "Joni, kamu akan jadi orang yang blak-blakan".
Dan seketika itu pula, Joni tumbuh menjadi orang yang benar-benar blak-blakan.

Apa artinya?

Coba ingat lagi. Khususnya cewek, pas beli majalah baru, yang diliat pasti rubrik horoskop duluan. Ngelirik ke horoskop timbangan, dan liat...
"Kehidupan : banyak tugas menumpuk, hufft, jangan bersedih, tetap ceumungudh gals!
Keuangan : banyak narik uang di ATM ya? hati-hati loh kehabisan, secara bulan ini bakalan banyak pengeluaran gak terduga
Kesehatan : makin sering hujan nih, jaga kesehatan ya gals, jangan lupa minum vitamin C
Asmara : si doi kayak lagi ninggalin kamu karena ada kesenangan sendiri? jangan terburu-buru berpikir buat putusin dia gals, karena dia enggak akan ninggalin kamu kok"
Dan seketika itu pula, tuh cewek langsung percaya.

Edan banget.

Padahal yang nulis 4 saran dalam 12 kolom itu cuma manusia, yak bener, CUMA MANUSIA, bukan TUHAN.

Alasannya? Simpel. Manusia Indonesia tumbuh dengan latar belakang budaya gaib. Jadi sangat mudah percaya dan terpengaruh dengan hal-hal yang gaib dan belum pasti. Bukannya gue gak percaya dengan hal gaib, tapi jika hal-hal gaib digunakan untuk propaganda pada anak-anak, generasi penerus Indonesia bakalan jadi generasi takut hantu.
Buktinya anak-anak udah ditanamkan untuk "takut" pada hantu, supaya gak nakal dan berulah. Efektif memang, tapi salah.

Saat ini memang yang paling berguna itu sugesti, sugesti, dan sugesti. Seperti halnya saat dihipnotis, namun dalam keadaan sadar. Anak-anak tadi selalu diperingatkan orang tuanya biar enggak nakal dimanapun, dengan alasan ada hantu yang akan mendatangi mereka, hasilnya si anak nurut, dengan rasa takut dan gelisah berkecamuk. Yang akhirnya akan berubah menjadi rasa panik saat dia tumbuh besar nanti. Sama halnya dengan trend terbaru, percaya sama ustadz/orang "pintar" yang katanya punya indera ke-enam. Begitu dengar kata-katanya (yang tentu saja belum tentu benar) apalagi disertai dengan kata-kata "disantet", "dipengaruhi", dan lain-lain, semua orang bisa jadi panik.

ANJRIT, EDUN BANGET YAK.

Jadi pertanyaan sekarang, kemana perginya asas praduga tidak bersalah???

Jawabannya : kata-kata orang "pintar" 100% benar! kata-kata orang lain? buang ke laut aja!

Kesimpulan : Bagi anda yang percaya kata-kata keluarga saya bahwa saya MAHO, selamat, anda termasuk dalam golongan orang-orang yang bersekutu dengan SETAN, IBLIS, dan semacamnya.

3. Korban JAIM

Heh, 9 bulanan ini seluruh channel tv cuma nyiarin betapa presiden bongsor kita, SBY cuma bisa bilang "Saya... PRIHATIN..."

SBY kebanyakan makan, cuma bisa bilang "PRIHATIN PRIHATIN PRIHATIN".

Ckckckckckckckck...Bisa kita bilang, Indonesia penuh dengan orang JAIM. Tapi enggak kayak pemerintahan presiden bongsor kita. Jaim ini dimaksudkan untuk orang yang ragu-ragu bertindak, atau melarang orang lain melakukan sesuatu yang beda hanya karena gengsi.

Seperti...

"Jangan kamu lakukan hal itu, nanti apa kata orang-orang pada mama???"

WOW.

No Comment ah.

Intinya, terlalu sering jaim dapat mengakibatkan pikiran tertutup, tidak menerima perubahan, terlalu konservatif, takut segala yang berbau asing, dan benci mengakui kekurangan orang lain.

Sekian dalam beri tahu.

Jika ada fenomena baru di Indonesia, segera kirim komen di sini.

Oke?

Teuteup Ceumungudh dan sualuam @L4Y!
sesuatu banget ya...

Tuesday, March 8, 2011

After the Storm...

Kembali lagi ke blog, setelah beberapa pekan terakhir ini galau, resah, gelisah, bingung tak berujung, dan nasib buruk mulai terungkap perlahan-lahan...

NASAKOM!!!


Ingat. NASAKOM ini bukan berarti "Nasionalis, Agama, Komunis" seperti yang didengungkan oleh our founding father Soekarno pada masa orde lama. NASAKOM ini berarti "Nasib Satu Koma", masalah terbesar para mahasiswa, nomor dua setelah gagal ujian skripsi.


Ya, benar sekali.


IPS ini gue dapat satu koma! Dengan nilai yang beraneka ragam seperti pelangi. Semua huruf ada!


Jangan bilang 'wow'!


Dan itulah semester terburuk dalam perkuliahan gue. Harus gue akui, hasil ini bukan semata-mata kecelakaan, tapi juga karena ulah gue sendiri yang insomnianya jadi tambah parah. Terlebih ada 2 mata kuliah yang gue ambil kelas pagi. Awalnya mungkin bisa. Tapi lama-kelamaan jadi susah. Dan begitulah jadinya, skip classes...


Namun gue udah gak mau mikirin itu lagi. Udah saatnya lepas dari masa lalu yang mengikat hidup gue. Waktu akan terus berjalan. Gue gak boleh diam sendirian. Gue harus bergerak maju, melanjutkan hidup gue...


Dan semester ini, muncul semangat baru, melihat Behavioral Accounting yang ternyata sangat menarik! Entah karena ada sosiologi dan psikologi di dalamnya atau apa, yang penting semangat gue bisa pulih kembali, terlebih setelah kuliah siang ini...


"Mahasiswa jurusan akuntansi selalu salah kaprah. Kalau skripsi, gak penting yang namanya bikin skripsi ada hitung-hitungannya! Gak usah takut kalau ditanya hitungannya dimana dan sebagainya."

Dan jadilah semangat gue balik lagi. Ditambah lagi dengan kembalinya virus merah jambu, gue berharap, semoga di semester ini gue bisa lebih baik lagi. Amin...

Tuesday, February 1, 2011

Warnings for Us, Guys! -part 2-

*postingan ini seharusnya diposting pada 27 November 2010*

Akhirnya... Kembali lagi menyentuh blog gue...
Setelah sekian lama waktu habis hanya buat persiapan ujian, dan hampir semuanya... almost failed. Jangan ditanya lagi.

Kali ini gue curi-curi waktu di antara 2 minggu masa ujian untuk nulis sesuatu yang udah gue tahan sejak lama. Kira-kira... mungkin 1 tahun gue ngeram ini tulisan buat dikeluarin...

Ngomong-ngomong soal tulisan, ingatan gue masih belum pudar dari apa yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebelum ujian mid Advance Accounting, kelas gue disuruh bikin sebuah essay, mengenai IFRS dan penerapannya di perusahaan-perusahaan Indonesia. Essay tersebut harus ditulis dalam 1000-1500 kata. Dan dalam waktu yang cukup singkat, yaitu satu minggu sebelum waktu ujian, essay tersebut harus dikumpulkan. Well, as you all already thought, gue udah nyerahin essay itu sewaktu ujian tadi. Semoga dengan begitu nilai gue bisa naik setelah memperkirakan hasil ujian yang pasti bakal amburadul...
Uhh...

Hanya saja, belajar sebagai penulis, gue mendapat banyak perbedaan antara menulis di blog dan menulis di essay. Setelah gue pikir-pikir, gue merasa kalau nulis di blog itu lebih enak daripada nulis essay. Kalau nulis di blog, gue bisa bebas nulis apa aja, gak ada deadline yang bikin gue 'dead in line', masa stres dan blank otak gue lebih pendek, juga karena gue gak perlu pembuktian umum dari apa yang gue tulis. Kalau essay, sebaliknya! Buset, otak gue jadi ngeblank gara-gara ngerjain tuh essay, sampai-sampai waktu belajar mata kuliah yang bakal diujikan, materinya pada gak bisa masuk. Otak gue overload.

Jadi gue mulai maintenance otak gue, melakukan defragment, mengoprek system32, menjelajah ROM, reloading RAM, sampai akhirnya gue bisa membebaskan sekitar 2,711 GB RAM dan 2,009 GB ROM. Gak mudah melakukannya. Gue sempat gak sadarkan diri beberapa menit, sampai-sampai air liur keluar dari mulut gue dan mata gue memutih. Kalau bingung, liat bagaimana kalau Patrick gak bisa mikir.

Mudah-mudahan otak gue bisa berjalan sebagaimana mestinya lagi setelah terlalu banyak overload yang terjadi.
*masangin kembali sekrup tengkorak dan menutup program Tune-Up Utilities 2011 yang baru aja diinstal di dalam otak*

Oke, udahan joke soal komputernya. Kembali ke topik... eeeehhhhh... awal!

Kalau di bagian pertama gue udah ngebahas abis soal cowok yang kekanak-kanakan, sekarang bagaimana kalau sebaliknya? Bagaimana kalau cewek kita atau yang lagi kita taksir itu sifatnya kekanak-kanakan?

Ingatlah, wahai cowok-cowok! Kekanak-kanakan pada cowok dan cewek itu sangat berbeda. Atau mungkin boleh kita singkat menjadi childish. Kalau cewek childish itu pasti terlihat manis. Sedangkan kalau cowok childish itu pasti menjadi najis. Jangan tersinggung, ini nyata loh.

Apa icon childish masa kini?
Spongebob, Dora, Shinchan, Doraemon, mungkin adalah beberapa di antaranya.
Tapi menurut gue, Dora adalah yang ter-childish.
Gak percaya? Liat aja. Rambut bob ngembang, kulit coklat, baju pink gak muat sampai nampak pusar, celana pendek lusuh, berjalan-jalan sambil bawa ransel dan peta yang bisa bicara, dan ditemani oleh monyet berwarna pink juga (ada gitu monyet warna pink???) yang memakai sepatu boots gak muat. Gak banget.

Apalagi judulnya, "DORA THE EXPLORER". Explorer apaan? Gak ada unsur jelajah dalam kartun bloon itu. Adanya cuma ngajarin anak-anak 'How to be a Spoiled Girl in 30 Minutes'.
Contoh, setiap nemu sesuatu, si Doranjrit itu pasti bilang "Apa kau melihat jembatan?". Semak-semak mulai terbuka, menunjukkan jembatan yang disembunyikan, seolah-olah si Doranjrit itu adalah dewi yang punya kekuatan mistis. Dan seketika itu juga, muncul pointer mouse yang meng-klik jembatan itu.
Ceklik!
Lalu si monyet bloon yang gue baru tau namanya Bootsundal itu bilang dengan riang gembrot "Iya, itu dia, Doranjrit. Ayo kita ke sana! Uh uh ah ah (suara monyet gak jadi, malah mirip desahan orang horny)"
Padahal si Bootsundal itu udah dari tadi ngeliat ke arah jembatan itu.

Kartun bego.

Bahkan, muncul penerus Doranjrit, kali ini laki-laki, penjaga satwa tanpa marga, bernama Diego.
Too bad, Diego. Nama lo bukan Diego lagi, tapi Diegoblok!!!
Huehuehueheh...

Lain Dora, lain juga Shinchan. Jika Dora ngajarin bagaimana caranya menjadi anak manja, Shinchan ngajarin 'How to Show Your Titit Without Hesitation in 30 Minutes'. Dan karena hal ini, banyak anak telah menjadi korban. Sebut saja adik gue, yang sudah gak ragu lagi buat nunjukin tititnya di depan umum, padahal sudah SD. Kalau digabungin efek Dora dan Shinchan, gak kebayang bakal apa jadinya.

Paling banter dalam pikiran gue, jadinya kayak gini.

Misalkan adik gue, kedatangan temennya, lalu tiba-tiba adek gue muncul naked sambil bertanya, "Apa kau melihat gajah?". Yang ternyata 'gajah' yang dimaksud adalah tititnya yang udah digambar pake spidol permanen, lengkap dengan matanya. Temennya shock, gak nyangka bakalan disodorin 'siluman gajah' yang dimiliki oleh anak-umur-8-tahun-yang-rupanya-adalah-titisan-pangeran-dari-neraka, lalu dengan tenaga terakhir yang ia miliki setelah diserap oleh 'siluman gajah', ia lari terbirit-birit ke rumahnya.
Keesokan harinya di sekolah, adik gue bertanya, "Si T mana?"
Temen adik gue jawab, "Operasi mata, dia kemarin jadi buta permanen, kata orang tuanya itu semua gara-gara kamu."
Dan akhirnya adik gue disunat.
Huehuehueheh...

Mungkin ini sebabnya Usui Yoshito, mangaka pencipta Shinchan ditemukan bunuh diri di tebing terjal tahun lalu.
Wow...

Oke, terlalu lama ngelantur. Kita balik lagi ke topik kita. Inilah contohnya kalau cewek childish beraksi...

Contoh :
Ada jingle Wall's lewat di depan rumah.
Cewek : Yaaaaaaaangggg, beliin aku es krim dooooonggg... Cornetto yaaaaa...
Cowok : Duh, jangan sayang, kita makan es krim di cafe aja ya. Di sana es krimnya enak loh, pas buat kita berdua.
Cewek : (masang muka melas khas anak kecil, mata berkaca-kaca, setengah nangis sambil ingus hampir keluar, kemudian berdiri, menghentak-hentakkan kedua kaki layaknya personil paskibra, lalu menggerakkan tangan tanpa arah yang jelas, saat berbicara suaranya naik 3 oktaf) Gak maaaaaaaaaau, pokoknya dibeliin sekarang! Es krimnya dibeliin sekaaaaarang!
Cowok : (masang muka setengah ketakutan) I..i..iya, dibeliin. Tunggu bentar ya... (keluar rumah, mengejar kereta yang jual es krim, beli es krimnya)
6500 keluar dari dompet.
Liat, ampuh banget kan. Bagaimana si cewek mengontrol pikiran kita dengan menggunakan tingkahnya yang manja khas anak kecil. Dan itu adalah salah satu senjata cewek untuk mendapatkan perhatian oleh para cowok.

Tapi gimana kalau cowok yang kayak begitu?
Ini contohnya...
Cowok : Yaaaaaaaaang, jalan yuk!
Cewek : Ogah ah, males. Panas gini...
Cowok : Kita kan bisa adem-ademan di Mall, yaaaaanggg...
Cewek : Gak mau. Udah pewe di rumah. Males mau keluar.
Cowok : (waktu ngomong nadanya terdengar manja) Aaaaaaahhhh, gitu kan, selalu nolak... Ayo dong jalan-jalan...
FYI : kalau di depan cewek, jangan sekali-sekali ngomong kayak gini. Karena yang bakalan lo terima ada dua. 5 jari di wajah, atau tawaran untuk berpisah. Mau pilih mana? Karena itu lebih baik jangan seperti itu.
Cewek : (mulai marah) SEKALI GAK YA NGGAK!!! TAU BAHASA INDONESIA GAK SIH??? MAU GUE GAMPAR MUKA LO BIAR LO PAHAM???

Yo oloh, itu cewek apa preman ya?

Oke, itu baru permulaan. Harus kita pahami bahwa hal yang penting dalam melakukan PDKT sama cewek childish itu gak mudah. Terlebih jika cewek itu lebih muda dari kita. Karena sudah jelas, kombinasi antara usia muda dan childish, adalah kombinasi maut! Jadi singkat saja, kalian sangat tidak dianjurkan untuk pacaran dengan cewek yang childish, terlebih jika usianya lebih muda daripada kalian! Mau tau kenapa?

Perlu kita perhatikan sebagai cowok, cewek yang childish lebih susah didekati daripada cewek biasa. Mengapa? Ini sebabnya...

1. Jelas sekali, cewek childish memiliki ego yang lebih tinggi ketimbang cewek yang suka cemburuan! (Nah loh!)

2. Dengan adanya ego yang tinggi, bisa dipastikan bahwa mereka self-centered dan self-oriented A.K.A. ujung-ujungnya balik ke mereka sendiri.

3. Punya mimpi yang ketinggian. Contoh nyata, Cinderella Syndrome, cewek yang punya impian bahwa di dalam dunia impiannya itu, mereka menjadi sang putri, menanti pangeran idaman menjemputnya di istana sambil merawat rambutnya, kemudian datang sang pangeran, yang lalu menggandeng sang putri, pake baju khas kerajaan lalu naik kuda putih berduaan. Atau versi modern, pangerannya pake tuxedo warna hitam macho dan full maskulin, dan mengendarai Mercedes-Benz S Class warna putih.

Ngarep.

Bangun wooooooooiiiii!!!

Perlu kalian ketahui, Cinderella Syndrome merupakan mindset psikologis yang sangat umum ditemukan pada seorang perempuan. Aslinya sangat sederhana, yaitu keinginan untuk mendapatkan pasangan yang sangat cocok dengannya, atau istilah mudahnya "Prince Charming" (Pangeran yang menawan). Namun, gejala yang lebih parah seperti di atas lebih sering terjadi pada cewek yang childish. Mereka, jika menyadari kita bukan sang pangeran yang mereka idamkan, tanpa ragu akan menunjukkan penolakan mereka secara langsung!!! Contoh nyata seperti ini umum terjadi, apalagi jika berhubungan lewat SMS doang :

Cewek : Aku mau bobo' dulu. Ngantuk banget nih... (biasanya sambil pasang emoticon seperti ">.<")
Cowok : (mulai sok romantis) Oke deh... Met tidur tuan putri...

Apakah balasan dari si Cewek?

Mau tau?

Balasannya adalah...

Cewek : Met tidur PANGLIMA...

HUAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAH!!!

Ngarep dipanggil pangeran, gak taunya malah dipanggil panglima...
Oke, itu adalah salah satu dari banyak contoh susahnya menjalin hubungan sama cewek childish.
Hahahahaha...

4. Their primary power is the Hope. Memang gak ada yang salah dengan masalah harap-mengharap. Tapi kalau berlebihan, harapan itu bakalan menumpuk. Karena masih berupa angan-angan setengah nyata setengah semu yang cuma taunya berkutat di dalam kepala, bukan berupa aksi atau tindakan nyata!
Makan tuh ngarep!

5. Gak bisa memutuskan sesuatu. Bukan maksudnya memutuskan hubungan, tapi pada tindakan. Atau kita bisa katakan maksudnya adalah plin-plan. Hari ini mereka bilangnya begini, jangan heran kalau keputusan mereka bisa berubah esok hari. Bahkan terkadang perubahan keputusan itu terjadinya tiba-tiba.

6. Terlalu bergantung pada orang tua. Memang wajar kalau cewek sangat dekat dengan ortu mereka, terlebih dengan sang ibu. Karena mereka lebih banyak belajar cara bertindak yang baik dari sang ibu. Jangan heran di Amerika ada istilah "Mother-Daughter Time". Tapi akan sangat berbeda jika yang terjadi adalah : "Masa' ngajakin jalan bareng, si cowok harus dapet izin penuh dari ortu si cewek?" Buset, kalau masih kecil wajar. Tapi kalau udah lewat 17? You wouldn't wanna guess. Susah mau ketemuan!!! Menghambat banget kan?

7. Sering maksa kita untuk menjadi apa yang mereka inginkan. Solusinya : Jangan mau nurut, lalu balas maksa. Jika kita malah nurut sama mereka, itu sama dengan kita memberi makan ego mereka. Gak akan habis, yang ada malah tambah besar karena mereka sudah merasa berhasil 'gain control of you'. Ingat, kita, para cowok, adalah manusia, bukan robot murahan yang bisa dikendalikan seenaknya oleh cewek remaja yang masih menganggap mereka anak berumur 5 tahun!!!

8. Paling takut rugi. Ini yang menjadi klimaks kedua selain yang nomor 3. Cewek childish lebih ingin diberi atau dibeliin sesuatu, ketimbang mikirin kado apa yang cocok buat dihadiahin untuk kita. Itu disebabkan karena mereka lapar perhatian orang lain. Di dalam pikiran mereka, perhatian dari orang lain sama dengan kado atau hadiah ulang tahun. Untuk masalah ini, solusinya ada dua, yaitu : 1. Jangan berikan mereka hadiah, agar mereka bisa mengerti bahwa perhatian yang mereka dapatkan bukan semata-mata secara materi atau kuantitas, tapi lebih kepada perasaan tulus atau kualitas. Dan 2., kalaupun kita punya duit, ajaklah dia makan bareng di tempat terbuka seperti di warteg atau bakso atau dimana aja. Lalu ajarkan dia bahwa arti dari perhatian adalah kebersamaan, dan bukannya kesenangan individu.

Cieeeee....
Ehem!

9. Yang terakhir, yang paling penting, dan hiper-klimaks, cewek childish gak bisa diajak ngomong serius! Butuh waktu lama agar mereka bisa ngerti setiap hal serius yang kita katakan. Mereka hanya bisa memikirkan 'how to play', bukan 'how to learn'. Jadi sebisa mungkin jangan terlalu sering mengatakan hal-hal serius sebelum tiba waktu yang tepat untuk mengungkapkannya. Kecuali kalau kalian pengen dikadalin.

Oke, itu adalah 9 hal yang perlu kalian pertimbangkan kalau kalian mau menjalin hubungan dengan cewek childish dan lebih muda dari kalian. Karena itu udah sejak awal gue saranin, lebih baik jangan pacarin cewek yang childish, lebih banyak rugi daripada untungnya. Tapi kalau kalian masih bersikeras juga, ada dua solusi yang bisa kalian ambil.

1. Karena butuh waktu yang lama agar hubungan dapat berjalan secara optimal, jangan terburu-buru dalam melakukan sesuatu yang berkaitan dengan hubungan kalian. Berhati-hati dalam bertindak, tunggu waktu yang tepat untuk memulai, jadilah orang yang fleksibel dengan keadaan. Tetap sabar adalah kuncinya. Karena pada dasarnya, membesarkan seorang "anak" butuh kesabaran... :p
Hahahah!

2. DO IT HARD WAY! Jangan ragu untuk memberi pelajaran kedewasaan pada mereka. Jiwa muda memang dibutuhkan untuk menyeimbangkan keadaan psikis, tapi berlebihan juga tidak dianjurkan. Usahakan agar mereka dapat berpikir terbuka dan dewasa, tanpa harus mengikis perilaku asli mereka yang masih 'natural' dan "perawan". Solusi yang ini memang butuh kerja keras, tapi jika berhasil akan sangat menguntungkan bagi kalian. Buat kalian yang ingin mencoba cara ini, good luck!

Dan, sekian tips buat para cowok bagian kedua, semoga tips ini bermanfaat buat kalian, para cowok jomblo, yang lagi cari pasangan tapi belum tau harus ngapain biar tuh cewek memperhatikan kita. Good luck for you guys!

Tetaplah berjuang mencari cinta sejatimu! *Choky Sitohang mode : on*

Monday, January 24, 2011

A Little Break in A Great Chaotic Time

Oke, singkat aja ya.

Tahun 2011 baru dimulai. Gue makin down, down, down, and down. Terlebih sekarang adalah Chaotic Time, yang memaksa gue harus belajar ekstra keras untuk UAS!!! Gue gak yakin bisa bagus semester ini... Huah...

Mungkin untuk Januari ini gak akan ada banyak postingan blog selain breaking news ini. Terlebih setelah gue sering sakit maag karena jarang makan selain nasi doang. Badan gue kurus, tinggal tulang... *nyanyi hidup di bui*

So from now on, I'll have my hiatus. Yang nunggu postingan baru dari gue, sabar dulu ya. Gue harus pulih dulu dari guncangan jiwa ini sebelum menulis lebih banyak postingan. I'm sorry for giving you some hiatus more than I give you my posts...

See you for an uncertain time, guys...
Have some nice days...
Wish me some luck to survive...

Saturday, October 9, 2010

"Ana Uhibbuka Fillah"

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...

Oke, mungkin ada beberapa dari kalian yang bilang dalam hati, "Tumben lo pake judul bahasa Arab. Lagi mendadak alim abis puasa?", dan gue akan jawab, "Gue gak bisa jawab langsung. Biarlah Dia di atas sana menilai gue, apakah gue udah layak disebut alim atau gak."

Mantep.

Lalu gue lanjut, "Dan gak, gue gak main film 'Mendadak Alim'. Gue aja kalau gak acting udah kayak orang gila yang gaje (gak jelas, kalau masih ada yang belum tau), apalagi disuruh acting oleh sutradara-sutradara terkenal kayak Deddy Mizwar, Rudi Soejarwo, Hanung Bramantyo, Riri Riza, Mira Lesmana, dll, kayaknya gue cuma bakal jadi piguran yang cuma sekedar 'numpang lewat' dan gak dibayar karena jadi piguran orang gila."

Asem...

Ehm, kita lanjut lagi. Kenapa gue sedikit nyinggung soal film di Indonesia seperti di atas? Karena gue ingin mencoba menggali sedikit ke dalam isi dan hikmah sebuah film. Nah lo! Gimana dengan lo semua? Kalau lo lagi nonton film diambil hikmahnya atau cuma ikut nonton aja? Tanyakan lagi pada diri lo sendiri. Dan sementara lo semua lagi sibuk nanya dalam hati, gue akan lanjut.
Para sineas bilang, film itu sebuah seni. Terus para seniman juga sering bilang, seni itu adalah sebuah cerminan dari diri kita. Lalu muncul pertanyaan lagi : jadi film bokep itu juga cerminan hidup para bintangnya? Bingung kan? Jangankan lo, gue juga bingung...

Kita lewati pertanyaan itu. Sekarang gue coba renungi lagi satu hal. Film merupakan sebuah seni yang menjadi cerminan diri manusia. Dengan mengeksplorasi sebuah fiksi, kita bisa membuat sebuah cerita yang banyak ditunggu untuk ditonton oleh orang lain, yang membuat penonton selalu terkesan setiap kali menontonnya, dan seperti tak ingin waktu berlalu karena sebel nunggu episode berikutnya. Dengan mengkreasikan imajinasi, kita bisa membuat setiap adegan menjadi hidup dengan adanya konflik, kebohongan, kepalsuan, sandiwara, dan para pemeran antagonis mempunyai bibir yang tinggi sebelah gara-gara selalu bikin senyum sinis. Film memiliki unsur dramatis yang membuat penonton seperti tersihir seakan-akan masuk dan terlibat dalam setiap scene dan membuat penonton sering kesal dan marah.
Ya tho? Ibu-ibu penggila sinetron Indonesia?

Contoh, Dinda Kanya Dewi, pemeran Mischa dalam Heksalogi (maaf, terlalu dipaksakan) Cinta Fitri yang setiap hari ditayangkan di saluran matahari, selalu dikerumuni para ibu-ibu, bukan untuk minta tanda tangan, tapi pengen ngeroyok gara-gara udah gak tahan dengan tokoh antagonis yang diperankannya. Padahal, keseharian pasangan Derby Romero ini gak seperti di dalam film itu. Seperti itulah sihir film, film dapat menciptakan stereotipe para tokoh dari apa yang dimainkannya. Jika dia bermain sebagai protagonis, dia pasti dianggap orang baik. Jika dia bermain sebagai antagonis, pasti dianggap orang jahat.

Oke, kita balik ke topik awal.
Kenapa gue pake judul kayak di atas? Gue juga gak tau sebabnya. Tapi yang pasti, gue pengen menghubungkan judul postingan ini dengan apa yang gue bahas tadi.

Film berisi sandiwara, tapi sadar gak, hidup ternyata adalah sandiwara terbesar yang pernah Allah susun. Bahkan skenarionya lebih rumit lagi karena pelakunya ada banyak sekali. Lebih banyak dari pelaku-pelaku sinetron murahan yang sering ditayangkan di TV Indonesia. Namun agak berbeda dengan pelaku sinetron, kita hanya memiliki satu kali take tanpa cut. Setiap apa yang kita lakukan akan selalu membekas dalam hati lawan main kita. Allah sebagai sutradara sekaligus produser tidak akan pernah mengatakan 'cut!' setiap kali kita melakukan kesalahan, tapi membiarkan kita terus ber-acting sejauh yang kita bisa sampai pada saat kita dipanggil dan "dipecat" dari sandiwara terbesar yang pernah ada.

Mengenai judul postingan ini, gue akan sedikit mengulas artinya.
Mungkin ada yang udah tau, gak apa. Gue tetap akan maju.
"Ana uhibbuka fillah" itu artinya "Aku mencintaimu kerena Allah". Secara harfiah artinya begitu. Ya udah, bagi yang bingung mau ngomong "I love U" pake bahasa lain, boleh pake kata tadi. Tapi ingat! Suatu saat kata itu akan kita pertanggungjawabkan di hadapan Allah. Jadi jangan pernah main-main dengan kata itu, karena bisa aja ada korban seperti dalam cerita yang gue dapat langsung dari teman gue.

Temen gue pernah pacaran dengan seorang cewek. Masa pacarannya cukup pendek, gak sampai sebulan. Namun katanya, ada 3 hal yang paling buat dia susah dilupakan sekaligus susah buat dia mengerti.

Satu, kata yang diucapkannya saat mulai pdkt.
Dua, kata yang diucapkannya setelah menerima.
Tiga, kata yang diucapkannya saat berpisah.

Semuanya adalah kata yang sama : "Ana uhibbuka fillah".

Dia selalu berpikir, 'apakah kata itu tidak berarti lagi hingga dia bisa berkata seperti itu dengan bebasnya?' Hingga akhirnya dia mulai merasa dikhianati. 'Cinta' yang ia rasakan hanya sesaat. Bukan cinta yang sebenarnya. Dia pun bertanya dengan si cewek soal itu. Apa jawabannya?

"Kenapa aku mutusin kamu, karena aku masih menghargai kamu dan ingin melindungi harga dirimu..."

Begitukah seharusnya melindungi harga diri seseorang? Dengan cara mengatakan "I love U" seenaknya, dan setelah selesai urusan "berpacaran", ia bisa kembali "mengadu kasih" dengan orang yang sebenarnya ia cintai lebih dari orang yang sangat ingin mencoba untuk menjalin hubungan abadi? Apakah itu hal yang wajar, dengan menggunakan orang lain untuk kembali mendapatkan cinta orang yang dulu pernah dicintainya? Apakah cinta "sementara" yang dulu pernah ia berikan itu cuma sandiwara dengan maksud membuat orang yang dulu pernah dicintainya cemburu? Begitukah???

Ingatlah siapa yang lebih dulu mengucapkan "Ana uhibbuka fillah". Suatu saat kata-kata itu akan menjadi bukti apakah yang kau ucapkan itu sesuai dengan apa yang kau pikirkan dan rencanakan. Bukan bermaksud untuk menyudutkan seseorang, tapi setidaknya ini untuk menyadarkan kita yang telah lama dibohongi dengan adanya cinta cinta dan cinta yang hanya keluar dari mulut dan bukan dari hati. Mulut memang mudah mengucapkan, tapi pernahkah kata itu keluar dari hati? Belum tentu kita mampu.

Dan lagi, kata "Ana uhibbuka fillah" gak akan pernah tepat apabila dipakai untuk menunjukkan "cinta"nya anak muda yang lagi getol-getolnya berpacaran. Kata itu hanya diterima Allah bila kita sudah tiba pada masanya untuk mengucapkan kata itu, yang sangat dinantikan oleh pendamping kita, yang insya Allah akan selalu setia menemani kita hingga maut menjelang, yaitu ikatan hidup yang paling valid tanpa expired date. Pernikahan.

Oke, stop. Atas permintaan temen gue, gue akan hentikan bahasan tadi.

Jadi apa hubungannya? Hubungannya adalah "Pantaskah kita bersandiwara dalam hidup?" Jawabannya sangat conditional. Mengingat kita sendiri saat ini sedang melakukan sandiwara kehidupan. Tapi ada perbedaan dengan sandiwara yang dilakukan di pentas seni, kita tidak memiliki "kehidupan kedua". Yang ada hanyalah satu kehidupan yang mutlak harus kita jalani. Tidak akan ada pengulangan. Yang ada hanya moving forward. Kesimpulannya, sebisa mungkin hindarilah sandiwara yang berlebihan, yang mungkin akan mengakibatkan saudara-saudari kita terluka karena skenario yang kita buat. Bersungguh-sungguh dalam berbuat, agar tidak ada lagi kata sesal dalam diri kita. Jalani kehidupan apa adanya. Lakukan apa yang kita bisa, jangan memaksa. Karena mungkin itulah hal yang terbaik untuk hidup kita dan juga orang-orang di sekitar kita.

Dan lagi, maaf jika postingan kali ini menyinggung perasaan beberapa pihak yang membacanya. Tapi jika tidak begitu, maka posting ini tidak akan dibaca sedikitpun. Benar kan?

Sebagai penutup dan kesimpulan dari apa yang gue bla-bla-bla di atas adalah, hanya untuk mengingatkan, manusia tidak memiliki kekuasaan untuk menilai sesuatu. Kita hanya bisa melihat, mengamati, dan memperhatikan sesuatu. Dari hasilnya itu, akan muncul sebuah kesimpulan akan suatu hal. Dan itu bukan penilaian. Penilaian akhir hanya ada di tangan-Nya. Bukan dari apa yang kita rasakan. Karena kita sama sekali tidak berada dalam sudut pandang orang itu. Pasrahkan saja semuanya hanya kepada-Nya Yang Maha Kuasa. Karena manusia hanya bisa "live their life to the fullest". Melakukan hal yang terbaik dalam hidup kita.

Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh...
*turun mimbar*

Thursday, October 7, 2010

Atas Nama Ilmu Pengetahuan

Setiap kali gue denger cerita-cerita orang-orang hebat yang dalam usia muda menjuarai kejuaraan sains alias Olimpiade Sains, gue selalu merinding dan mulai merasa minder.

Contohnya beberapa waktu lalu, temen gue cerita soal keberhasilan siswa SMA gue dulu dengan gurunya, kalau si R juara Olimpiade tiga kali berturut-turut, si B bisa ngalahin si R dalam Olimpiade meskipun si B baru kelas X dan si R udah kelas XII, si T berpotensi juara berturut-turut tapi ngelepasin bidangnya dan kuliah di tempat yang lain dari yang biasa, si A dapat beasiswa luar negeri karena juara, dan lain-lain, gue cuma bisa diam sambil neguk soda yang ada di tangan gue. Gue akui, gue emang minder. Sangat minder.

Mau tau apa yang gue pikirin saat itu? Yang gue pikirin sebenarnya cukup simpel : "Gimana ya, biar bisa kayak orang-orang itu? Pada makan apa ya? Ada kiat belajar khusus gak ya? Otaknya berapa cc sih? Jangan-jangan ada hard drive 128 GB berprosesor Intel Atom i8 di dalam otaknya..."

Oke, gue akui, gue emang lebay. Tapi setidaknya, kelebayan gue bisa membuat gue berpikir lebih mendetail tentang suatu hal. Jadi jangan heran kalau tiap hari uban gue bertambah satu helai.

Faktanya, memfokuskan pikiran dalam menghadapi suatu masalah lah yang menjadi solusinya. Sama seperti mahasiswa yang menerapkan SKS alias Sistem Kebut Semalam. Kita hanya akan belajar makul yang akan diujikan dengan habis-habisan. Apapun yang terjadi, apakah kita ketiduran, mata jadi loyo, bawaannya ngantuk, belajar sampai begadang, dan lain-lain, tidak akan kita hiraukan. Karena yang penting adalah kita bisa menguasai materi yang diujikan besok hanya dalam satu malam. Kalau dicocokkan pada masalah sebelumnya, hubungannya ada pada bagaimana persiapan itu dilakukan. Butuh waktu yang lama mempersiapkan diri menghadapi kompetisi sekaliber Olimpiade Sains. Gak cuma jasmani, mental juga perlu disiapin. Kalau gak, yang ada setelah gagal, adalah stres berkepanjangan.

Ngomong-ngomong soal Olimpiade Sains, percaya gak percaya, waktu SMA dulu gue pernah diusulkan buat ikut dalam Olimpiade Kimia. Hanya saja, the tricky part that made me unqualified was, waktu itu gue udah kelas XI. Dengan kata lain, penjurusan udah dimulai dan gue, mungkin udah pada bisa nebak, ada di kelas IPS. Tapi si guru Fisika jadul itu nolak usulan anak IPA. Berikut cuplikan percakapan apa yang terjadi pada suatu Selasa di bulan November 2006 yang gue denger dari penuturan langsung anak-anak IPA itu :

Guru Fisika Jadul (GFJ) : Oke, Fisika sudah semua. Terus, lanjut ke Kimia. Siapa yang bisa wakilin buat Kimia?
Anak-anak IPA (IPA) : E, Pak!!!
GFJ : Oke, E udah dipilih. Terus yang satunya lagi siapa?
IPA : Aulia, Pak!!!
GFJ : Hah? Gak bisa itu. Dia kan IPS, gak boleh ngewakilin IPA.

Setelah denger berita itu, gue cuma bisa ketawa kecil. Gue gak marah karena diusulkan karena gue tau mereka pernah melihat gue ikut les Kimia mereka. Mereka tau kemampuan gue di bidang itu. Gak masalah kalau gue gak ikut Olimpiade. Gue juga emang gak suka dengan persaingan. Hanya aja yang gue permasalahkan dari hal ini adalah : "Pantaskah Ilmu Dimonopoli?"

Apa cuma anak IPA yang harus tau masalah kesehatan dan yang lain gak? Apa cuma anak IPA yang boleh praktek di Lab dan yang lain gak boleh? Apa cuma anak IPA yang bisa ngerti soal anatomi dan yang lain gak bisa? Dan kalau mau diusut, liat cabang Olimpiade SMA, berapa banyak cabang IPS? HANYA EKONOMI. Gak lebih. Bukan maksud untuk membanggakan fakultas gue berada sekarang, tapi semestinya kita prihatin terhadap kenyataan ini.

IPA hanya boleh pelajari IPA. IPS hanya boleh pelajari IPS. Gak boleh nyeberang. Begitukah seharusnya? Jadi siapa yang akan nanggung kalau nanti lulusan IPA gak suka bersosialisasi dengan sekelilingnya sampai gak tau apa yang terjadi, atau lulusan IPS gak tau apa dampak Monosodium glutamat, Klorofluoro karbon, Tetraethyl lead, Kalium sianida, dan lain-lain bagi kesehatan? Kita? Bukan. Salahkan sistem pendidikan yang cenderung separatis dengan penjurusan. Kita hanya bisa mengikuti sistem saja, tanpa tau maksud sistem. Kita udah lama dijajah dan dibodohi oleh paradigma pendidikan seperti ini.

Jadi apa maksud penjurusan? Gak lain hanya untuk memfokuskan diri dalam menuntut pendidikan. Tapi fokus saja gak cukup. Kita perlu ilmu pengetahuan di sekeliling kita sebagai pelengkap hidup. Contoh saja, sebagai umat beragama, kita perlu belajar ilmu agama, tanpa memperhatikan kita dari jurusan mana. Seperti itulah bagaimana kita membutuhkan ilmu pengetahuan.

Balik lagi ke ilmu pengetahuan, ilmu pengetahuan memiliki peranan penting dalam kehidupan. Ilmu pengetahuan dapat mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Ilmu pengetahuan dapat menjadi pelajaran terbaik bagi kita dalam memahami hidup, di luar textbook dan apa yang disampaikan dosen/guru. Ilmu pengetahuan memiliki cakupan luas. Jadi pahamilah lebih dulu ilmu pengetahuan sebelum memulai pendidikan.

Pantaskah ilmu pengetahuan dimonopoli? Kalau gue disuruh jawab, jawaban gue adalah gak. Ilmu pengetahuan itu gak ada yang spesial. Ilmu pengetahuan itu umum. Ilmu pengetahuan itu gak boleh dikhususkan untuk suatu kalangan saja. Karena pada akhirnya ilmu yang kita miliki itu akan diajarkan kembali kepada penerus kita. Kamus juga gak akan bisa bohong. Liat science secara intisarinya. Apa artinya? Ilmu pengetahuan. Dan menurut gue, orang yang melawan ilmu pengetahuan itu sama dengan orang yang melawan waktu, sia-sia.

Contoh, kata cewek, cowok itu gak akan bisa ngerti sedikitpun tentang cewek. Pendapat yang sangat dangkal dan desperate banget buat gue. Boro-boro mau ngelindungin rahasia tentang cewek, cewek aja ada juga yang gak tau apa yang 'seharusnya' udah jadi bidang penguasaannya. Contoh lagi, ada temen gue, cewek, gak tau soal make up, cewek gak bisa masak, cewek gak bisa menjahit, atau lainnya. Kalau masalah inner, cewek juga gak bisa menyangkal kalau rahasia cewek itu udah beredar luas. Buktinya? Tuh, pelajaran biologi, sistem reproduksi... :p

Jadi konklusinya adalah, kita harus bisa berbagi pengetahuan dengan sesama manusia. Jangan pelit! Cewek harus mau berbagi pada cowok apa yang yang mereka ketahui dan pikirin dan sebaliknya, agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak mereka inginkan, sama seperti anak IPA dan anak IPS saling berbagi pengetahuan. Tentang apa yang mereka pelajari dan alami, yang mungkin akan menciptakan kesinambungan terhebat dan terindah dalam hidup manusia, hingga pada akhirnya tidak ada istilah orang bodoh dan orang awam.

Atas nama ilmu pengetahuan, mungkin masa-masa seperti itu akan tercipta di Indonesia...

Dan atas nama ilmu pengetahuan, gue optimis...

"Melawan pada yang berilmu dan berpengetahuan adalah menyerahkan diri pada maut dan kehinaan"
Pramoedya Ananta Toer

Monday, September 27, 2010

Shocking News!!! Damn...

Oke, sedikit aja ya...

Nilai Intermediate Accounting baru aja keluar. Setelah capek nunggu 2 minggu, gue cuma dapat C. Memang menyebalkan, apalagi setelah melihat IPK yang sebelumnya 3,02 sekarang turun jadi 2,97. Menyebalkan...

Tapi anehnya IPS gue naik dari 2,6 menjadi 3.
Gak ada hubungannya sih, tapi ya sudahlah, semoga aja bisa nambah lagi di semester 5 ini.
Gue udah berhasil ngambil 9 mata kuliah. Jauh lebih banyak daripada yang biasanya gue ambil, 5.
Huhuhu...

Hanya aja, Advanced Accounting yang gue ambil adalah kelas yang rawan. Bukan rawan kecelakaan, tapi rawan karena ada kemungkinan gak ngerti materi kuliahnya. Sekali lagi, hal ini harus gue ambil dengan besar hati. Karena seperti itulah, resiko seorang mahasiswa...

Semoga gue bisa survive dari kemelut ini...

Sunday, September 26, 2010

A Little Update

News Flash!!!

Dikit aja ya, soalnya waktu gue lagi gak banyak.
Ehm.

Oke, udah seminggu gue pindah dari kediaman lama "sementara" di Sepakat 1 Bumi Batara no. B5, ke... ke...
Di mana itu alamatnya. Gue lupa...
Eh, lebih tepatnya gak tau.
Nanti deh, gue kasih alamat lengkapnya.
Tapi yang pasti udah mulai jauh dari kampus.

Next, hari Jumat kemarin gue ditawarin buat ngajar Bahasa Jepang di Sang Bintang School. Sekedar info, Sang Bintang School merupakan pelopor pengajaran Bahasa Inggris di Indonesia dengan motto : "6 minggu bisa!". Maksudnya, siswa Sang Bintang School dijamin dapat berbicara dan menulis dalam Bahasa Inggris dengan lancar hanya dalam 6 minggu. Jumat kemarin gue udah bertemu beberapa staf, dan yang bikin gue kagum adalah : 90% dari semua staf ingin BELAJAR BAHASA JEPANG!!!

Wow...

Dan kemudian gue ditantang kayak gini : "Can we learn Japanese in only 6 weeks?"

Gue jawab dengan sedikit presentasi : "I'm sorry, but it's almost impossible. As we know, Japanese is so much different from the other language that using Romans. First, as the basic we have to memorize all the letters in order to begin to read. It's different from the Romans' language that we know all the letters since we're still an infant. Second, the links between letters. Japanese knows no space, so it's a little bit hard to recognize which is words, which is name, and which is particles. Even we have to read the sentences once again to perfectly distinguish them. Third, the using of Kanji. The number of strokes, the regulation in sentences, and how to read, sometimes confusing. In order to try to write Kanji, we have to start to stroke from the beginning. The fourth and the last, is the student's spirits. Those who learned Japanese, are fully committed. Without this commitment, students will have no spirits to continue learning. So it'll become a difficult thing to force them."

"But I believe we could do better than just studying in normal way. So how about it? Do you want to take our offer to start a new Japanese Class here?"

"I have learned Japanese in 10 months, but now I still an intermediate. I can't stay at the course because of increasing fees. I have no teacher now. So if I want to continue to learn, and if this is the path He showed me that I should take, I'll take it."

Dan begitulah apa yang terjadi pada "Fateful Friday" itu. Huehehehehehe...
*4L4Y 7074L 3FF3C75*
Usul gue akan mulai dipertimbangkan. Nike, temen gue yang membawa gue ke Sang Bintang School Jumat kemarin bakalan ngomong lagi sama ketua umumnya. Semoga beliau bisa cepat setuju dan gue bisa merasakan atmosfir kerja itu seperti apa. Mudah-mudahan ini gak akan ganggu kuliah gue yang udah semester 5 dan harus cari bahan skripsi dengan cepat. Dan mudah-mudahan gue bisa termotivasi dengan adanya pengalaman mengajar di tempat ini. Semoga saja.

Amin...
*menutup doa*

Wednesday, August 25, 2010

Telah Ditemukan! Penerus Edgar Terbaru!!!

Selama gue hidup 19 tahun ini, gue udah melihat banyak orang. Dengan berbagai macam karakter, sifat, dan sikap. Dari segala usia, jenis kelamin, dan lain-lain. Tapi ada beberapa orang yang bikin gue mangap dengan kelakuan mereka. Gak tau kenapa, yang pasti mereka bisa dibilang aneh dan hampir gak waras.

Wow.

Yeah, wow.

Udah kagum yang gak jelas?

Oke, inilah beberapa orang yang gue maksud itu.


Nama : Kevin Adi Damara
Lahir : 1 Maret 1996
Jenis : Laki-laki
Status : Sepupu Maternal
Cita-cita : Jadi penguasa Point Blank
Pencapaian : Umur 4 tahun makan upil sendiri. Umur 5 tahun mulai isep ibu jari kaki. Umur 6 tahun makan abu rokok. Umur 7 tahun kunyah styrofoam. Perlahan-lahan mulai bisa mengubah sikapnya. Tapi tetap aja gak bisa hilang dari sifat aslinya, mudah teracuni. Dulu PS2, sekarang Point Blank. Satu hari dia bisa habisin 20 ribu. Ckckck...


Nama : Arief Wibana (di sebelahnya nyokap gue)
Lahir : 8 Maret 2002
Jenis : Laki-laki
Status : Adik sendiri
Cita-cita : "Bang, main laptop abang..." (dan biasanya kalau udah denger ini, tanpa basa-basi gue bilang "Gak!")
Pencapaian : Lahir dengan BB paling berat, yaitu 4,3 kg, berdampak pada posturnya yang mulai gembrot. Umur 6 tahun masih gak malu keluar rumah tanpa celana. (!!!) Setiap kali dibeliin celana, minggu depannya pasti selangkangannya robek. Cuma bisa berenang gaya batu, sampai-sampai ada anak kecil yang ngeliat dia berenang di parit depan rumah bilang, "Ma, itu batu apa bukan? Kok ada tonjolannya?". Postur gembrotnya menyulap wujudnya menjadi seperti binatang berbulu lebat kalau lagi tidur. Panas sedikit buka baju, lebih sering cuma pake kolor, nyalain kipas angin, dengar lagu di hp nyokap, dan mulai hibernasi. Dan layaknya binatang yang lagi hibernasi, dia paling benci dibangunin.

Ulah mereka berdua udah gue ceritain di "2 Minggu, Rambut Baru, dan Hilangnya Titisan Edgar". Kalau belum baca, liat aja di postingan bulan April.

Tapi ternyata, masih ada yang lebih heboh! Lebih muda, dan bisa dibilang penerus Edgar yang sebenarnya !!!


Nama : Raihan Aji
Lahir : 27 Desember 2007
Jenis : Laki-laki
Status : Sepupu Maternal
Cita-cita : Masih belum jelas. Tapi kayaknya bakalan menakutkan.
Pencapaian : Raihan berBB yang setara dengan induk kangguru hamil. Raihan anak yang bandel. Raihan suka mukul orang pake barang panjang berbentuk silinder. Raihan pernah bikin anak tetangga nangis. Raihan pernah buat orang dewasa pingsan. Raihan pernah bikin orang sakit mata gara-gara nunjukin tititnya.

Raihan betul-betul brutal. Gue takut kalau diminta jadi babysitternya dia, tulang-tulang gue bakalan remuk jadi 200 bagian. Dan sayangnya, hal itu pernah terjadi pada gue.

Sore itu, gue diminta jagain Raihan. Orang dewasa di rumah pada ngurus dapur. Sementara gue ngawasin dia, gue berbaring telungkup di teras rumah karena tuh anak paling seneng bikin orang yang ngawasin dia (baca : gue) capek bukan main. Setelah hampir mukulin gue pake sapu ijuk, dia lari lagi entah kemana. Yah, gue udah pastiin dia gak bakalan keluar dari gang ini. Yahsud, enjoy, angin sepoi-sepoi, pewe banget nih. Gue mulai memejamkan mata...

Uhhh, nikmatnya dunia...

Tapi...

Thump!

Oooohhhokkkkkhhh...!!!
Apaan nih? Kayak ada sesuatu yang nginjak gue...

Gue liat ke belakang...

Raihan nginjak gue!!!
Bukan. Lebih tepatnya nginjak-nginjak gue!!!

OOOOKKHHH OKHHHH!!!
Bukan cuma sekali. Bukan cuma sepuluh kali. Tapi berpuluh-puluh kali.
Gue liat mukanya. Jelas sekali dia masang tampang kayak lagi pengen bunuh gue. Jadi inilah rasanya terkena 'Angry Stomp' gaya pegulat di WWE

Oooookhhhhhhh ohhhkhhhhh ohhhkhhhhhh!!!
Raihan, apa salah gue? Apa salah GUEEEEEE????
Gue tau badan gue bakalan remuk kalau gue diem aja. Jadi gue bergerak menyamping. Tapi...

Thomp!

AAAAAAAAAAAAAAAAGHHHHHHHHHHHHHH!!!
Dia. Jatuh. Duduk. di. Perut. Gue.

Untungnya karena teriakan gue, orang-orang dewasa di dapur pada berdatangan. Gue pun terhindar dari vonis badan tanpa tulang. Tapi yang paling gak gue pengenin adalah, Raihan jadi seperti apa yang gue pikirin, PREMAN.
Serem.
Yah, semoga aja gak pernah terjadi. Dan semoga gak ada lagi insiden tulang gue hampir remuk.

Dan kayaknya penerus-penerus Edgar mendatang akan makin banyak di keluarga gue...

Tuesday, August 10, 2010

More Hiatus, Urgh...

Oke, bulan puasa mulai datang.

Tahun ini gak ada yang terlalu special buat gue. Terlebih setelah gue ambil pelajaran dari tahun lalu. Gak ada doa. Gak ada hepi. Gak ada emosional. Gak ada. Selamat tinggal masa lalu.

BGM : Andra & The Backbone - Selamat Tinggal Masa Lalu

Oke, cukup dengan basa-basi yang pendek ini. Back to the topic.
Liburan udah memasuki bulan kedua, tapi tetap aja gue gak bisa enjoy apa-apa. Selama liburan gue gak diberi uang saku yang banyak. Motor gue dibawa orang, jadi gue gak bisa sering-sering pulang ke Pontianak. Terlebih, gue bosan ada disini. Biasanya kalau gue bosen, gue tinggal pergi ke kampus sambil bawa laptop dan online terus. Disini? Emang sih ada tempat buat online pake laptop, hanya aja harus bayar goceng. Gak gratis seperti online di kampus.
Apalagi gue harus mulai pertimbangan buat pindah. Pengennya sih cari-cari rumah di Pontianak. Rumah yang kemarin ditawarin gak dapet karena pemiliknya memutuskan buat perpanjang kontrak. Padahal udah hampir deal. Sekarang tersisa tawaran di daerah Saigon. Jauh dari kampus sih, tapi mau gimana lagi. Cari rumah disini udah pada susah.
Sekarang mungkin gue akan lebih banyak hiatus. Gue mau hemat-hemat dikit dengan sisa uang payroll gue yang pas-pasan. Gue juga masih belum menerima berita soal lamaran kerja gue. Semoga aja diterima dan bisa mulai kerja.

At last, let my time of hiatus starts now...
See you at next uncertain time, guys...
Met berpuasa buat kalian...

Wednesday, July 21, 2010

I Start with a Post, Only for You

I don't need a mere wonderful text from you.
What I need is your confession to me, whether you still reminds me as your special one or not.
'Cause I still need you, whatever happens to me.
I believe, I believe that I could achieve more than a glorious feeling that you said 4 months ago.
And now, even though the earth separate us, I really want you to know, that this heart will be always for you.
I love you 'til the last part of me.

Happy unofficial 4 months, Sinta Mariana.

Monday, July 12, 2010

Warnings for Us, Guys! -part 1-

Hati-hati dengan cewek seperti ini!

Kalau ada yang heran kenapa gue nulis begitu, gue akan jelasin.
Mungkin gue gak punya banyak pengalaman dalam masalah asmara, karena tercatat baru tiga kali gue resmi pacaran dan ketiganya berakhir sebelum waktunya (baca : putus). Tapi meski begitu gue senang melihat bagaimana cara manusia berperilaku terhadap lawan jenisnya, dan dengan itu gue makin banyak belajar tentang perbedaan dalam diri manusia. Oleh karena itu gue akan memperlihatkan ciri-ciri cewek yang menyimpan kekuatan berbahaya buat cowok yang coba mendekatinya (emangnya parasit?). Maksudnya, kalaupun kalian berhasil, pada akhirnya kalian akan putus juga. Dijamin! *iklan mode : on*
Tapi semuanya kembali pada kalian, cowok-cowok semua, apakah info dari gue akan dipakai atau gak, terserah aja. Tapi ingat, I've warned you, guys!

1. Cewek menganggap kita anak-anak
Kalau udah baca Marmut Merah Jambu-nya Raditya Dika, mungkin kalian udah bisa mengerti kalau bagi cewek, cowok itu ada 2 tipe, cowok yang "bajingan" (normal) dan cowok homo (gak normal). Tapi dalam pengamatan gue, ternyata masih kurang satu. Tipe ketiga adalah anak-anak. Tipe ini dipilih cewek karena mereka melihat apa yang kita lakukan di depan mereka. Jika mereka melihat kita (apalagi yang masih duduk di bangku SMP atau SMA) masih suka main kejar-kejaran, mainin sapu atau alat sejenisnya, masih suka makan es krim Paddle Pop mini, atau masih suka pake kolor cap Spiderman, masih suka nonton anime/kartun lalu membahasnya di depan mereka, maka bersiap-siaplah untuk menerima image sebagai cowok yang kekanak-kanakan. Ini bukan masalah manja atau cengeng, sama sekali bukan. Ini adalah masalah image, atau bahasa Sosiologinya, assigned status, status yang didapatkan seseorang dari orang lain karena ciri-ciri atau sifat yang dimilikinya. Dan seperti yang telah kita ketahui, pengecapan image pada seseorang pada akhinya hanya akan berakhir pada dua hal. Satu, image itu akan susah untuk dihilangkan, kecuali jika kita pergi ke suatu tempat yang benar-benar baru bagi kita. Dan kedua, kalau kita gak tahan dengan pengecapan image tersebut, bukan gak mungkin kalau kita akan depresi dan kemudian gak tahan untuk hidup, terus hanya akan memikirkan cara apapun hanya untuk lepas dari image tersebut.

Udah banyak korban berjatuhan hanya karena ASS-igned status ini. Gue pernah nonton Oprah Winfrey Show, yang isinya tentang assigned status yang telah marak dipraktekkan di banyak SMP dan SMA di Amerika. Ambil contoh aja, ada seorang cowok biasa, naksir dengan cewek yang terkenal, katakanlah anak cheerleaders. Yang mengejutkan buat si cowok itu adalah, si cewek mau terima asalkan si cowok ngajak dia jalan-jalan dan nembak di sebuah kafe. Si cowok pastinya senang-senang aja. Tapi yang gak dia tau, rupanya tuh cewek bersekongkol dengan cowok-cowok sok jagoan yang suka menindas orang-orang lemah di sekolah buat mempermaluin tuh cowok. Dan seperti yang kita bisa prediksikan, tuh cowok berhasil dipermalukan di depan orang banyak dengan kata-kata : clumsy (lemot), sissy (banci) dan kata-kata lainnya. Kemudian, depresi tak berujung, dan akhirnya, memilih bunuh diri.
Setelah sadar dengan apa yang mereka perbuat, mereka pun menyesal dan meminta maaf pada orang tuanya. Tapi sayang, waktu gak akan pernah kembali lagi. Yang tersisa hanyalah penyesalan...

Oke, maaf kalau gue udah bikin kalian hampir menitikkan air mata. *sob*
*SFX : turntable di-stop paksa*

Yah, ini cuma contoh aja. Karena situasi di Amerika dan Indonesia jelas sangat berbeda. Kalau di negara kita, malah senioritas yang diagungkan. Apaan tuh prinsip? The hell with seniority.
Pada dasarnya, kita perlu berhati-hati dengan setiap orang, termasuk dengan cewek yang kita taksir. Siapkah kita menerima semua yang dikatakan orang-orang tentang kita? Kalau belum, bisa gue saranin pada kalian buat menahan diri gak melakukan PDKT. Kenapa? Karena sia-sia aja kalian coba PDKT kalau ego masih membenjol di jidat kalian.

Ini ada contoh cowok yang masih mempertahankan benjolan egonya sampai dia di kelas 2 SMA, saat dia memutuskan buat menembak tuh cewek yang udah lama dia taksir.

Cowok : (dengan gaya sok cool, berjalan menghapiri si cewek yang lagi duduk di bangku depan kelas) Hai
Cewek : Hai
Cowok : (ikut duduk) Maaf ya udah buat kamu nunggu di sini
Cewek : Gak apa sih, lagian aku juga lagi nunggu ekskul si N selesai
Cowok : Oh gitu ya?
Cewek : Iya. Oh iya, apa sih yang pengen kamu omongin, kita berdua aja?
Cowok : Eh iya. Jadi begini...
Cewek : Iya?
Cowok : (mukanya merah sekaligus pucat, keringat dingin bercucuran, ngomong terbata-bata kayak abis lari karena melihat pocong keluar dari kubur) A..a..aku s..s..suka s..sama k..k..kamu
Cewek : (seperti gak memperhatikan omongan tuh cowok, tetap santai dan tenang lalu ngomong) Terus?
Cowok : K..k..kamu m..mau g..g..gak j..jadi p..p..pacar a..a..aku?

Hening

Cowok : (udah kembali ke status asalnya karena berhasil menghilangkan beban dan ketakutan di pundaknya) Kok kamu diem?
Cewek : (menatap mata si cowok dalam-dalam, lalu terbelalak sesaat, seperti mendapatkan petunjuk terhadap kasus kejahatan yang ditanganinya, lalu ngomong dengan enteng) Masih KECIL kok mau pacaran?
Cowok : (gak percaya dengan apa yang dia dengar, mengambil cotton buds, mulai membersihkan kupingnya sebentar, lalu bertanya lagi) Apa?
Cewek : Masih KECIL kok mau pacaran?

Jeger!!!

Cowok : (terdiam, mangap, matanya memutih kayak udah kehilangan setengah nyawa)
Cewek : (berdiri) Udah dulu ya, si N udah selesai ekskulnya. Aku pulang dulu
Cowok : (masih terdiam, mangap, sekarang kulitnya yang memucat)

Dan akhirnya si cewek meninggalkan si cowok yang sedang terguncang, tanpa rasa kasihan dan terima kasih atas perasaan si cowok sedikitpun.

The End

Loh?

Oke, itu tadi adalah contoh, sekaligus jawaban kenapa gue melarang kalian PDKT kalau kalian masih mempertahankan benjolan ego kalian. Hanya ini yang akan kalian dapatkan. Karena itu, sudah saatnya melepaskan ego dari diri kalian. You're not kids anymore, so stand with it!

Satu-satunya cara untuk mencegah hal seperti di atas terjadi, adalah dengan melakukan improvisasi sebelum memulai PDKT. Jadi apa, gue gak tau. Tapi yang pasti temukanlah jati diri kalian yang sesungguhnya yang lebih baik daripada saat sebelum kalian melakukannya. Bisa kan? Pasti bisa. Namanya juga laki-laki. Kenapa? Kok pake tanya? Udah jelas kan? GAK ADA COWOK YANG MAU DIKATAIN MASIH KECIL OLEH CEWEK YANG DIA TAKSIR! Ups, sorry. Gue agak emosian.

Oke, itu tipe cewek yang pertama. Tipe cewek yang lainnya akan segera menyusul.
Semoga menjadi referensi yang penting buat kalian dalam mengenal cewek yang kalian taksir.

Tetaplah berjuang dalam mencari cinta sejatimu! *Choky Sitohang mode : on*
Powered By Blogger